Posted by: nababan on: 10 Juli 2009
Medan – Isak tangis Selma br Sihombing (isteri Bripka Anumerta Barita Simanjuntak) mengiringi pemakaman suaminya di Taman Makam Bahagia Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (9/7) sekira pukul 14.00 WIB.
Bahkan saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat, Selma sempat histeris dan nyaris pingsan sehingga harus dipapah keluarganya.
Sementara, putera korban yang masih berusia 3 tahun, Natanael Simanjuntak yang saat itu mengenakan pakaian Kepolisian hanya tertegun melihat ibunya yang terus saja menangis.” Selamat jalan pa ….” ujarnya polos.
Mendengar hal itu Selma hanya terdiam dan berdiri memaku. Dipeluknya putera satu-satunya itu, airmatanya terus bercucuran sembari mengikuti prosesi pemakaman secara Kepolisian serta ibadah dipimpin oleh pendeta.
Dalam acara pemakaman yang dihadiri langsung Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti, Kapoltabes MS Kombes Pol Imam Margono, Kasat Reskrim Kompol Gideon serta rekan-rekan almarhum dilakukan tembakan salvo sebagai wujud penghargaan kepada almarhum.
Kapoltabes MS selaku inspektur upacara dalam sambutannya mengucapkan turut berduka-cita sedalam-dalamnya terhadap keluarga almarhum.” Saya secara pribadi dan selaku Kapoltabes MS mengucapkan banyak terimakasih kepada almarhum yang selama bertugas telah membantu saya menciptakan keamanan di kota Medan,” ucapnya.
Suasana Duka
Sebelum dimakamkan, suasana duka menyelimuti pemberangkatan jenazah anggota Poltabes MS Bripka Anumerta Barita Simanjuntak dari tempat persemayamannya di Asrama Polisi Jalan Binjai Km 15 Diski menuju tempat peristirahatannya terakhir di Taman Makam Bahagia.
Almarhum meninggalkan seorang istri Selma br Sihombing dan satu orang anak, Natanael Simanjuntak yang masih berusia 3,5 tahun.
Pria kelahiran 1981 ini memulai karirnya menjadi seorang anggota polisi di NAD (Nanggroe Aceh Darussalam ) pada tahun 2001. Seluruh keluarga merasa kehilangan atas kepergiannya yang begitu cepat menghadap yang kuasa.
Bripka Anumerta Barita Simanjuntak anak ke 6 pasangan R Simanjuntak dan Erina br Napitupulu ini meninggal dunia saat menjalankan tugasnya mengejar perampok (buronan) di Sei Bilah Pangkalan Berandan pada Selasa (7/8).
Dia tertembak peluru dari salah seorang perampok bernama Julianto yang beberapa hari lalu berhasil melarikan diri dari tahanan Poltabes MS.
Kepergian Bripka Anumerta Barita Simanjutak meninggalkan duka mendalam bagi istri, anak dan keluarganya. Kepedihan tersebut terlihat pada detik-detik pemberangkatan jenazah Barita Simanjuntak ke tempat peristirahatannya terakhir di Taman Makam Bahagia, Medan.
Sementara itu salah seorang kakak korban Asima mengungkapkan, seminggu sebelum peristiwa penembakan tersebut terjadi, Bripka Anumerta Barita Simanjuntak sempat mengatakan kalau dirinya meninggal agar dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Medan agar anak dan istrinya dapat melihatnya.
Jenis Peluru
Sementara itu, Kapoldasu usai acara pemakaman menyebutkan, jenis peluru yang menembus kepala anggota Reskrim Poltabes MS tersebut hingga tewas adalah kaliber 38.
Sekarang ini lanjutnya, seluruh anggota telah diinstruksikan untuk melakukan pengejaran guna menangkap Julianto yang menembak almarhum Barita.” Telah dibentuk Tim untuk melakukan pencaharian terhadap Julianto yang dikenal sebagai gembong perampok bersenjata api antar provinsi itu,” jelasnya. (sib/M27/M18/M16/d)
Posted by: nababan on: 10 Juli 2009
Keberhasilan itu, katanya, pertama, politik makin stabil tanpa gonjang-ganjing seperti periode sebelumnya. Selama lima tahun terakhir juga tidak ada krisis kepemimpinan politik. ”Ini contoh keberhasilan yang mesti disyukuri,” ujar SBY yang dahi dan lehernya bercucuran keringat.
Kedua, hukum, hak asasi manusia, dan korupsi makin tajam, keras, dan menggigit. Lima tahun lalu Indonesia masuk urutan kelima dari bawah negara terkorup, saat ini menjadi nomor 55 dari bawah. ”Sudah 134 pejabat negara yang saya izinkan diperiksa,” ujarnya.
Ketiga, keamanan di Aceh, Poso, Ambon, dan Papua pulih kembali. Kerusuhan yang dulu banyak terjadi, dalam lima tahun terakhir, tidak lagi terjadi.
Keempat, ekonomi tumbuh di atas 6 persen meskipun krisis dunia terjadi. Lima tahun sebelumnya, ekonomi hanya tumbuh 5 persen. ”Ini prestasi yang membanggakan,” ujar SBY.
Lebih rinci SBY menjelaskan, pendapatan negara naik, dari Rp 2.200 triliun menjadi Rp 5.000 triliun. Pendapatan per kepala naik dari 1.200 dollar AS menjadi 2.300 dollar AS. Utang IMF Rp 72 triliun dilunasi empat tahun lebih awal. Rasio utang terhadap pendapatan turun dari 54 persen menjadi 32 persen.
Kelima, kesejahteraan rakyat diklaim meningkat dengan turunnya angka kemiskinan, turunnya jumlah penganggur, naiknya penghasilan pegawai, naiknya anggaran pendidikan, dan digulirkannya banyak program prorakyat, seperti pendidikan dan kesehatan gratis, beras untuk rakyat miskin, dan bantuan langsung tunai.
Keenam, dalam hubungan internasional, Indonesia makin dihargai dan diperhitungkan. Menurut SBY, Indonesia tidak dilecehkan lagi, tetapi justru dihormati bangsa-bangsa di dunia.
”Semua keberhasilan itu bukan hanya kerja satu orang, tetapi seluruh rakyat Indonesia di mana saya adalah pemimpinnya,” ujar SBY.
Di samping keberhasilan itu, SBY mengakui banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dengan kerja keras dan melanjutkan pemerintahan. Pekerjaan rumah itu, antara lain, membuat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan penghasilan masyarakat, menambah pasokan listrik dan energi.
Sebelum berkampanye di GOR Rumbai, SBY didampingi Ny Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono datang ke Pasar Bawah, Pekanbaru. Di sini, SBY menyapa pedagang dan menjelaskan kredit usaha rakyat (KUR) untuk modal usaha.
Seusai kampanye di Pekanbaru, Riau, Sabtu malam, SBY didampingi Ny Ani bersilaturahim dengan ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pondok pesantren se-Sumatera Utara di Asrama Haji, Medan. Saat silaturahim, SBY didoakan para kiai agar meraih kemenangan sehingga dapat melanjutkan kepemimpinan lima tahun mendatang.
Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Blora menemukan tiga pelanggaran dalam acara Deklarasi Tim Kampanye SBY-Boediono Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pelanggaran itu berupa melibatkan anak-anak, menggunakan fasilitas negara, dan melibatkan pegawai negeri sipil (PNS). Deklarasi itu berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Blora, Sabtu
Posted by: nababan on: 10 Juli 2009
WAMENA — Kepolisian Resor Tolikara menduga Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Tolikara, Papua, dibakar massa Aliansi Partai Politik Kecil pada Jumat (10/7). Kebakaran itu diduga dipicu ketidakpuasan massa terhadap hasil Pemilihan Umum 2009 yang berlangsung pada 9 April lalu.
Posted by: nababan on: 9 Juli 2009
Mengucapkan Selamat Berbahagia Atas Pemberkatan Pernikahan
Putra dari Oppu Gomgom Nababan, Bendahara Punguan Tuannahoda Bonapasogit
Pada hari Kamis, 09 Juli 2009 di Gereja GPKB Lumbantongatonga
Semoga menjadi keluarga yang bahagia
dari : Ramlan Nababan, AMd
Posted by: nababan on: 9 Juli 2009
Jakarta - SBY-Boediono diyakini terpilih sebagai pemimpin Indonesia 2009-2014. SBY pun banjir ucapan selamat. Ucapan ini membanjir di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (8/7) pukul 14.40 WIB. SBY mengenakan baju biru dikelilingi oleh keluarganya. Ibu Ani juga banyak mendapat pelukan dan ciuman dari ratusan orang yang berada di Cikeas. Baca entri selengkapnya »
Posted by: nababan on: 8 Juli 2009

Pendukung SBY di Cikeas
BOGOR, - Seratusan warga Puri Cikeas Indah dan sekitarnya rela berpanas-panasan menanti kehadiran calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga mencontreng di TPS 03 Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Rabu (8/7). Baca entri selengkapnya »
Posted by: nababan on: 7 Juli 2009
JAKARTA, (Nababan)- Banyaknya persoalan yang dihadapi di dunia pendidikan Indonesia menimbulkan keprihatinan dari mantan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef, bahwa perbaikan konsep pendidikan saat ini mutlak diperlukan.
Menurutnya, pendidikan di Indonesia harus memiliki konsep atau visi yang jelas ke depan dari seorang pemimpin (Menteri Pendidikan Nasional). Karena, berbicara mengenai pendidikan berarti berbicara mengenai kehidupan di masa depan.
Posted by: nababan on: 7 Juli 2009
Samosir (nababan)
Jelang Pilpres, Wakapolda Brigjend Pol, Reymond Eduard Pakasih memantau langsung persiapan Polres Samosir. Hadir di Samosir dengan menggunakan Helikopter, Jumat (3/7), Reymond disambut hangat oleh Pemkab Samosir.
Di Mapolres Samosir, Reymond memimpin rapat internal serta memberikan pedoman tugas dalam pengamanan Pilpres 2009. Dalam arahannya dia menekankan tiga tugas Polri dalam Pilpres nanti yaitu pengamanan, pengawalan dan menjamin amannya hak demokrasi pemilih. Baca entri selengkapnya »
Komentar Pembaca dari