Pencabulan Anak di Sumut Kian Memprihatinkan

MEDAN  — Kasus pencabulan terhadap anak di Sumatera Utara kian memprihatinkan dan perlu perhatian khusus.

Ilustrasi

Anggota staf Divisi Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia, Mitra Lubis, Jumat (27/1/2012), mengatakan, selama tahun 2011, Pusaka memonitor telah terjadi 186 korban kekerasan terhadap anak di Sumut.

Sebanyak 78 anak di antaranya menjadi korban pencabulan, 58 korban penganiayaan, 29 korban pemerkosaan, selebihnya korban kekerasan berupa sodomi, incest, dan pembunuhan. Usia anak yang menjadi korban antara 13 dan 18 tahun.

More

Wabup Bangkit Silaban SE Lantik Eselon II

Abang Kandung Toluto Jadi Kepala Dipenloka

TARUTUNG- Isu pergantian sejumlah pejabat teras di Pemkab Taput dua minggu lalu terjawab sudah. Kamis (27/1) pukul 15.45 WIB, Wakil Bupati Taput Bangkit Parulian Silaban SE melantik lima pejabat Eselon II di Pendopo samping Rumah Dinas Bupati. Abang kandung Bupati sendiri Torang Lumbantobing (Toluto), Poltak Lumbantobing SH dilantik menjadi Kepala Dipenloka Taput.
Selama ini, Poltak Lumbantobing mengabdi di Pemkab Serdang Bedagai. Kemudian mengundurkan diri dan tanggal 2 Januari 2012 pindah ke Pemkab Taput sebagai staf Badan Perencanaan Daerah (Bapeda). Kemudian, diangkat menjadi Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset (Dipenloka) Taput, menggantikan Ir James Simanjuntak MM.
Sementara James Simanjuntak sendiri dilantik menjadi staf ahli bidang Hukum dan Politik, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 821.22/04/K.BKD/I/2012. Ketiga pejabat lainnya yakni, Sahat Mangapul Sinaga SH dilantik menjadi Staf Sekretariat sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik. More

Ketua DPR: Guru Harus Menjaga Independensi

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengingatkan para guru untuk tetap konsisten mempertahankan independensi, di samping senantiasa meningkatkan profesionalitas.
Para guru jangan terjebak pada kepentingan kelompok atau apalagi menjadi partisan. Hal itu justru akan merugikan dan cenderung melecehkan profesi guru.

Sikap tersebut akan mendorong para guru terus menjalankan perannya sebagai pendidik yang bertanggung jawab mencetak generasi unggul. Para guru jangan terjebak pada kepentingan kelompok, apalagi menjadi partisan. Hal tersebut justru akan merugikan dan cenderung melecehkan profesi guru.

Dengan independensi dan profesionalitas tinggi, menjadikan guru berpikir jernih, dan mengedepankan kepentingan pembangunan dunia pendidikan nasional. Karena hanya dengan pendidikan yang maju, mampu mengubah suatu bangsa tertinggal menjadi unggul. More

Hotma: Kasus Mindo Direkayasa

BATAM – Koordinator penasihat hukum Ajun Komisaris Besar Polisi Mindo Tampubolon, Hotma Sitompul menyatakan kasus kliennya direkayasa. Mereka siap mengajukan bukti rekayasa itu.

Hotma mengungkapkan hal itu dalam sidang Mindo, Kamis (26/1/2012) di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau. Selain advokat kondang itu, Mindo juga dibela oleh delapan pengacara lainnya.

Tim pembela mantan perwira Polda Kepri itu menuding tidak ada bukti untuk menyeret Mindo dalam kasus kematian istrinya, Putri Mega Umboh pada Juni 2011. Mindo dinyatakan sebagai korban rekayasa sejumlah pihak yang antara lain melibatkan para penyelidik Polda Kepri. “Sejak awal penyelidikan kasus ini sudah penuh rekayasa,” ujar Hotma saat membacakan keberatan atas dakwaan jaksa. More

Kantor Bupati Bima di Bakar Massa

MATARAM – Kantor Bupati Bima, Sumbawa, Kamis (26/1/2011) dibakar ribuan pengunjuk rasa. Informasi ini diperoleh Kompas.com dari warga yang dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelumnya sejak menjelang siang, ribuan warga Kecamatan Lambu dan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mendatangi Kantor Bupati Bima, dan berupaya menduduki kantor pemerintah daerah itu, terkait penanganan insiden di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011.

“Kami sedang konsentrasi di depan Kantor Bupati Bima, jumlah massa terus bertambah dan diperkirakan nanti akan mencapai belasan ribu. Kami akan menduduki Kantor Bupati Bima,” kata Delian Lubis, salah seorang koordinator aksi unjuk rasa yang berbicara di kerumunan massa siang tadi. More

Ke Dusun Buntu Raja, Muara, Setelah Tragedi Kasus Begu Ganjang

Anak-anak Idap Sindrom traumatik, Tidur Sering Ketakutan
Tidak hanya perekonomian keluarga 42 terpidana pembunuhan Bilson Simaremare dan keluarga, yang terpuruk pasca kejadian itu. Sebab, pembunuhan sadis tersebut juga berdampak psikologis terhadap anak-anak para terpidana.
Horden, Hengki Tobing-Muara Taput
Sindrom traumatik akibat tragedi 16 Mei 2010 lalu dialami anak-anak di Dusun Buntu Raja, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Sejumlah anak terpidana, Rabu (18/1) dan Kamis (19/1) usai pulang dari sekolah mereka di SD 177664 Sitanggor tampak gugup dengan wajah pucat pasi saat diwawancarai.
METRO mencoba menanyakan apa yang mereka alami dan ketahui saat peristiwa pembunuhan itu. Anto (bukan nama asli) yang masih duduk di bangku kelas IV SD tersebut tampak sangat ketakutan untuk mengungkapkan sepatah kata dari mulutnya.
“Mabiar ahu bang (takut saya bang),” ucap Anto sambil memegang erat beberapa buku tulis di tangannya.
Saat dibujuk, Anto kemudian mengatakan, dirinya sering mengalami mimpi buruk sejak peristiwa tersebut.
“Sering do ahu marnipi-nipi. Molo lao modom borngin, mabiar do ahu torus. Molo lao modom sering do hubege soara asing-asing di luar. Gabe mabiar ahu. Nipikhu pe seram-seram do. Hea marnipi ahu godang na tangis jolma di huta on (Saya sering mimpi seram. Kalau mau tidur malam hari, saya sering ketakutan. Kalau mau tidur sering saya mendengar suara-suara aneh di luar, sayaa jadi takut. Pernah saya mimpi banyak orang menangis di kampung ini),” ungkap Anto.
Hal yang sama juga dikatakan Boy (bukan nama asli). “Ahu pe songonido bang. Asal lao modom, sai mabiar do ahu (Saya pun begitu bang. Setiap mau tidur saya ketakutan),” sebut Boy yang masih duduk di bangku kelas V. More

Minggu 29 Januari, Naipospos Gelar Syukuran

TARUTUNG - Minggu, (29/1) keturunan si raja Naipospos di Bonapasogit berencana menggelar acara syukuran awal tahun di komplek kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Taput.
Acara itu bertujuan untuk mensyukuri berkat yang mereka terima dari Tuhan selama ini. Pada syukuran itu, panitia mengundang Wali Kota Sibolga, Drs HM Syarfi Hutauruk dan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang. Rencananya, kedua pejabat tinggi ini akan diberi “bulang-bulang” sebagai tanda syukur atas keberhasilan kedua putra Naipospos tersebut menjadi kepala daerah.
“Acara syakuran ini diperkirakan dihadiri sekitar 4.500 keturunan Naipospos dari Taput, Tapteng dan Sibolga,” kata Humas Parsadaan Pomparan Siraja Naipospos Taput, Charles Simanungkalit, kepada wartawan, Rabu (25/1) di Tarutung.
“Syukuran ini didukung penetua-penetua Si Raja Naipospos Bonapasogit. Mulai dari marga Toga Marbun dan Toga Sipoholon,” jelas Simanungkalit. More

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.