MENGENAL ULOS BATAK (TOBA)

JENIS DAN TATA CARA PENGGUNAANNYATambahkan Sebuah Gambar

Oleh: Oloan Pardede
Pada jaman dahulu sebelum orang batak mengenal tekstil buatan luar, ulos adalah pakaian sehari-hari. Bila dipakai laki-laki bagian atasnya disebut “hande-hande” sedang bagian bawah disebut “singkot” kemudian bagian penutup kepala disebut “tali-tali” atau “detar”.

Biasa dipakai perempuan, bagian bawah hingga batas dada disebut “haen”, untuk penutup punggung disebut “hoba-hoba” dan bila dipakai berupa selendang disebut “ampe-ampe” dan yang dipakai sebagai penutup kepala disebut “saong”. Apabila seorang wanita sedang menggendong anak, penutup punggung disebut “hohop-hohop” sedang alat untuk menggendong disebut’ “parompa”. Sampai sekarang tradisi berpakaian cara ini masih bias kita lihat didaerah pedalaman Tapanuli. Tidak semua ulos Batak dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ulos jugia, ragi hidup, ragi hotang dan runjat. Biasanya adalah simpanan dan hanya dipakai pada waktu tertentu saja. Lanjutkan membaca “MENGENAL ULOS BATAK (TOBA)”

Panorama Pusuk Buhit

Dengan ketinggian 1995 meter dari permukaan laut, menurut legenda gunung Pusuk Buhit merupakan pemukiman nenek moyang orang Batak yang diturunkan dari langit oleh Mula Jadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa). Nenek moyang orang Batak (Si Raja Batak adalah manusia yang pertama kali diturunkan di Pusuk Buhit) dari ket…urunannya menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Karena itu, Pusuk Buhit dianggap sebagai tempat asal mula orang Batak. Pegunungan dan panorama yang menarik menambah keindahan pemandangan. Di kaki Pusuk Buhit terdapat bangun rumah tradisional Batak. Menurut legenda terjadinya danau Toba dan Pusuk Buhit akibat peristiwa geografis/geologis yang disebut menjadi salah satu keajaiban dunia. Danau Toba yang terbentang dengan luas 1.265 km2, panjang 90 kilometer dengan kedalaman rata-rata 450 meter dan ketinggian 950 meter di atas permukaan laut. Danau Toba merupakan danau yang terluas dan terdalam di dunia sehingga tampak bagai samudera air tawar tak bertepi dengan air jernih. Di atasnya terbentang dari utara ke selatan Pulau Samosir. Lanjutkan membaca “Panorama Pusuk Buhit”

SEJARAH BATAK BERDASARKAN TAHUN

Mainstream dari Suku bangsa Batak mendarat di Muara Sungai Sorkam. Mereka kemudian bergerak ke pedalaman, perbukitan. Melewati Pakkat, Dolok Sanggul, dan dataran tinggi Tele mencapai Pantai Barat Danau Toba. Mereka kemudian mendirikan perkampungan pertama di Pusuk Buhit di Sianjur Sagala Limbong Mulana d…i seberang kota Pangururan yang sekarang. Mitos Pusuk Buhit pun tercipta.

Masih dalam budaya ‘splendid isolation’, di sini, Bangsa Batak dapat berkembang dengan damai sesuai dengan kodratnya. Komunitas ini kemudian terbagi dalam dua kubu. Pertama Tatea Bulan yang dianggap secara adat sebagai kubu tertua dan yang kedua; Kubu Isumbaon yang di dalam adat dianggap yang bungsu.

Lanjutkan membaca “SEJARAH BATAK BERDASARKAN TAHUN”

Aksara Batak dan Sejarahnya

Surat Batak sering diklasifi­kasikan sebagai sebuah silabogram, namum ini jelas keliru karena aksara Batak – sebagaimana juga aksara-aksara lainnya di Nusantara – merupakan bagian dari rumpun tulisan Brahmi (India) yang lebih tepat dapat diklasifikasikan sebagai abugida (paduan antara silabogram dan abjad). Sebuah abugida terdiri dari aksara yang melambangkan sebuah konsonan sementara vokal dipasang pada aksara sebagai diakritik. Abugida adalah jenis tulisan yang bersifat fonetis dalam arti bahwa setiap bunyi bahasanya dapat dilambangkan secara akurat.

Asal Usul Aksara Batak

Lanjutkan membaca “Aksara Batak dan Sejarahnya”

SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu:

1. Guru Tatea Bulan
2. Raja Isombaon

GURU TATEA BULAN

Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Burning, Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

* Putra (sesuai urutan):

1. Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan

2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)

3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).

4. Sagala Raja (keturunannya Sagala) Lanjutkan membaca “SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK”

479 MARGA BATAK

479 MARGA BATAK

Catatan :

Oberlin Sihombing dan Ibu

Berdasarkan abjad

Salah satu versi ada yang menyebutkan 479 marga Batak. Dikutip dari buku: Ruhut-ruhut ni Adat Batak Karya besar : Alm. H.B. situmorang BPK Gunung Mulia, Jakarta – 1983.
A.
1. AMBARITA
2. AMPAPAGA (SIAMPAPAGA)
3. AMPUN (NAHAMPUNGAN)
4. ANGKAT
5. ANGKAT SINGKAPAL
6. ARITONANG
7. ARUAN
Lanjutkan membaca “479 MARGA BATAK”

Herbal: Kemenyan

Pohon Kemenyan (Styrax benzoin) dapat tumbuh di lingkungan yang keras. Kemenyan tumbuh di daerah yang sangat kering dan sangat cocok untuk tanah kapur tinggi dan rendah nutrisi. Bahkan di atas batu pun tanaman ini bisa tumbuh. Sebagai contoh, di Somalia, tanaman ini tidak tumbuh di atas tanah di atas tapi di atas batu …marmer. Pohon kemenyan beradaptasi dengan lingkungan keras dengan cara menggugurkan daunnya.

Sebagaimana diketahui, Kemenyan dimanfaatkan getahnya. Cara menyadap getah Kemenyan mirip dengan menyadap getah pohon karet atau getah pohon pinus. Getah dihasilkan dari pemotongan pada kulit pohon. Getah mengeras dikumpulkan dan digunakan sebagai kemenyan dan mur. Lanjutkan membaca “Herbal: Kemenyan”