ETOS RAJA SISINGAMANGARAJA XII DAN ETOS BATAK

PENDAHULUAN

Kalau kita serius memperingati gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII, maka pertanyaan-pertanyaan di bawah ini perlu kita jawab agar
peringatan istimewa ini memberikan makna sepenuhnya:

1. Bagaimana kita bisa mendapatkan gambaran yang komprehensif, faktual, dan akurat1 tentang Sisingamangaraja XII sehingga sang pahlawan sungguh-sungguh dapat tampil sebagai tokoh sejarah yang darinya orang Batak dan warga negeri ini bisa belajar.

2. Apa persisnya warisan Sisingamangaraja XII bagi orang Batak, dan bagaimana warisan itu bisa diolah menjadi daya vital baru bagi orang Batak sekarang,termasuk bagaimana mewariskannya kepada generasi muda Batak sehingga memberikan kebanggaan sejarah yang sehat.

3. Bagaimana hasisingamangarajaon2 sebagai suatu narasi populer dalam masyarakat Batak memengaruhi praktik habatahon kita dari masa ke masa hingga saat ini? Secara khusus, bagaimana sebaiknya orang Batak menempatkan hasisingamangarajaon dalam pergulatan orang Batak di bidang budaya, politik, dan kemasyarakatan dalam derap maju peradaban dunia sekarang ini? Lanjutkan membaca “ETOS RAJA SISINGAMANGARAJA XII DAN ETOS BATAK”

Iklan

Doa, Ritual 10 Titah dalam Gondang Sipitu dan Adat Batak

Gondang atau Gonrang dalam berbagai acara adat Batak memiliki makna yang cukup luas. Terutama untuk setiap jenis gondang yang dibawakan oleh pemegang alat musik Gondang (gendang), Sarune (sejenis seruling), Hasapi (kecapi) dan Ogung (gong).
Horden Silalahi-Humbahas
Dalam tradisinya, Gondang Batak pertama, tercipta untuk sebuah acara ritual pemujaan terhadap Mula Jadi Nabolon (sang pencipta) yang diyakini memiliki 3 kekuatan besar, yakni Batara Guru, Manggala Bulan dan Debata Sori. Dalam terjemahan kilasnya, Batara Guru adalah sumber kekuatan, Manggala Bulan sebagai sumber rejeki dan berkat, sedangkan Debata Sori adalah sumber sebuah kesucian.
Guna menghormati ketiga kekuatan Mula Jadi Nabolon itu, ritual Gondang Sipitu wajib harus digelar terlebih dahulu yang di ikuti dengan acara ritual penyembelihan ternak kerbau dan ayam berbulu putih (konon kedua ternak itu juga harus yang terpilih dengan ciri-ciri tertentu). Lanjutkan membaca “Doa, Ritual 10 Titah dalam Gondang Sipitu dan Adat Batak”

Potensi Wisata Toba Samosir

I. POTENSI BUDAYA/SEJARAH

Aek Sipitu Dai

1.Kawasan Cagar Budaya Pusuk Buhit dengan tempat bersejarah perkampungan si Raja Batak (perkampungan 5 sub etnis Batak)
2.Batu Sawan (batu mengeluarkan air rasa jeruk purut dan pemandian si Raja Batak
3.Batu Hobon (batu tempat menyimpan harta karun-pusaka orang Batak,
4. Batu Parhusipan;, Batu Pargasipan;
5. Aek Sipitu Dai (mata air 7 rasa, dan pancuran khusus)
6.Aek Siboru Pareme (tempat pemandian khusus),
7. Aek Boras (tempat pengambilan air Guru Tatea Bulan)
8. Patung Guru Tatea Bulan,
9. Aek Rangat (pemandian air panas belerang)
10.Pulau Tulas di Danau Toba kaki Pusukbuhit
11.Perkampungan Si Raja Batak di Sagala Lanjutkan membaca “Potensi Wisata Toba Samosir”

ADA PENDAPAT YANG MENGATAKAN SUKU BATAK SESUNGGUHNYA ADALAH SUKU BATAK EKS WILAYAH TAPANULI UTARA SAJA?

Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Mayoritas orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya bisasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).

Nama kumpulan

Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli.
Sub suku Batak itu dikatakannya adalah terdiri dari :

Lanjutkan membaca “ADA PENDAPAT YANG MENGATAKAN SUKU BATAK SESUNGGUHNYA ADALAH SUKU BATAK EKS WILAYAH TAPANULI UTARA SAJA?”

Batak Menurut William Marsden

Buku History of Sumatra karangan William Marsden yang diterbitkan pada tahun 1811 sebenarnya sudah ada yang diterjemahkan oleh Remaja Rosdakarya di tahun 1999 dan oleh Komunitas Bambu pada tahun 2008.
Apabila anda belum memiliki buku-buku tersebut, maka Batakone mencoba untuk menerbitkan beberapa posting berserial khususnya untuk Bab-20 tentang Batak. Postingan ini tidak diambil dari dua buku terjemahan yang disebutkan di atas tetapi langsung dari teks bahasa Inggris koleksi Universitas Michigan yang dicetak oleh pengarang J. McCreery, dan diterjemahkan secara bebas. Apabila ada interpretasi yang berbeda dengan buku terjemahannya harap dimaklumi.

PENGANTAR

The History of Sumatra adalah sebuah buku yang diterbitkan tahun 1810 oleh penulisnya William Marsden (1754 – 1836). Bukunya edisi-2 diterbitkan pada tahun 1784 sebanyak 373 halaman, dan Edisi-3 – pada tahun 1811 sebanyak 479 halaman berasal dari buku asli koleksi Universitas Michigan yang dicetak oleh pengarang J. McCreery dan dipasarkan oleh Longman, Hurst, Rees, Orme, dan Brown di tahun 1811. Lanjutkan membaca “Batak Menurut William Marsden”

SEJARAH BATAK SECARA KRONOLOGIS

Permulaan Generasi Pertama Manusia

Edward Simanungkalit

Generasi berikutnya mulai melahirkan beberapa kelompok Bangsa. Bangsa Semetik kemudian menurunkan Bangsa Arab dan Israel yang selalu berperang. Khabarnya perpecahan kedua bangsa ini dimulai sejak Nabi Ibrahim. Bangsa Syam yang kemudian dikenal sebagai ras Aryan, menurunkan Bangsa Yunani dan Roma yang menjadi cikal bakal Eropa (Hitler merupakan tokoh ras ini yang ingin memurnikan bangsa Aryan di samping Bangsa Braminik yang chauvinistik dan menjadi penguasa kasta tinggi di agama Hindu), Nordik, Patan, Kaukasian, Slavia, Persia (Iran) dan India Utara (semisal Punjabi, Kashmir dan Gujarat) berkulit putih serta bule-bule lain sebangsanya. Lanjutkan membaca “SEJARAH BATAK SECARA KRONOLOGIS”

Sejarah Letusan Dahsyat Toba

Kaldera Danau Toba. Menurut teori Toba Supereruption atau Youngest Toba Tuff, dahulu kala sebuah gunung meletus dahsyat di tempat yang sekarang menjadi danau Toba. Waktu kejadiannya sekitar 75.000 tahun yang lalu. Letusan gunung ini pada skala 8 VEI (volcanic explosivity index). Skala 8 berarti letusan ini terbesar dibandingkan yang lain. (Kalau skala richter yang terbesar adalah 10). Saking besarnya letusan ini diperkirakan hanya terjadi 2X (dua kali) saja tiap 100.000 tahun.

Yang harus diwaspadai dalam waktu dekat adalah masih ada kemungkinan untuk terjadi letusan dahsyat pada skala 8 VEI lagi di dunia. Kan menurut prediksi para ahli geologi tiap 100.000 tahun terjadi dua kali, sedangkan peristiwa di danau toba sudah 75.000 tahun lewat. Kita hanya bisa berharap kalau memang terjadi, jangan di Indonesia dong. Gantian yang laen masak kita terus, bosen ah. hehehe. Lanjutkan membaca “Sejarah Letusan Dahsyat Toba”