Mempersiapkan Diri Setiap Saat

Renungan

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21 : 8)

Nababan Berdoa

Ketika seseorang bertanya kepada Anda, tentang persiapan apa yang telah Anda lakukan untuk menghadapi hari kematian Anda nanti. Mungkin, mendengar pertanyaan ini Anda akan langsung marah atau menganggap pertanyaan orang tersebut tidak masuk akal. Padahal, kalau kita benar-benar merenungkan segala sesuatu di dalam kehidupan ini tak ada yang kekal dan tak ada yang bisa menduga kapan hidup kita akan berakhir. Lanjutkan membaca “Mempersiapkan Diri Setiap Saat”

Iklan

Kebencian Adalah Adalah Alat Iblis Untuk Membunuh Diri Sendiri

Nababan Berdoa

1 Yoh 3:15 Setiap orang yg membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya (=mati binasa jiwanya).

Kebencian bisa muncul kapan saja, baik saat dihina, diperlakukan tidak adil, tidak dihormati, dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca “Kebencian Adalah Adalah Alat Iblis Untuk Membunuh Diri Sendiri”

Mujizat Penyembuhan

“Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.” (Kisah Para Rasul 3 : 8)

Nababan Berdoa

Kalau Tuhan berkehendak, lewat perantaraan siapa pun seseorang bisa memiliki kekuatan untuk menyembuhkan orang sakit, atau menunjukkan kebe­saran Tuhan lewat mujizat-Nya yang nyata dimata kita. Siapa bisa menduga orang sakit bisa sembuh, orang lumpuh bisa berjalan lewat penumpangan tangan seseorang yang diperkenankan Tuhan untuk menyalurkan kuasa dan mujizat Tuhan. Lanjutkan membaca “Mujizat Penyembuhan”

Menyangkal Tuhan demi Jabatan

“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10 : 33).

Nababan Berdoa

Menyangkal diri sendiri mungkin hal biasa yang kita lakukan untuk menye­lamatkan diri dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Akan tetapi ketika kita me­nyangkal Yesus demi sesuatu mungkin bagi sebagian orang hal biasa juga. Se­lain merasa tidak bersalah, menyangkal Yesus bagi sebagian orang terpaksa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Lanjutkan membaca “Menyangkal Tuhan demi Jabatan”

Bukan Pe­mimpin yang Pura-pura Takut Sama Tuhan

Meneladani Kepemimpinan Musa

Nababan Berdoa

“Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.” (Bilangan 11 : 25)

DALAM perjalanan hidup kita mengikut Tuhan, kita sangat kenal dengan ketokohan Nabi Musa. Musa menjadi pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Tanah Mesir. Tuhan sangat menyayangi Musa dan memberinya kekuatan untuk melepaskan bangsa Israel dan membebaskan bangsa Israel dari kekangan raja Firaun. Lanjutkan membaca “Bukan Pe­mimpin yang Pura-pura Takut Sama Tuhan”

Belajar Mengendalikan Hati

Firman TUHAN kepada Kain : “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?”- (Kejadian 4 : 6)

Nababan Berdoa

Dalam keseharian kita menjalani hidup dimuka bumi ini, seringkali kita tidak bisa mengendalikan hati dan pikiran kita saat ada persoalan yang datang silih berganti. Kadang-kadang persoalan kecil saja telah membuat kita lupa bahwa hati dan pikiran kita terlalu mudah terseret arus amarah yang tidak jelas. Lanjutkan membaca “Belajar Mengendalikan Hati”

Berbuat Kebenaran adalah Benar

Nababan Berdoa

1 Yohanes 3 : 7 – 8 : Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Apakah diantara kita masih ada yang rajin membaca firman TUHAN? Di era teknologi seperti sekarang, kita semakin dimudahkan untuk membaca firman Tuhan dimana saja. Sedang dalam perjalanan dari rumah menuju kantor, di dalam mobil atau moda tranportasi apa pun kita bisa membaca Alkitab dalam berbagai versi (buku Alkitab, Alkitan dalam Android atau yang sudah kita download di dalam laptop kita). Lanjutkan membaca “Berbuat Kebenaran adalah Benar”