Mengendalikan Diri Sendiri

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (2 Timotius 3 : 1 – 4).

Nababan Berdoa

Seringkali dalam menjalani hidup kita tidak bisa mengendalikan diri kita sendiri. Setiap kali ada masalah kita langsung bereaksi dan marah, terkadang kemarahan kita salah arah dan salah tempat. Ini yang jadi masalah. Kita belum bisa mengendalikan diri kita sendiri saat menghadapi sebuah persoalan. Ada kalanya masalah yang datang menimpa kita adalah karena ulah kita sendiri. Lanjutkan membaca “Mengendalikan Diri Sendiri”

Kita Terlalu Sering Bersungut-sungut

“Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.” (Yakobus 5 : 9)

Nababan Berdoa

SETIAP orang pasti pernah bersungut-sungut saat disuruh orangtua atau disuruh guru kelas mengerjakan tugas di rumah. Kebiasaan bersungut-sungut seringkali membuat kita jadi mudah marah, mudah menyerah dan cenderung tidak percaya diri. Bersungut-sungut sesungguhnya tak jauh berbeda dari upaya penolakan kita terhadap sesuatu hal. Apalagi bagi kita mungkin tidak masuk akal, tapi tetap juga diperintahkan. Lanjutkan membaca “Kita Terlalu Sering Bersungut-sungut”

Orang yang Sabar Melebihi Seorang Pahlawan

Nababan Berdoa

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Amsal 16 : 23

BEBERAPA kalimat untuk memotivasi dan membangkitkan semangat orang-orang yang baru saja kehilangan seringkali diucapkan oleh banyak orang. Kali­mat seperti “yang sabar ya, bu.” Atau kalimat “sabar ya, Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk semua kita ciptaan-Nya.” Kata sabar menjadi pendorong semangat kita untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan. Lanjutkan membaca “Orang yang Sabar Melebihi Seorang Pahlawan”

Berbeda Pendapat itu Hal Biasa

Nababan Berdoa

“Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.” – Maleakhi 3 : 18.

Dalam banyak hal, berbeda pendapat itu adalah hal biasa. DKI Jakarta baru saja memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Sumatera Utara juga akan menentukan pemimpin barunya tahun depan. Berbeda pilihan juga adalah hal yang biasa. Kita tidak bisa memaksakan pilihan kita kepada orang lain. Siapa pun yang akhirnya menang dalam pemilihan kepala daerah, yang pilihannya tidak berhasil harus bisa menerima hasil yang nantinya akan diputuskan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lanjutkan membaca “Berbeda Pendapat itu Hal Biasa”

Janji Tuhan Pasti Dipenuhi

Nababan Berdoa

“Jadi seluruh negeri itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorangpun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” Yosua 21 : 43 -45
Lanjutkan membaca “Janji Tuhan Pasti Dipenuhi”

Dilahirkan Kembali dari Roh

DAME MA DIHAMU

Diperkirakan setiap tahun terbit sekitar 300.000 buku baru di seluruh dunia. Sungguh suatu jumlah yang luar biasa! Namun, hanya ada satu buku, yaitu Alkitab, yang paling bertahan di antara semua buku itu.

Apa yang dapat kita katakan mengenai daya tarik “buku tua” ini? Jawabannya sangatlah sederhana. Buku ini adalah firman Allah, yang disampaikan dalam bahasa manusia, dan menceritakan tentang Pencipta kita dan kehendak-Nya atas dunia ini. Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan pengertian yang paling tepat mengenai sifat dasar manusia yang membingungkan, serta alasan kita berbuat sesuatu. Lanjutkan membaca “Dilahirkan Kembali dari Roh”

Berhikmat Tetap Lebih Baik

Damemadihamu

”Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.” Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh. Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.” (Pengkhotbah 9 : 16 – 18)

Berhikmat tetap lebih baik menjadi pilihan judul renungan ini, karena menurut firman Tuhan yang dituliskan dalam Pengkhotbah dengan tegas menyam­paikan bahwa hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang. Lanjutkan membaca “Berhikmat Tetap Lebih Baik”