Pola Tanam Padi di Taput Tak Teratur

PadiTarutung – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Ir Sey Pasaribu mengakui, pola masa bercocok tanam padi sawah di Taput tidak teratur akibat terkendala saluran irigasi.

“Pola tanam padi sawah di Taput tidak teratur dan tidak bisa serempak menanam, karena sampai saat ini kita terkendala saluran irigasi,” ujar Sey Pasaribu kepada wartawan, Kamis, (24/4).

Dia mengatakan, akibat tidak teraturnya pola tanam ini, menimbulkan masa pertumbuhan tanaman tidak bisa serempak. Padahal, situasi seperti ini menimbulkan tanaman mudah diserang berbagai jenis hama seperti tikus, keoang, dan penggerek.

“Dampaknya justru membuat hasil produksi minim, karena pertumbuhan padi rusak diserang hama,” ucapnya.

Lanjutkan membaca “Pola Tanam Padi di Taput Tak Teratur”

Hama Lalat Serang Tanaman Jeruk Manis di Taput

JerukSipoholonSejumlah petani di Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon dan di Desa Sisordak, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengeluhkan banyak hama lalat buah menyerang tanaman jeruk manis, hingga buah dan tanaman rusak.

“Hama lalat buah menyerang tanaman jeruk pada saat mulai berbunga, di situ biji buahnya keluar langsung dihisap sampai buah tidak bisa berkembang dan akhirnya membusuk,”ujar salah seorang petani jeruk manis di Desa Pagar Batu, Rafles Lumbantobing (38) kepada wartawan,Kamis, (23/1).

Dia mengaku, awalnya saat tanaman masih tahap pertumbuhan dan belum ada menunjukkan ada tanda-tanda mengeluarkan buah, hama lalat sebenarnya belum muncul.

“Tapi ketika bunga dan buah mulai keluar, tiba-tiba hama berdatangan entah darimana dan langsung menghisap biji buah,”ucapnya. Lanjutkan membaca “Hama Lalat Serang Tanaman Jeruk Manis di Taput”

Ciptakan Ketahanan Pangan yang Kuat

SIMALUNGUN – Atas berbagai permasalahan petani du Kabupaten Simalungun yang berdampak pada ketahanan pangan, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K dan Hanpang) diharapkan terus memainkan peran sebagai penggerak pembangunan ketahanan pengan.

Kepala BP4K dan Hanpan Kabupaten Simalungun Ir Debora Hutasoit MSi saat acara pertemuan Dewan Ketahanan Pangan (DKP) 2013 di Simalungun City Hotel Pamatang Raya, Selasa, (2/7) mengatakan, pertemuan tersebut membahas tentang tugas dan fungsi DKP serta membahas permasalahan pangan di lapangan.

Menurut Debora, untuk mendukung ketersediaan pangan, sangat dibutuhkan kerjasama berbagai instansi dan tidak hanya BP4K dan Hanpang. Pengaturan pola tanan dan tertib tanam (P2T3) sejak tingkat kecamatan perlu dipacu dan para DKP kecamatan agar langsung memimpin serta melakukan koordinasi dengan para penyuluh dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian di wilayahnya masing-masing. Lanjutkan membaca “Ciptakan Ketahanan Pangan yang Kuat”

Diserang Hama, Petani Kopi Merugi

KopiSipoholon – Ribuan batang tanaman kopi Desa Panggabean dan Desa Tapian Nauli Sipoholon, Taput tidak menghasilkan karena rusak diserang hama . Akibatnya, petani kopi di sana merugi.

M Panggabean (41), salah seorang petani kopi, panen kali ini petani mengalami rugi besar. Hama penyakit menyerang hingga membuat kopi tidak berbuah.

“Kopi yang sudah sempat berbuah menjadi busuk diserang hama. Daun-daun pohon kopi mengering dan membusuk. Musim ini, saya sangat rugi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/5).

Ia mengaku, beberapa jenis obat-obatan sudah dicoba memberantas hama tersebut, namun tidak juga berhasil.

“Kita belum tahu hama jenis apa yang menyerang kopi itu. Kondisi ini sudah setahun. Hama penyakit itu pertama menyerang buah dan daun. Upaya memberantas virus sudah kita lakukan, tapi belum berhasil,” katanya. Lanjutkan membaca “Diserang Hama, Petani Kopi Merugi”

Kebun Jambu Air Termanis dan Termahal di Indonesia

JambuOleh: Wardika Aryandi
Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Binjai, tepatnya di Jalan Kecipir Lingkungan VII Kelurahan Paya Robah Kecamatan Binjai Barat, siapapun pengunjung pasti akan tertarik dengan hamparan pemandangan hijau yang terlihat di kawasan perkebunan buah mini ini.
Dikatakan mini karena areal perkebunan buah yang telah diusahakan sejak dua tahun itu, hanya memiliki luas sekitar 400 meter persegi. Bahkan bisa dikatakan koleksi budidayanya pun cukup terbatas karena hanya terdiri dari beberapa jenis tanaman saja.

Walaupun demikian, nyatanya kebun yang didominasi sekitar ratusan batang tanaman buah lokal Indonesia dari berbagai jenis itu telah menjadi sentra penghasil buah jambu air unggulan di Kota Binjai.

Termanis dan Termahal

Saat dikunjungi Analisa, Kamis (28/2) pagi, Sunardi (43) selaku pengelola kebun mengaku bila jambu air produksinya saat ini telah tercatat sebagai jambu air termanis dan termahal di Indonesia. Lanjutkan membaca “Kebun Jambu Air Termanis dan Termahal di Indonesia”

Petani Humbahas Luncurkan “Sumatra Lintong Coffee”

Dolok Sanggul – Petani organik di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) meluncurkan produk unggulan kopi berstandar internasional dengan lebel Sumatra Lintong Coffee. Produk ini merupakan hasil produksi para petani yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) Petani Organik Mandiri (POM) Humbahas.
Ketua KSU POM Humbahas Gani Silaban kepada Analisa Minggu (3/3) mengatakan, peluncuran produksi kopi berstandar internasional tersebut bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu menjadi gambaran terhadap publik bahwa kwalitas produksi pertanian yang baik dapat memberikan keuntungan yang besar dan mampu berkontribusi untuk pembangunan kesejahteraan warga.

“Jadi kita memasarkan kopi dengan standart internasional. Serta kita juga memberikan produk kopi murni tanpa campuran apapun. Serta kita juga menjamin keseluruhan dari kopi kita organik,” jelasnya. Lanjutkan membaca “Petani Humbahas Luncurkan “Sumatra Lintong Coffee””

Curah Hujan Tinggi Petani Resah Tanaman Cabai Diserang Hama

Tarutung – Sejumlah petani di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, mulai resah akibat curah hujan tinggi di daerah itu. Sebab, setiap kali musim hujan, tanaman cabai terancam diserang hama. Seperti, buah busuk dan daun keriting.

Jika hal itu terjadi, maka petani di daerah ini bakal mengalami kerugian karena berdampak terhadap hasil produksi. Cristina P Lumbantobing (37) salah seorang petani cabai di Tarutung mengaku khawatir atas tingginya curah hujan belakangan ini. “Saya khawatir akan merosotnya hasil produksi dan insensitas serangan hama di musim penghujan seperti sekarang ini. Sebab, kondisi ini berpelung buruk terhadap tanaman,” kata Cristina kepada wartawan, Jumat (12/10) di Tarutung.

Selain itu, sambungnya, kondisi ini juga menyebabkan petani kesulitan mencari biaya tambahan dan menambah hasil produksi. “Kondisi ini memaksa kami mengeluarkan biaya perawatan tambahan, karena dimusim hujan seperti ini cabai banyak busuk. Hal ini menjadi bumerang bagi kami,” terangnya. Lanjutkan membaca “Curah Hujan Tinggi Petani Resah Tanaman Cabai Diserang Hama”