Tiga Pemakai Narkoba Ditangkap

TigTarutung – Satnarkoba Polres Taput menangkap tiga tersangka pemakai narkoba jenis sabu, SHPS, (33), HS, (23), dan MH (36).
Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu. W. Baringbing SH kepada wartawan, Selasa, (11/8) di Mapolres menegaskan, ketiga tersangka ditangkap Senin, (10/8) sore di tempat berbeda.

“Awalnya ditangkap seorang pemakai dan kemudian dikembangkan sehingga berhasil menangkap dua tersangka lagi,” ujarnya.
Selain menangkap ketiga tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu paket sabu, satu tabung kaca pirek, bong, dot warna kuning, tujuh pipet plastik, dan sebungkus rokok.

“Sejumlah barang bukti sudah kita amankan,” ujarnya dan mengatakan, penangkapan dilakukan atas bantuan informasi dari masyarakat.
Baringbing menegaskan, kini ketiga tersangka ditahan di Mapolres Taput mempertanggungjawabkan perbuatannya sekaligus diinterogasi untuk pengembangan lebih lanjut. (can)

Terlibat Narkoba, Briptu Rodo Simanjuntak Dipecat

TARUTUNG – Terbukti terlibat narkoba, oknum polisi Polres Taput Briptu Rodo Saut Simanjuntak (29), dipecat dari keanggotaan Polri. Pemecatan Briptu Rodo dengan NRP 86051906 sesuai sprin Kapolres Taput nomor 328/VI/2015 tertanggal 23 Juni 2015.

“Briptu Rodo Saut Simanjuntak diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti terlibat narkoba. Ia (Briptu Rodo) ditangkap pada 13 Desember 2013 di Sipoholon dan telah menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan,” ujar Kasubag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing SH, usai menggelar upacara pemecatan, Jumat (26/6).

Baringbing, pemecatan itu setelah dilakukan sidang kode etik propessi.
“Pemecatan itu dilakukan sesuai sidang kode etik. Ia juga sedang menjalani masa tahanan di rutan Tarutung,” katanya.

Menurut Baringbing, pemecatan itu sebagai peringatan kepada anggota kepolisian lainnya agar tidak terlibat narkoba dan bentuk kriminal lainnya. Dengan harapan, keterlibatan anggota kepolisian terhadap narkoba dan tindakan kriminal semakin diminimalisir. Lanjutkan membaca “Terlibat Narkoba, Briptu Rodo Simanjuntak Dipecat”

5 Kurir Narkoba Dituntut Mati Sekaligus, Jaksa Agung : Tidak Ada Kompromi

NarkobaJakarta – Perang narkoba yang dikumandangkan Jaksa Agung Prasetyo terus berkobar. Hal itu dibuktikan dengan tuntutan anak buahnya yang baru saja menuntut mati 5 orang kurir narkoba kelas kakap. Tiga orang di Medan dan dua lainnya di Siak, Riau.

“Jaksa Agung HM Prasetyo sudah menyampaikan pesan yang tegas bahwa tidak ada kompromi bagi kejahatan narkotika,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony T Spontana saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/5/2015).

Ketiga terdakwa di Medan yang dituntut itu yakni Hamri Prayoga (33), Rahmat Suwito (31) dan Ramlan Siregar (48). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunitri Sagala meminta nyawa ketiganya dicabut karena kedapatan memiliki 25 kg sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi dengan berat 10 kg. Lanjutkan membaca “5 Kurir Narkoba Dituntut Mati Sekaligus, Jaksa Agung : Tidak Ada Kompromi”

Polres Taput Gagalkan Pengiriman Ganja 13 Kg

GanjaTARUTUNG – Aparat Polres Taput berhasil mengamankan 13 kg ganja kering siap edar. Bersama barang bukti tersebut, polisi juga menahan kurir bernama Firdaus Fatrullah (22), warga Gampong Kandang, Desa Manasah Kandang, Kecamatan Kembang Tanjung, Nanggro Aceh Drusalam (NAD).

Tersangka diamankan dari Bus ALS di jalan lintas Tarutung-Sipirok kilometer 32, Desa Sarulla, Jumat (1/5), saat hendak mengantarkan paket ganja yang dibawa dari terminal bus Lhokseumawe, Aceh kepada seorang pemesan di Solok, Sumatera Barat.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2), Subsider pasal 112 ayat 1, jo 132 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati/seumur hidup paling singkat 6 tahun, maksimal 20 tahun penjara dengan denda maksimum Rp 10 miliar. Lanjutkan membaca “Polres Taput Gagalkan Pengiriman Ganja 13 Kg”

Aku Janji Tak Buat Malu dan Sayang Sama Mama

PilSIANTAR – Pria yang tertangkap membawa 3.000 butir ekstasi di Pekanbaru, Riau, ternyata warga Patuan Anggi Pematangsiantar. Dia adalah anak pemilik Toko Alvin Fishing, toko yang menjual alat-alat pancing.

Ditemui di toko yang beralamat di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pardomuan, Siantar Timur, Awin Nasotion (57), ayah dari Ahmad Alvian Nasution (22), pria yang membawa ekstasi itu, mengaku sangat syok mendengar peristiwa tersebut. Padahal, dari perantauan, Alvian masih sempat mengirim SMS menyampaikan janji tidak membuat malu keluarga.

Dalam pesan singkatnya, Alvian juga mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan pekerjaan baru sebagai supir mobil perusahaan travel.

“Dia sempat mengirim SMS menyebutkan sudah mendapatkan pekerjaan baru. Dia bilang nggak pulang karena sudah kerja. Dia bersama temannya menjadi supir khusus mengantar tamu travel,” ujar Awin. Lanjutkan membaca “Aku Janji Tak Buat Malu dan Sayang Sama Mama”

Digerebek, Eks Polisi Bandar Narkoba Lompat dari Lantai 8 Hotel Berbintang

Mobil yang di dalamnya ada 5.000 ekstasi
Mobil yang di dalamnya ada 5.000 ekstasi

Pekanbaru – Seorang bandar narkoba nekat melompat dari lantai 8 hotel berbintang di Pekanbaru setelah digerebek polisi. Ini merupakan pengembangan dari sopir mobil Avanza yang menabrak Pajero Sport milik polisi yang kemudian dipergoki membawa 5.000 butir ekstasi.

“Tersangka inisial ST melompat dari kamar 801 di Hotel Aryaduta karena digerebek. Dia terlebih dahulu mengunci pintu kamar lantas memecahkan kaca jendela hotel dan melompat,” kata Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana kepada wartawan, Jumat (1/5/2015).

Kompol Iwan menjelaskan, ST merupakan eks anggota polisi yang dipecat pada Januari 2015 lalu. ST mengalami luka cukup parah akibat ulahnya terjun bebas. Dia diamankan di RS Bhayangkara Polda Riau. Lanjutkan membaca “Digerebek, Eks Polisi Bandar Narkoba Lompat dari Lantai 8 Hotel Berbintang”

3 Wanita Diamankan di Kualanamu karena Sembunyikan Sabu di Kemaluan

Medan – Tiga wanita diamankan di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara. Ketiganya diketahui menyimpan sabu di kemaluan. Untuk pengusutan kasusnya, mereka dibawa polisi. Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanmu Dewandono Prasetyo menyebut ketiga wanita tersebut berinisial AN, R dan E dan berasal dari Aceh. Tujuan mereka adalah Lombok, NTB, transit di Badung, Bali. Di Kualanamu, ketiganya diperiksa.

“Mereka gugup saat diperiksa,” kata Dewandono saat dihubungi dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (10/4/2015). Kepada petugas, mereka mengatakan sedang sakit. Kemudian petugas membawa ketiganya ke ruangan khusus. Ternyata di dalam celana dalam dan kemaluan mereka terdapat sabu. “Total seberat 8,17 ons dan dikemas dalam plastik dan ditemukan di kemaluan,” tutur Dewandono.

Sabu itu dibawa 2 wanita, sedangkan satu lainnya nihil. Namun karena berada dalam satu rombongan, ia juga turut diamankan. Setelah terbukti membawa sabu, petugas bandara menghubungi polisi. Kemudian, ketiga wanita itu dibawa ke Polres Deli Serdang. (Detik)