Pemerintah Menyetujui Harga Elpiji 12 Kg Naik

GASJAKARTA — Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral secara prinsip menyetujui rencana PT Pertamina menaikkan harga elpiji isi 12 kilogram secara bertahap. Namun, sebelumnya, rencana itu masih akan ditinjau kembali, misalnya dari sisi segmentasi dan daya beli konsumen.

”Penaikan secara bertahap itu lebih baik daripada naik drastis. Sebagai contoh, lihat saja PT PLN. Mereka juga menaikkan tarif listrik, tetapi masyarakat tidak protes. Itu karena mereka cerdas, harga dinaikkan secara perlahan,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman, di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Per 1 Januari 2014, PT Pertamina sempat menaikkan harga elpiji kemasan tabung 12 kilogram (kg) dengan rata-rata kenaikan harga di tingkat konsumen Rp 3.959 per kg. Karena menimbulkan kekisruhan, melalui konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pertamina merevisi besaran kenaikan harga elpiji 12 kg menjadi sekitar Rp 1.000 per kg. Lanjutkan membaca “Pemerintah Menyetujui Harga Elpiji 12 Kg Naik”

Raskin Juga Diterima Orang Kaya

RaskinJAKARTA –Penerima beras untuk orang miskin tidak hanya kelompok masyarakat miskin. Lebih dari separuh penduduk Indonesia menerima beras untuk orang miskin, sekitar 12,5 persen bahkan kelompok orang kaya.Hal itu terungkap dalam Lokakarya Nasional Evaluasi Program Raskin, Senin (20/1/2014), di Jakarta, yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menjelaskan, beras untuk rakyat miskin (raskin) bukan hanya bermanfaat membantu rakyat yang kurang mampu, melainkan menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah atau menahan laju inflasi.

Sutarto juga mengusulkan, jika nanti jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin diturunkan dari 15,5 juta orang menjadi 4,99 juta orang pada tahun 2018, volume beras yang diberikan kepada RTS dinaikkan dari 15 kilogram (kg) menjadi 40 kg-45 kg.

Kepala Kelompok Kerja Pengendali Kluster 1 Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sri Kusumastuti Rahayu mempertanyakan kecilnya volume raskin yang diterima RTS. Dari yang dialokasikan 15 kg per RTS, kenyataan di lapangan ada yang hanya menerima 5 kg. Lanjutkan membaca “Raskin Juga Diterima Orang Kaya”

Inalum Resmi jadi Milik Indonesia

InalumJAKARTA – PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) resmi mengakhiri perjanjian kontrak kerjasama dengan Nippon Asahan Alumunium (NAA), konsorsium perusahaan Jepang. Lalu siapa yang akan ditunjuk pemerintah untuk memimpin Inalum? Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku menyerahkan sepenuhnya penunjukan direksi Inalum pada Kementerian BUMN.

“Untuk pertanyaan itu kami serahkan pada Pak Dahlan selaku Menteri BUMN. Tentu itu dilakukan setelah konsolidasi tanggal 19 Desember 2013 di Kementerian BUMN. Masalah manajemen Inalum tidak kita bahas hari ini,” terangnya di gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (9/12). Lebih lanjut, Hidayat berkeinginan membawa Inalum bisa lebih maju lagi saat dikuasai oleh Indonesia. Karenanya dia juga akan mengawasi bersama Menteri Keuangan Chatib Basri.

”Kami ingin membuat Inalum jadi andalan Indonesia, karena ini baru pertama kalinya Indonesia mengambil alih saham kembali seratus persen. Saya nanti bersama Pak Chatib akan ikut membantu mengawasi Inalum, membantu Kementerian BUMN,” kata Hidayat. Lanjutkan membaca “Inalum Resmi jadi Milik Indonesia”

Bersama Mensejahterakan Masyarakat

Oleh: Fahrin Malau
SIAPA sangka, Amerika Serikat yang dikenal negara super power dan memiliki ekonomi yang kuat, tahun 2008 lalu mengalami krisis moneter. Di tengah-tengah kesulitan keuangan, Amerika Serikat mencoba untuk bangkit kembali. Para pengamat keuangan memperkirakan, Amerika Serikat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kembali perekonomian.

Krisis moneter bisa saja terjadi semua negara, tidak terkecuali negara maju. Semua terpulang kepada masing-masing negara, bagaimana dalam mengelola keuangan. Semakin baik dalam mengelola keuangan, kemungkinan negara mengalami krisis moneter semakin kecil.

Indonesia salah satu negara yang memiliki landasan ekonomi yang cukup kuat. Gagasan yang dituangkan Bung Hatta yakni koperasi. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam koperasi menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Tidaklah berlebihan kalau Bung Hatta mengatakan “Bukan koperasi namanya manakala didalamnya tidak ada pendidikan tentang koperasi”.

Keyakinan Bung Hatta bahwa prinsip-prinsip koperasi yang dilahirkan tahun 1947 lalu mampu sebagai penopang perekonomian telah dibuktikan sewaktu Indonesia dilanda krisis moneter. Pada krisis moneter akhir tahun 1998, banyak lembaga keuangan seperti bank yang mengalami likuiditas karena kredit macat. Koperasi mampu bertahan dalam menopang banyak UMKM untuk tetap eksis. Lanjutkan membaca “Bersama Mensejahterakan Masyarakat”

Hatta Klaim Penyaluran BLSM Baik

Jakarta – Pemerintah berharap penyaluran Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dipercepat oleh PT Pos Indonesia. Pemerintah ingin agar penyaluran seluruh KPS yang berjumlah sekitar 15,5 juta sudah rampung pada 1 Juli 2013 .

“Kami inginkan PT Pos cepat menyalurkan kartu-kartu yang sebagian harus disalurkan. Pada 1 Juli diharapkan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia sudah tersalurkan,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Hatta mengatakan, laporan yang dia terima, penyaluran KPS sampai pencairan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di 14 kota besar berjalan lancar. Kondisi itu, kata dia, lebih baik ketimbang program bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2005 dan 2008.

Dengan KPS, Hatta yakin tingkat penyimpangan akan lebih kecil dibanding program BLT. Pasalnya, dalam KPS terekam data pemilik. Adapun BLT hanya berupa kupon sehingga bisa dijual. Lanjutkan membaca “Hatta Klaim Penyaluran BLSM Baik”

Kantor Pos Belum Dibuka, Antrean Penerima BLSM Sudah Mengular

Solo – Setelah sempat tertunda, pembagian Solobantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kota Solo mulai dilakukan pada Senin (24/6/2013). Salah satunya kepada 1.800 rumah tangga sasaran (RTS) di Kelurahan Nusukan, Solo.

Masyarakat Nusukan mendatangi kantor pos sejak pagi untuk mendapatkan antrean terdepan. Akibatnya, antrean sudah mengular hingga pintu gerbang kantor pos.

“Kita sebetulnya mulai melayani warga pukul 8, namun sejak pukul 7 pagi warga sudah mulai berdatangan untuk mengantre di depan” kata Andi, Kepala Cabang Kantor Pos Nusukan, Solo kepada wartawan, hari ini Senin (24/06). Lanjutkan membaca “Kantor Pos Belum Dibuka, Antrean Penerima BLSM Sudah Mengular”

Harga BBM Naik, Ini yang Didapat Rakyat Miskin

Pemerintah Beri Bantuan Rp 250 Juta Per Desa/Kelurahan

Jakarta — Kepala Bappenas Armida Alisjahbana merinci dua program utama sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Program pertama adalah Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (PPPS), yang terdiri dari beasiswa siswa miskin, Program Keluarga Harapan (PKH), dan beras miskin (raskin). Sementara itu, program kedua adalah program khusus, yakni Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan infrastruktur dasar.

Beasiswa siswa miskin ditingkatkan menjadi 16,6 juta siswa. “Peningkatan unit cost per siswa per tahun masing-masing Rp 450.000 per tahun untuk siswa SD atau sederajat, Rp 750.000 per tahun untuk siswa SMP atau sederajat, Rp 1 juta per tahun untuk siswa SMA atau sederajat, ditambah bantuan buku, seragam, dan alat tulis,” kata Armida. Lanjutkan membaca “Harga BBM Naik, Ini yang Didapat Rakyat Miskin”