Sah, Inilah Uang NKRI yang Diterbitkan pada 17 Agustus

UangJAKARTA – Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah mengumumkan uang Rupiah kertas pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi 2014 mulai diberlakukan, dikeluarkan, dan diedarkan di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2014.

Secara umum, desain uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi 2014 tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan uang Rupiah kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2004 yang beredar saat ini.

“Perbedaan utama antara lain dikenali dari frasa ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’ pada bagian muka dan belakang uang dan penandatangan uang dari yang sebelumnya Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resminya, Kamis (14/8/2014). Lanjutkan membaca “Sah, Inilah Uang NKRI yang Diterbitkan pada 17 Agustus”

Ini 10 Besar Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

BankJAKARTA – Perlambatan ekonomi membuat bank tertatih-tatih membukukan kredit. Akibatnya, peta pasar perbankan Tanah Air berdasarkan jumlah aset mengalami perubahan.

Di sepanjang semester I lalu, Bank Mandiri masih kokoh berdiri sebagai jawara dengan total aset mencapai Rp 674,74 triliun per Juni tahun ini. Angka ini naik 14,08 persen dari tahun sebelumnya.

Kendati menyandang gelar bank dengan laba paling jumbo, aset Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih belum menikung saudara kandungnya. Bank spesialis kredit mikro ini membukukan pertumbuhan kredit 15,54 persen menjadi Rp 621,98 triliun. Sejatinya, tidak ada perubahan di peringkat lima besar. Persaingan sengit memupuk aset justru terjadi di kalangan bank menengah alias peringkat aset enam hingga sepuluh besar. Lanjutkan membaca “Ini 10 Besar Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia”

“Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta” Borong Saham Grup MNC Rp 869 Miliar

SahamJAKARTA – Satu broker asing mengungkapkan ada investor yang bernama “Tanoesoedibyo Prabowo-Hatta”, memborong saham-saham Grup MNC beberapa waktu lalu dengan nilai Rp 869,81 miliar.

Dari data yang diperoleh Kompas.com, jumlah tersebut merupakan akumulasi pembelian oleh investor yang bernama “Tanoesoedibyo Prabowo-Hatta” itu.

Adapun perincian pembelian itu adalah saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebesar Rp 712,68 miliar. Selain itu, saham yang dibeli adalah PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai Rp 33,38 miliar, PT MNC Land Tbk (KPIG) Rp 111,98 miliar dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp 11,76 miliar.

Dengan aksi borong saham itu, “Tanoesoedibyo Prabowo-Hatta” tercatat sebagai salah satu pemegang saham saham publik terbesar dalam setahun ini. Semisal pada saham BHIT, investor itu menempati posisi ketiga investor publik terbesar setelah UOB Kay Hian Pte.Ltd dan UBS AG/Singapore Lanjutkan membaca ““Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta” Borong Saham Grup MNC Rp 869 Miliar”

Pemerintah Menyetujui Harga Elpiji 12 Kg Naik

GASJAKARTA — Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral secara prinsip menyetujui rencana PT Pertamina menaikkan harga elpiji isi 12 kilogram secara bertahap. Namun, sebelumnya, rencana itu masih akan ditinjau kembali, misalnya dari sisi segmentasi dan daya beli konsumen.

”Penaikan secara bertahap itu lebih baik daripada naik drastis. Sebagai contoh, lihat saja PT PLN. Mereka juga menaikkan tarif listrik, tetapi masyarakat tidak protes. Itu karena mereka cerdas, harga dinaikkan secara perlahan,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman, di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Per 1 Januari 2014, PT Pertamina sempat menaikkan harga elpiji kemasan tabung 12 kilogram (kg) dengan rata-rata kenaikan harga di tingkat konsumen Rp 3.959 per kg. Karena menimbulkan kekisruhan, melalui konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pertamina merevisi besaran kenaikan harga elpiji 12 kg menjadi sekitar Rp 1.000 per kg. Lanjutkan membaca “Pemerintah Menyetujui Harga Elpiji 12 Kg Naik”

Raskin Juga Diterima Orang Kaya

RaskinJAKARTA –Penerima beras untuk orang miskin tidak hanya kelompok masyarakat miskin. Lebih dari separuh penduduk Indonesia menerima beras untuk orang miskin, sekitar 12,5 persen bahkan kelompok orang kaya.Hal itu terungkap dalam Lokakarya Nasional Evaluasi Program Raskin, Senin (20/1/2014), di Jakarta, yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menjelaskan, beras untuk rakyat miskin (raskin) bukan hanya bermanfaat membantu rakyat yang kurang mampu, melainkan menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah atau menahan laju inflasi.

Sutarto juga mengusulkan, jika nanti jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin diturunkan dari 15,5 juta orang menjadi 4,99 juta orang pada tahun 2018, volume beras yang diberikan kepada RTS dinaikkan dari 15 kilogram (kg) menjadi 40 kg-45 kg.

Kepala Kelompok Kerja Pengendali Kluster 1 Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sri Kusumastuti Rahayu mempertanyakan kecilnya volume raskin yang diterima RTS. Dari yang dialokasikan 15 kg per RTS, kenyataan di lapangan ada yang hanya menerima 5 kg. Lanjutkan membaca “Raskin Juga Diterima Orang Kaya”

Inalum Resmi jadi Milik Indonesia

InalumJAKARTA – PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) resmi mengakhiri perjanjian kontrak kerjasama dengan Nippon Asahan Alumunium (NAA), konsorsium perusahaan Jepang. Lalu siapa yang akan ditunjuk pemerintah untuk memimpin Inalum? Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku menyerahkan sepenuhnya penunjukan direksi Inalum pada Kementerian BUMN.

“Untuk pertanyaan itu kami serahkan pada Pak Dahlan selaku Menteri BUMN. Tentu itu dilakukan setelah konsolidasi tanggal 19 Desember 2013 di Kementerian BUMN. Masalah manajemen Inalum tidak kita bahas hari ini,” terangnya di gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (9/12). Lebih lanjut, Hidayat berkeinginan membawa Inalum bisa lebih maju lagi saat dikuasai oleh Indonesia. Karenanya dia juga akan mengawasi bersama Menteri Keuangan Chatib Basri.

”Kami ingin membuat Inalum jadi andalan Indonesia, karena ini baru pertama kalinya Indonesia mengambil alih saham kembali seratus persen. Saya nanti bersama Pak Chatib akan ikut membantu mengawasi Inalum, membantu Kementerian BUMN,” kata Hidayat. Lanjutkan membaca “Inalum Resmi jadi Milik Indonesia”

Bersama Mensejahterakan Masyarakat

Oleh: Fahrin Malau
SIAPA sangka, Amerika Serikat yang dikenal negara super power dan memiliki ekonomi yang kuat, tahun 2008 lalu mengalami krisis moneter. Di tengah-tengah kesulitan keuangan, Amerika Serikat mencoba untuk bangkit kembali. Para pengamat keuangan memperkirakan, Amerika Serikat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kembali perekonomian.

Krisis moneter bisa saja terjadi semua negara, tidak terkecuali negara maju. Semua terpulang kepada masing-masing negara, bagaimana dalam mengelola keuangan. Semakin baik dalam mengelola keuangan, kemungkinan negara mengalami krisis moneter semakin kecil.

Indonesia salah satu negara yang memiliki landasan ekonomi yang cukup kuat. Gagasan yang dituangkan Bung Hatta yakni koperasi. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam koperasi menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Tidaklah berlebihan kalau Bung Hatta mengatakan “Bukan koperasi namanya manakala didalamnya tidak ada pendidikan tentang koperasi”.

Keyakinan Bung Hatta bahwa prinsip-prinsip koperasi yang dilahirkan tahun 1947 lalu mampu sebagai penopang perekonomian telah dibuktikan sewaktu Indonesia dilanda krisis moneter. Pada krisis moneter akhir tahun 1998, banyak lembaga keuangan seperti bank yang mengalami likuiditas karena kredit macat. Koperasi mampu bertahan dalam menopang banyak UMKM untuk tetap eksis. Lanjutkan membaca “Bersama Mensejahterakan Masyarakat”