Ugamo Malim Gelar Ibadah Sipaha Lima, “Paling Sakral, sebagai Ungkapan Terimakasih kepada Pencipta”

MalimLaguboti – Senin (18/7) pagi itu di Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, tampak cerah. Hembusan angin yang agak dingin pun membuat pagi itu terasa istimewa. Dan, semakin istimewa karena di lokasi itu digelar ibadah Sipaha Lima. Lanjutkan membaca “Ugamo Malim Gelar Ibadah Sipaha Lima, “Paling Sakral, sebagai Ungkapan Terimakasih kepada Pencipta””

Iklan

Bangkitkan Pemahaman Habatahon

TobaTOBASA – Bagi masyarakat adat Batak, panen adalah kebahagiaan berlimpah. Sehingga sebagai tradisi bangsa Batak pasca panen, dilakukan kegiatan Gondang Naposo sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada Ompung Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa). Tradisi masyarakat adat Batak tersebut terbit kembali dalam suatu even berbasis budaya dan lingkungan.

Ketua panitia Boy Raja Marpaung mengatakan, pesta budaya dan lingkungan diselenggarakan atas kerja sama Ruma Parguruan, Komintas Pemuda Parmaksian (KOMPAK) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak. Even yang diselenggarakan 4-5 September ini dimaksudkan untuk mempertahankan budaya sekaligus sebagai wujud pelestarian lingkungan. Pesta budaya dan lingkungan yang digagas Ruma Parguruan ini baru pertama kali terselenggara.

“Even ini bertujuan untuk mempertahankan budaya, melestarikan lingkungan, mengenalkan kembali benda-benda khas Batak seperti hujur (tombak), piso (parang), hudon tano (periuk tanah). Terkahir, sebagai penggalangan dana untuk Ruma Parguruan,” terangnya. Lanjutkan membaca “Bangkitkan Pemahaman Habatahon”

Jenis-jenis Tortor dalam budaya Batak

TumbaDalam artikel sebelumnya telah di jelaskan makna dan arti tari tortor dalam kehidupan sosial masyarakat batak (baca: mengupas sejarah dan makna tari tortor). Tortor sangat memegang peranan penting dalam berbagai tatanan kehidupan suku batak, mulai dari ritual upacara, hiburan, religius dan sebagainya. Tapi taukah anda bahwa tortor juga bisa digolongkan dalam berbagai jenis, sesuai dengan tatacara pelaksanaan, lagu dan nada yang digunakan, atau irama gerakan dalam manortor. Nah dibawah ini kami akan mencoba jelaskan perbedaannya, kiranya setelah membaca artikel ini, anda mampu mengolongkan tari tortor dalam kehidupan sehari-hari.

a. Tumba
yaitu suatu tarian bagi anak remaja, biasanya dilakukan malam hari di halaman desa, dan peristiwanya terlepas dari konteks upacara. Tumba mirip dengan joting tetapi semua pemainnya berdiri dan menari bergerak seragam sambil bernyanyi.
Gerakannya didominasi gerakan tortor, tetapi ada kombinasi gerakan hentakan kaki dan mengayun disertai menepuk lutut dengan kedua tangan dilanjutkan dengan bertepuk tangan.
Paduan gerak dan nyanyian ini disebut Tumbas. Sementara dalam syair lagunya ada kata tumba.
Tumba adalah syairnya, embas adalah gerakannya. Pemakaian kata tumba dipopulerkan karena embas tortor batak semakin dihilangkan dan telah didominasi budaya joget melayu. Lanjutkan membaca “Jenis-jenis Tortor dalam budaya Batak”

Pemkab Humbahas Lestarikan Alat Musik dan Budaya Batak

BudayaDolosanggul – Belakang ini alat musik tradisonal batak sudah sangat gampang didapati. Dan tidak banyak lagi orang yang bisa memainkan alat musik tersebut. Berangkat dari hal ini, Pemkab Humbahas menggelar pelatihan dan pembinaan instruktur alat musik tradisional batak kepada guru-guru kesenian sekolah, dengan harapan ditularkan kepada siswa. Pelatihan itu digelar di Aula Hutamas, Humbahas mulai dilaksanakan, Selasa-Kamis (3-5/6).

Hadir pada kesempatan itu sekaligus sebagai pemateri, Maestro batak sekaligus doses kehormatan USU, Marsianus Sitohang, ketua jurusan seni pasca sarjana USU Drs Irwansyah MS dan dosen seni pasca sarjana USU, Dra Rithaony Hutajulu MA.

Irwansyah, kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Humbahas ini perlu dijadikan sebagai agenda rutin untuk menjaga dan melestarikan budaya batak. Sebab jika tidak demikian, lama kelamaan budaya batak itu termasuk alat-alat musik tradisionalnya akan hilang sendirinya. Lanjutkan membaca “Pemkab Humbahas Lestarikan Alat Musik dan Budaya Batak”

Humbahas Bina Instruktur Musik Tradisional Batak

MusikDolok Sanggul –  Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) memperkuat pendidikan musik tradisional dengan melakukan pelatihan dan pembinaan instruktur alat musik tradisional batak. Dalam pelatihan yang akan digelar tiga hari tersebut Pemkab Humbahas menghadirkan Maestro Batak sekaligus Dosen Kehormatan Universitas Sumatera Utara (USU) Marsius Sitohang, Akademisi Ketua Program Studi Magister Pengkajian Seni dan Penciptaan, Pascasarjana USU, Irwansyah Harahap dan Dosen Pascasarjana USU Rita Ony Sirait, di aula Hutamas Dolok Sanggul, Selasa (3/6)

Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata, Pemkab Humbahas MPR Manullang mengatakan, pemberian pelatihan dan pembinaan terhadap guru kesenian di masing-masing sekolah di Humbahas adalah kelanjutan dan semangat berbudaya yang diprogramkan pemerintah kabupaten.

Pasalnya, saat ini terjadi pergeseran yang menyebabkan banyaknya warisan budaya yang tidak dapat dilestarikan dengan baik. Sehingga sebelum keseluruhan dari bagian tradisi tersebut punah, maka pihak pemkab melaksanakan pelatihan pembinaan instruktur alat musik tradisional batak. Lanjutkan membaca “Humbahas Bina Instruktur Musik Tradisional Batak”

Ir Leo Nababan akan Kumpulkan “Halak Hita” dari Pelosok Dunia Lewat Dispora Batak di Parapat

Medan – Kecintaan Ir Leo Nababan terhadap orang Batak dan Tanah Batak kian begitu besar, pemikirannya selalu tercurah bagaimana orang Batak bersatu dan bona pasogit terhapus dari peta kemiskinan. Rasa bangganya terhadap Batak selalu dibawa-bawanya sampai ke 48 negara yang pernah dia kunjungi, karena orang Batak memiliki budaya yang kaya struktur keturunan (marga) yang tertata rapi dan lestari sampai abad ini.

Atas kecintaannya itu Ir Leo Nababan (Staf Khusus Menko Kesra RI) menggagas Dispora Batak dan Kongres Batak sedunia. Bersama Ir Donald Sihombing (Dirut PT Totalindo). Leo mengundang orang-orang Batak yang ada di luar negeri berkongres di Parapat awal tahun 2015 untuk memikirkan masa depan Tanah Batak. Semua orang Batak dari di belahan dunia akan hadir, termasuk Nadya Hutagalung dan pesepakbola AS Roma Radja Nainggolan. Ada juga marga Sianipar dari Hinalang, Tobasa yang kini menjadi Quality Control jam Rolex Swiss serta ribuan lagi orang Batak yang berhasil di manca negara.

“Dana sudah kami persiapkan bersama Donald Sihombing, semua hotel di Parapat akan dibooking, kita akan bernyanyi bergembira ria sambil manortor disana, kemudian membahas bagaimana membangun Tano Batak, mereka akan menyumbangkan fikiran dan dana untuk bona pasogit. Ini adalah konsep Marsipature Hutana Be seperti yang pernah dicanangkan almarhum Raja Inal Siregar ketika menjadi Gubsu dua periode. Ini adalah diaspora Batak, mungkinkah diaspora Batak terjadi? Tidak ada yang mustahil bagi Allah,” ucap Leo kepada wartawan, Sabtu (5/4) di Medan.

Lanjutkan membaca “Ir Leo Nababan akan Kumpulkan “Halak Hita” dari Pelosok Dunia Lewat Dispora Batak di Parapat”

Menampilkan Sendratari Pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII

Raja SMBalige – Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar persembahan Malam Kesenian Tobasa di arena Pekan Raya Sumatera Utara PRSU), Kamis (3/4) di Medan.

Pagelaran malam kesenian ini, dengan persembahan puncak dengan pementasan Sendratari Pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII oleh Sanggar Lusido Ajibata, berhasil memukau ribuan pasang mata pengunjung open stage arena PRSU.

Lanjutkan membaca “Menampilkan Sendratari Pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII”