Tugu Oppu Raja Nauli Nababan di Bangun

Paranjoan – Untuk melestarikan adat Batak  Pomparan Oppu Raja Nauli membangun Tugu Oppu Raja Nauli Nababan di Dusun Paranjoan Desa Lumbantongatonga, acara peletakan batu pertama tugu dilakukan oleh Pembina Pomparan Raja Nauli Dr Capt Anton Sihombing Nababan, SE, MM, MSc, Sabtu (29/02) di Paranjoan dihadiri pomparan Oppu Rajanauli Bona Pasogit dan utusan dari anak perantau Jakarta, Medan dan daerah lainnya. (ramlan)

Bupati Taput Terima Panitia Partangiangan ke 64 PBMNBB

Panitia Partangiangan ke 64 PBMNBB se Tapanuli Raya

Tarutung – Panitia Partangiangan Ke-64 Parsadaan Borsak Mangatasi Nababan BoruBere/Ibere (PBMNBB) se-Tapanuli Raya ramah tamah dengan Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi di Rumah Dinas Bupati. Ketua Umum Panitia DR Liberty Nababan, Sekum Mardostahi Nababan ST, Bendahara Umum Joshua Situmeang SSos dan dilengkapi seksi-seksi. (ramlan nababan)

 

Ugamo Malim Gelar Ibadah Sipaha Lima, “Paling Sakral, sebagai Ungkapan Terimakasih kepada Pencipta”

MalimLaguboti – Senin (18/7) pagi itu di Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, tampak cerah. Hembusan angin yang agak dingin pun membuat pagi itu terasa istimewa. Dan, semakin istimewa karena di lokasi itu digelar ibadah Sipaha Lima. Lanjutkan membaca “Ugamo Malim Gelar Ibadah Sipaha Lima, “Paling Sakral, sebagai Ungkapan Terimakasih kepada Pencipta””

Bangkitkan Pemahaman Habatahon

TobaTOBASA – Bagi masyarakat adat Batak, panen adalah kebahagiaan berlimpah. Sehingga sebagai tradisi bangsa Batak pasca panen, dilakukan kegiatan Gondang Naposo sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada Ompung Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa). Tradisi masyarakat adat Batak tersebut terbit kembali dalam suatu even berbasis budaya dan lingkungan.

Ketua panitia Boy Raja Marpaung mengatakan, pesta budaya dan lingkungan diselenggarakan atas kerja sama Ruma Parguruan, Komintas Pemuda Parmaksian (KOMPAK) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak. Even yang diselenggarakan 4-5 September ini dimaksudkan untuk mempertahankan budaya sekaligus sebagai wujud pelestarian lingkungan. Pesta budaya dan lingkungan yang digagas Ruma Parguruan ini baru pertama kali terselenggara.

“Even ini bertujuan untuk mempertahankan budaya, melestarikan lingkungan, mengenalkan kembali benda-benda khas Batak seperti hujur (tombak), piso (parang), hudon tano (periuk tanah). Terkahir, sebagai penggalangan dana untuk Ruma Parguruan,” terangnya. Lanjutkan membaca “Bangkitkan Pemahaman Habatahon”