Jangan Lagi Minum Air Danau Toba

Oleh : Thompson Hutasoit

Air Danau Toba dapat lang­sung di­mi­num. Itu dulu, sampai tahun 1980-an. Orang-orang yang lahir dan bertumbuh di sana sampai pada tahun-tahun itu dapat men­jadi saksi. Berlin Simarmata salah satu­nya, me­ngakui dalam diskusi publik yang berjudul Menakar Dampak Pence­ma­ran Ling­kungan Terhadap Perkem­ba­ngan Pariwisata Danau Toba. Kebe­tu­lan Berlin Simarmata sekaligus sebagai sa­lah satu pembicara dalam diskusi yang ber­langsung di Aula Bina Media Medan itu.

Acara berlangsung pada Selasa, 16 Juli 2019 mulai sekitar pukul 09.00 sampai waktu makan siang, dengan panitia pelaksana dari Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba. Amrin Simbolon sebagai ketua aliansi tersebut juga salah satu pembicara, selain Jhon Fawer Siahaan (Institut Sumatera), Bayu Nasution (mewakili Badan Lingkungan Hidup Sumut), dan Arie Prasetyo (Direktur Utama BPODT). Acara ini terlaksana atas sokongan BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) yang dihadiri kebanyakan mahasiswa yang berasal dari sejumlah tempat di sekitar Danau Toba. Lanjutkan membaca “Jangan Lagi Minum Air Danau Toba”

Mengajarkan Pendidikan Pancasila Sejak Dini

Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang merupakan hasil kesepa­katan bersama para pendiri negara. Dalam kesepakatan itu pun tak ada ego sektoral, menyingkirkan segala perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan. Semua bersedia dan sepakat akan Pancasila sebagai ideologi kita. Sebab itu, Pancasila begitu penting.

Pelajaran Pancasila penting sekali semakin dikuatkan, bahkan diminta diaplikasikan dalam kehidupan, terutama bagi anak-anak sejak dini pun diminta dikuatkan lagi pelajaran dan pengenalan Pancasila di dalam kehidupan sekolah dan keluarga. Pancasila penting diperkenalkan bagi anak-anak kita agar mereka tahu bahwa Pancasila itu adalah pedoman hidup kita. Pancasila itu sumber dari segala sumber hukum yang juga mampu menyatukan kita dari segala perbedaan yang ada. Lanjutkan membaca “Mengajarkan Pendidikan Pancasila Sejak Dini”

Dekat dengan Ibu Punya 5 Manfaat Kesehatan Tersendiri, Lho!

Kasih sayang seorang ibu bisa menenangkan

Ibu akan selalu diagungkan dan dipuja sebagai alasan terbesar kita hidup di dunia. Seorang ibu takkan pernah tergantikan, dan ternyata menjadi seorang anak yang dekat dengan ibu punya manfaat kesehatan tersendiri.

“Hubungan pertama seorang anak adalah dengan ibunya, yang bertindak sebagai contoh, yang akan membentuk kapasitas sang anak secara permanen ke hubungan emosional nantinya,” kata Allan Schore, PhD, psikiater dan dosen di University of California, Los Angeles, dikutip dari Everyday Health.

Beberapa studi terbaru mendukung teori ini, mengungkapkan bahwa ikatan maternal (dengan ibu) berdampak pada otak, jantung, tubuh, kasih sayang dan bahkan kehidupan seksual kita. Berikut adalah 5 manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menjadi ‘anak ibu’.

Aek Sipitu Dai… Sumber Air dengan Tujuh Rasa Berbeda

’’BAGAIMANA rasanya?’’ tanya Pasogit Limbong kepada Jawa Pos (grup New Tapanuli). Setangkup air dari pancuran baru saja berpindah dari tangan ke mulut. Rasanya tak seperti air mineral pada umumnya. Terasa agak asam.

’’Rasanya memang bisa beda di lidah masing-masing orang,’’ kata Pasogit lagi.

Lanjutkan membaca “Aek Sipitu Dai… Sumber Air dengan Tujuh Rasa Berbeda”

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

Oleh: Hasan Sitorus.

Penulis Dosen Tetap di Universitas HKBP Nommensen dan Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan.

Kebangkitan nasional yang pertama sekali digagas oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo melalui organisasi Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesa­daran bangsa untuk memajukan diri dibawah cengkeraman penjajah sekaligus menjadi perjuangan politik untuk Indonesia merdeka.

Sangat luar biasa, perjuangan organisasi sosial Budi Oetomo itu ternyata mam­­­­pu menggelorakan dan membangkitkan semangat persatuan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah hingga mencapi titik klimaksnya pada tanggal 17 Agutus 1945, dimana bangsa Indonesia merdeka.

Setelah kita merdeka 72 tahun, apakah perjuangan Budi Oetomo itu masih me­lekat kuat sebagai jati diri bangsa kita sekarang ini ? Dengan kata lain, apakah kita masih benar-benar menjunjung tinggi nasionalisme, persatuan dan kesatuan untuk bangkit menjadi bangsa yang kuat, sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila ? Lanjutkan membaca “Memaknai Hari Kebangkitan Nasional”

Negara Taiwan Paling Diminati Mahasiswa Asal Sumatera Utara Untuk Studi Lanjut

Taiwan
Persatuan Pelajar Sumatera Utara – Taiwan

Penulis : Flemming Panggabean
Sumatera Utara merupakan suatu wilayah provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak sekali potensi sumber daya manusia yang cemerlang. Tentunya hal ini tidak lepas dari peran dunia pendidikan dan keseriusan dari warga Sumatera Utara untuk mau terus belajar dan belajar. Bila dicermati dari segi minat terhadap pendidikan, warga Sumatera Utara sudah sangat dikenal dengan keseriusannya memberi perhatian khusus kepada anak-anaknya agar bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Lanjutkan membaca “Negara Taiwan Paling Diminati Mahasiswa Asal Sumatera Utara Untuk Studi Lanjut”

Rumah Pengasingan Sisingamangaraja Itu Runtuh Termakan Usia

Ternyata, di Kota Tarutung, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), ada rumah pengasingan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII. Bagaimana kondisinya kini?
Oleh : Alfredo Sihombing-Tarutung

RumahSetiap peringatan Hari Pahlawan 10 November, tentu teringat akan semboyan terkenal mantan Presiden RI Soekarno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” atau disingkat “Jasmerah”.

Dari Tanah Batak, ada salah satu nama pahlawan besar, yaitu Sisingamangaraja XII. Di Tarutung, ada bukti sejarah perjalanan perjuangannya, yaitu sebuah rumah eks pengasingan yang terletak di Jalan Raja Poltak, Kelurahan Hutatoruan V, Tarutung, tepatnya di depan Gereja HKBP Pearaja Tarutung.

“Bah, diingot hamu dope ate. (Wah, masih kalian ingatnya ya),” jawab Rubina Tambunan saat disambangi awak New Tapanuli (grup metrosiantar.com) di areal rumah bersejarah itu, kemarin. Lanjutkan membaca “Rumah Pengasingan Sisingamangaraja Itu Runtuh Termakan Usia”