Tanggal 16 dan 17 Oktober, Pesta Peresmian Tugu Toga Aritonang

aritonangMUARA – Ketua Umum Toga Aritonang se-Indonesia Edward Aritonang,mengatakan, tanggal 16 dan 17 Oktober 2015 akan dilaksanakan pesta peresmian monumen Tugu Toga Aritonang di Muara, Di perkirakan akan di hadiri 10 sampai 15 ribu keturunan Toga Aritonang se-Indonesia.

“Saat ini kita mulai mempersiapkan segala sesuatu yang penting untuk pesta peresmian itu, mulai dari pembentukan panitia pesta hingga hal-hal yang menyangkut yang tehnis dan sarana yang mendukung suksesnya pesta ini,” demikian disampaikan Edward Aritonang ditengah kesibukannya memberikan tugas-tugas pokok kepada pengurus Bona Pasogit untuk membentuk panitia pesta peresmian Monumen Tugu Toga Aritonang, di Muara, baru-baru ini. Lanjutkan membaca “Tanggal 16 dan 17 Oktober, Pesta Peresmian Tugu Toga Aritonang”

Tari Cawan

TariRatusan penari menampilkan “Tor-Tor Cawan” pada pembukaan Festival Danau Toba (FDT) 2014 di Lapangan Sisingamangaraja Balige, Kabupaten Toba Samosir, Rabu(17/9). Festival yang dilaksanakan 17 hingga 21 September 2014 tersebut dalam rangka memperkenalkan budaya di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan citra kepariwisataan Indonesia ke dunia Internasional.

Dibangun Tugu Toga Aritonang Berbiaya Rp 5 Miliar

TuguMuara – Guna melestarikan budaya leluhur nenek moyang dan mempererat persatuan antara sesama, Pomparan (keturunan-red) marga Toga Aritonang yakni Oppusunggu, Rajaguguk dan Tuan Simare membangun tugu.

Pembangunan tugu tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dipusatkan di Ambar Bolak Desa Aritonang Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (23/5) dihadiri ratusan utusan marga Toga Aritonang dari berbagai wilayah se Indonesia.

Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang yang didamping Manohom H Aritonang Sekretaris Akaindo Sumut dan Ketua Panitia Bonapasogit Benget Aritonang kepada Analisa mengatakan, keterwakilan semua keturunan Toga Aritonang dari berbagai wilayah di Indonesia hadir menyaksikan langsung sekaligus menjadi saksi sejarah peletakan batu pertama tugu Toga Aritonang.

”Yang mana ditandai dengan penegasan pondasi tugu oleh masing masing utusan dari berbagai wilayah dengan rencana biaya Rp5 milyar atas gagasan dan kesepakatan keturunan Toga Aritonang di Bona Pasogit maupun di Perantauan,” terangnya.

Lanjutkan membaca “Dibangun Tugu Toga Aritonang Berbiaya Rp 5 Miliar”

Ulos “Pangait Ni Holong”

Oleh : Sarie Febriane
UlosBagi Torang Sitorus (36), selembar kain ulos tak sekadar selembar kain tradisional kebanggaan suku Batak. Makna ulos yang membekas di benaknya adalah sebagai “pangait ni holong” yang berarti jembatan penaut kasih sayang.

Ulos merupakan kain tenunan khas Batak dengan motif dan ukuran tertentu dengan benang-benang berjuntai di kedua ujungnya. Kain tradisional yang ditenun oleh kaum perempuan ini semula dikenakan untuk pelindung tubuh.

Dalam berbagai ritual adat, kain ulos berperan penting. Mangulosi, misalnya, merupakan salah satu ritual adat pemberian ulos dan bisa juga diberikan kepada orang lain di luar suku Batak sebagai lambang penghormatan dan kasih sayang. Lanjutkan membaca “Ulos “Pangait Ni Holong””

Pembangunan Monumen Borsak Junjungan Silaban

Simbol Persatuan dan Kesatuan
Lintongnihuta – Peletakan batu pertama pembangunan Monumen Borsak Junjungan Silaban akan dilakukan pada 9 Oktober 2013 di Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta, Humbahas. Pembangunan monumen tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama Pomparan Borsak Junjungan dengan Pengurus Borsak Junjungan Bona Pasogit dan Dunia. Tujuannya, sebagai simbol persatuan dan kesatuan.

Peletakan batu pertama direncanakan akan dihadiri seluruh Pomparan Borsak Junjungan Boru, Bere dan Ibebere secara khusus di Bona Pasogit. Monumen Ini merupakan kesepakatan dari hasil partangiangan tanggal 10-10-2010 yang lalu. Kesepakatan pembangunan tugu itu sebelumnya sudah diikat dalam perjamuan kudus untuk bersatu dan bersikap seiya sekata diantara sesama keturunan Borsak Junjungan yaitu keturunan Datu Bira, Datu Mangambit, dan Datu Guluan boru, bere, ibebere sedunia.

Pembangunan Tugu Borsak Junjungan itu dimaksudkan juga sebagai wujud simbol persatuan dan kesatuan. “Di samping sarana pemersatu, monumen Tugu Borsak Junjungan yang dididirikan di Dolok Margu Silaban ini mengingatkan para keturunan marga Silaban tempat asal muasalnya atau Bona Pasogit. Lanjutkan membaca “Pembangunan Monumen Borsak Junjungan Silaban”

Pomparan Oppu Binjori Sihombing Lumbantoruan Kukuhkan Pengurus Baru

Pagaran – Untuk mensyukuri berkat Tuhan, sekitar 4.000-an warga keturunan Op Binjori Sihombing boru bere/ibebere mengadakan partangiangan di Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, Taput, Sabtu (28/9).

Acara yang dimulai dengan kebaktian itu diwarnai dengan ziarah ke Tugu Parsadaan Op Binjori. Dilanjutkan dengan acara adat dengan makan bersama, kemudian pengukuhan pengurus Op Binjori se- Indonesia.

Tugu parsadaan yang sudah dibersihkan menjadi tempat pertama yang menarik perhatian, khususnya untuk keturunan Op Binjori yang datang dari perantauan, mereka terlihat beramai-ramai untuk mengabadikan momen tersebut.

Sejumlah tenda besar yang disiapkan untuk menampung para undangan terlihat penuh. Kehadiran perwakilan-perwakilan dari perantauan, menunjukkan besarnya keinginan untuk bersama-sama dalam doa untuk mensyukuri berkat yang telah diterima dan juga memohon berkat untuk seluruh pomparan ni Op Binjori pada masa yang akan datang. Lanjutkan membaca “Pomparan Oppu Binjori Sihombing Lumbantoruan Kukuhkan Pengurus Baru”

Partangiangan Borsak Sirumonggur Lumbantoruan Sukses

LumbanLintongnihuta – Partangiangan Borsak Sirumonggur Lumbantoruan sa Portibi yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Lintongnihuta sukses yang dihadiri 15.000 orang lebih dari berbagai daerah di Indonesia. Acara didahului kebaktian bersama dan dilanjutkan kata sambutan dari pengurus pusat dan ketua harian, kata sambutan dari tulang Lontung, Hula-hula Simbolon, kata sambutan dari Muspida Plus dan dilanjutkan acara makan bersama,  partangiangan diiringi godang sabungan.

Lanjutkan membaca “Partangiangan Borsak Sirumonggur Lumbantoruan Sukses”