Kebahagiaan Orang Percaya

Nababan Berdoa

Kebahagiaan didambakan setiap orang percaya di dunia ini dalam berbagai bentuk dan benar. Tidak ada seorangpun yang menolak apalagi membencinya. Persoalannya bagaimana memperoleh dan memaknai kebahagiaan itu? Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, pasti butuh proses dan waktu.

Barangkali dalam minggu yang berlalu setiap orang mengalami kebahagiaan tersendiri. Misalnya anda mengikuti sebuah ujian atau seleksi penerimaan masuk dalam sebuah perguruan tinggi baik negeri atau swasta, sekolah kedinasan atau non kedinasan kemudian anda dinyatakan lulus. Atau juga dalam minggu ini anda mengikuti interview di salah satu perusahaan dan ternyata diterima menjadi karyawan/ti baru. Ada orangtua yang mendengar kelahiran cucu atau rencana pertunangan putra atau putrinya. Perusahaan-perusahaan yang memperoleh keuntungan lebih dari yang diharapkan. Bank-bank yang nasabahnya meningkat setiap hari, pokoknya banyak hal membuat manusia berbahagia.

Sebaliknya ada di antara kita yang tidak mengalami kebahagiaan bahkan yang terjadi adalah kesedihan. Misalnya kita bepergian ke luar daerah dan ketinggalan pesawat, kecewa karena janji tidak ditepati, PHK, non job, mutasi, kegagalan dan lain-lain. Akibatnya kita bersedih dan menyesali kenapa itu terjadi. Apalagi kegagalan yang terjadi bagi diri kita terasa kepada orang lain seperti keluarga, orangtua, sahabat dan teman-teman yang memberi dukungan kepada kita. Mereka ikut sedih dan kasihan. Sebab mereka mengharapkan agar kita dapat memperolehnya. Bahkan menghantar kita ke pintu gerbang kesuksesan yang akan kita raih, ternyata gagal.

Bagi anda yang merasakan kebahagiaan saat ini, anda boleh bangga dan senang. Akan tetapi perlu diingat jangan menjadi sombong, angkuh, tinggi hati dan menganggap diri lebih hebat atau lebih layak dari orang lain. Pelihara dan pertanggungjawabkanlah kebahagiaan yang diberikan itu kepadamu. Serta membuktikan bahwa kebahagiaan itu bukan kebetulan tetapi sebuah pemberian (anugerah) Tuhan yang harus dipelihara. Sebab Allah sumber kebahagiaan.

Bagi anda yang tidak beruntung atau tidak mendapatkan kebahagiaan sebagaimana yang anda harapkan. Jangan kecewa, stress, jangan putus asa apalagi membenci seseorang yang kita harapkan dapat membantu kita dalam cita-cita itu. Berusahalah menerima kenyataan dan dapat mengambil hikmat dari kegagalan itu. Berpikir positif dan selalu memiliki pengharapan dan semangat hidup yang tinggi. Semuanya indah bagi Tuhan. Sebagaimana dikatakan dalam kitab Pengkhotbah: “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengk. 3:11).

Kegagalan yang kita alami merupakan kesuksesan yang tertunda. Marilah kita bersabar sejenak. Mungkin tidak sekarang, mungkin besok, mungkin tahun depan atau 2-3 tahun yang akan datang, butuh waktu lama. Allah selalu mendengar seruan dan permohonan yang kita sampaikan kepada-Nya. Pertama, berdoalah selalu agar kebahagiaan itu dapat kita raih di masa depan. Berdoa merupakan salah satu kunci kesuksesan. Kedua, bersyukurlah kepada Tuhan atas segala hal yang kita peroleh. Bila kita bersyukur kita bisa bebas dari rasa kuatir, kecewa cemas dan takut. Rencana Tuhan jauh lebih indah dari rencana manusia.

Sebenarnya kebahagiaan itu bukan hanya kesuksesan atau keberhasilan atas prestasi yang kita peroleh. Setiap hari kita bahagia bersama dengan Tuhan, ketika kita diberi nafas kehidupan, kesehatan, waktu, umur panjang, kesempatan bertemu dengan keluarga dan lain-lain. Semuanya itu kebahagiaan. Sehingga kebahagiaan itu tidak terpusat pada satu hal, tetapi banyak hal. Tuhan Yesus dalam khotbah-Nya di bukit mengajak orang banyak untuk memahami jenis-jenis kebahagiaan (Mat. 5:3-12).

Kitab pemazmur becerita tentang kebahagiaan orang percaya. Yang utama adalah ketika kita telah mendapat pengampunan dari Allah. “Berbahagialah orang yang diampuni pelangarannya, yang dosanya ditutupi, dan kesalahannya tidak diperhitungkan (Maz. 32:1-2). Itulah sebabnya Yesus Kristus datang ke dalam dunia agar kita memperoleh pengampunan dosa dan kesalahan kita, sehinga kita beroleh kebahagiaan sebagai orang percaya. Rasul Paulus juga mengajak setiap jemaat agar tetap bersukacita: ‘Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah. (Fil. 4:4). Selamat berbahagia! (SIB)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s