Mengajarkan Pendidikan Pancasila Sejak Dini

Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang merupakan hasil kesepa­katan bersama para pendiri negara. Dalam kesepakatan itu pun tak ada ego sektoral, menyingkirkan segala perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan. Semua bersedia dan sepakat akan Pancasila sebagai ideologi kita. Sebab itu, Pancasila begitu penting.

Pelajaran Pancasila penting sekali semakin dikuatkan, bahkan diminta diaplikasikan dalam kehidupan, terutama bagi anak-anak sejak dini pun diminta dikuatkan lagi pelajaran dan pengenalan Pancasila di dalam kehidupan sekolah dan keluarga. Pancasila penting diperkenalkan bagi anak-anak kita agar mereka tahu bahwa Pancasila itu adalah pedoman hidup kita. Pancasila itu sumber dari segala sumber hukum yang juga mampu menyatukan kita dari segala perbedaan yang ada.

Maka, pemerintah pun ikut serta mengingatkan dan mengedukasi setiap sekolah, guru, dan orangtua agar memperkenalkan Pancasila kepada anak-anak di rumah. Jika tidak dilaksanakan, maka takutnya kita akan terus gaduh. Kita menjadi tak ingat bahwa kita menjunjung tinggi persatuan, perdamaian dan mampu hidup berdampingan saat ini, semua karena Pancasila itu sendiri yang mengamanatkannya.

Mengaktualisasi

Pada hakikatnya, Pancasila itu bukanlah sekadar teori semata, tetapi perlu aktualisasi. Jika hanya teori, maka yang terjadi seperti istilah “Masuk kuping kiri keluar kuping kanan”. Namanya teori dan praktek haruslah sejalan. Apalagi mengenai Pancasila yang merupakan landasan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara, perlu dikuatkan.

Maka, pihak sekolah melalui guru dan keluarga melalui orangtua ikut serta dan aktif dalam pengenalan dan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan anak-anak. Anak-anak masih mudah untuk diajari. Mereka masih mau mema­hami dan mengikuti perintah guru dan orangtua. Maka, itulah momen baik untuk mengajarkan Pancasila.

Bangsa sekarang dapat hidup bersama, berkawan, bersahabat dan berkomunikasi satu dengan lainnya, semua itu karena Pancasila. Intoleransi patah dan paham radikalisme ekstrem patah karena penguatan Pancasila. Begitu bermanfaatnya dan saktinya Pancasila itu. Jadi, bila ada yang melukai Pancasila harus kita lawan dengan menguatkan dan membumikan Pancasila.

Di sekolah perlu kita cari cara baru dalam pengaktualisasian Pancasila dengan membawa siswa turun langsung ke lapangan didampingi guru untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan masyarakat yang berbeda suku, agama, ras dan antargolongan, sehingga timbul kesepahaman dan kesepakatan bahwa kita itu sama-sama bangsa Indonesia dan hidup berdampingan tanpa saling mengusik.

Begitu juga orangtua, aktif pula ikut menguat­kan Pancasila kepada anak-anak dalam keluarga. Keluarga adalah komponen kecil yang sangat dekat dan aktif berinteraksi dengan anak. Jadi, sangat gampang untuk mendidik dan mengajarkan Pancasila. Perlu dipahami bahwa kita adalah saudara. Meski tetangga adalah sesama yang berbeda agama, akan tetapi jangan saling mengusik. Jangan mengganggu dan tak betah hidup berdampingan. Kita adalah sama saudara sebangsa dan setanah air.

Anak-anak akan mudah memahami Pancasila dengan penuh dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan kelak dengan kerja sama pihak sekolah dan keluarga. Oleh karenanya, bila ada keluarga yang tak rukun, pecah atau bercerai, perlu mengambil sikap dengan pihak sekolah bertugas semakin menguatkan Pancasila dalam hati dan pikiran anak. Intinya, bila ada keluarga yang pecah, tetap saja anak harus diprioritaskan dalam mengajarkan dan mengedukasi pemaha­man mengenai Pancasila. Tentu ada waktu yang tersedia untuk lebih dekat dan mengajarkan Pancasila kepada anak.

Salah satu yang penting juga, masyarakat turut memberikan contoh di kehidupan, hidup berdam­pingan dan berkomunikasi dengan masyarakat lainnya tanpa dendam dan sakit hati. Hal itu akan diikuti oleh siapa saja. Seperti apa yang kita lakukan selama ini, di mana kita sering mencon­toh­kan berkomunikasi, berdiskusi dan bersahabat dengan sesama tanpa ada perbedaan. Itu semua karena sejak awal dan sejak lama budaya itu sudah tertanam. Maka, jangan dirusak, tetapi semakin dikuatkan. Jangan sampai dinodai.

Kita harus berani menolak segala aksi kekera­san agar anak-anak pun ikut mencontohnya. Karena itu, mari kita kuatkan Pancasila sejak dini dalam kehidupan anak-anak. Kita berikan didikan buat mereka, begitu penting dan saktinya Pancasila yang menyatukan kita. Tanpa Pancasila, mungkin negara bisa bubar. Rakyat berkonflik karena tak ada landasan dan pedoman hidup yang menaungi mereka.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s