4 Rumah Tertimbun Longsor di Tobasa: 8 Meninggal, 2 Belum Ditemukan

TOBASA – Sebanyak delapan warga ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dari reruntuhan rumah dan timbunan longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, hingga Kamis (13/12) sore.

Kadis Kominfo Pemkab Toba Samosir Lalo Hartono Simanjuntak kepada wartawan  mengatakan, hingga kemarin pukul 15.00 WIB, sudah delapan korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

“Peristiwa longsor ini terjadi pada Rabu (12/12) sekira pukul 23.30 WIB. Saat itu cuaca sedang hujan deras. Jadi para korban sudah ada yang tertidur,” ujarnya.

Disebutkan, pasca kejadian, langsung dilakukan evakuasi dan tim menemukan korban selamat, termasuk juga yang mengalami luka. Mereka adalah Jecky Marpaung (15), Alfeno Marpaung (6), Saor Sitorus (73), Jetro Simangunsong (46) dan Lisbet Sihotang (45).

“Kemudian ditemukan juga dua korban yang tertimbun longsor dalam kondisi sudah meninggal dunia. Mereka adalah Rosdiana Nainggolan (38) dan Nia Marpaung (16). Lalu proses evakuasi dihentikan dan dilanjut pada Kamis pagi,” terangnya.

Nah, pada proses evakuasi yang dilakukan sejak pagi, petugas kemudian menemukan satu persatu korban. Namun begitu, kondisinya sudah tidak bernyawa. “Kira-kira jam 12.00 -13.00 dan jam 15.00 WIB, petugas menemukan korban lainnya. Jumlahnya ada enam korban lagi dan ditemukan sudah meninggal dunia.”

Keenam korban itu masing-masing, Sumadi Tambunan (20), Amri Tambunan (15), Serli Tambunan (19) dan Mantu Tambunan (76). Kemudian dua lagi adalah Jones Tambunan (49) dan Nurcahaya Marpaung (47).

Menurut Lalo, hingga kini pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa dua korban lagi belum ditemukan dan petugas masih terus melakukan pencarian. Keduanya adalah Sutan Jefri Marpaung (35) dan Kasmer Marpaung (45). “Proses evakuasi kita lakukan hingga malam hari dan akan dilanjutkan keesokan harinya jika dua korban lagi belum ditemukan,” katanya kepada wartawan koran ini kemarin sore pukul 16.35 WIB.
Warga Diungsikan

Lalo Hartono Simanjuntak juga mengungkapkan, pasca kejadian, sebanyak 35 warga Desa Halado itu diungsikan ke kediaman keluarganya masing-masing. “Ada 35 jiwa yang kita ungsikan. Sebab cuaca di sini hujan terus. Kita khawatir terjadi lagi hal yang tidak diinginkan, mengingat kondisi alam di sekitar lokasi yang banyak perbukitan.

Ia juga mengimbau warga, khususnya di Kabupaten Toba Samosir untuk selalu waspada di cuaca ekstrem yang terjadi belakangan. “Itu saja yang kita minta, tetap waspada. Apalagi yang tinggal di daerah perbukitan,” tukasnya. (hez/oz)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s