Usai Makan Organ Vital, Kanibal dari Jambi Ajak Anak Kubur Korban

Muara Bulian – Terosman alias Mansur membunuh majikannya, Dasrullah, dan memotong alat kelaminnya. Parahnya, ia mengajak anaknya yang berumur 16 tahun menguburkan korban.

Pembunuhan itu terjadi di pondok sawit di Desa Tidar Kuranji, Maro Sebo Ilir, Batanghari, pada 5 November 2017 dini hari. Setelah mencincang Dasrul, Mansur merebus alat kelamin Dasrul dan memakannya dengan nasi. Saat fajar menyingsing, ia membangunkan anaknya untuk membantunya membuang mayat Dasrul.

“Bangun!” kata Mansur ke anaknya.

“Ada apa, Pak?” tanya si anak.

“Udah nggak usah banyak cerita. Ikut saja, bantu Bapak,” kata Mansur.

Si anak lalu ikut ayahnya. Melihat kondisi Dasrul, si anak kaget dan terkejut. Dasrul saat itu sudah berlumur darah dan penuh sayatan di sekujur tubuhnya.

“Astaghfirullah. Apa ini Pak? Basing be Bapak ni,” kata si anak terkejut.

“Udah, jangan banyak cerita. Kau diem saja. Bantu Bapak menguburnya,” gertak Mansur ke anaknya.

Mansur menyuruh Rudi membungkus mayat Dasrullah menggunakan sebuah kasur berwarna merah. Mayat itu lalu diangkat bersama ke teras pondok dengan diikat menggunakan kain. Setelah sampai di bawah, mayat tersebut dinaikkan ke angkong/lori dan dibawa ke sebuah lahan kosong yang berjarak 500 meter dari pondok. Setelah itu, mereka melarikan diri ke arah Padang.

Kuburan itu ditemukan warga tak berapa lama kemudian. Mansur dan anaknya ditangkap dan diadili. Mansur dituntut hukuman mati oleh jaksa tapi tak dikabulkan. PN Muara Bulian hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

“Meskipun tindakan terdakwa yang menghabisi majikannya tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan, namun tujuan pemidanaan bukanlah semata-mata untuk melakukan pembalasan (retribution), tetapi juga haruslah mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dengan adanya tindak pidana itu, yaitu sebagai pembelajaran, mengasingkan terdakwa dari tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat termasuk keluarga korban menjadi aman, maupun sebagai efek jera, bagi terdakwa dan anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, majelis hakim berpendapat bahwa menurut rasa keadilan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa adalah seumur hidup,” ucap majelis hakim.

Hakim Ketua, Derman Nababan SH MH, dengan anggota Andreas Arman Sitepu SH dan Listyp Arif Budiman SH.

Menurut ketiganya, perbuatan Mansur tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan. Sebab, selain membunuh, terdakwa memotong dan memakan alat kelamin (kemaluan) korban yang merupakan aksi kanibalisme.

“Keadaan yang meringankan tidak ada,” putus majelis dengan suara bulat. (Detik)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s