Mempersiapkan Diri Setiap Saat

Renungan

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21 : 8)

Nababan Berdoa

Ketika seseorang bertanya kepada Anda, tentang persiapan apa yang telah Anda lakukan untuk menghadapi hari kematian Anda nanti. Mungkin, mendengar pertanyaan ini Anda akan langsung marah atau menganggap pertanyaan orang tersebut tidak masuk akal. Padahal, kalau kita benar-benar merenungkan segala sesuatu di dalam kehidupan ini tak ada yang kekal dan tak ada yang bisa menduga kapan hidup kita akan berakhir.

Kalau pertanyaan ini benar-benar ditangakan oleh orang terdekat Anda, apa yang terlintas di pikiran Anda jika Anda tahu bahwa sebentar lagi Anda akan segera mati? Apa yang Anda rasakan jika dokter memvonis bahwa Anda akan mati dalam beberapa hari? Apa yang Anda rasakan jika Anda berada di dalam pesawat yang mengalami kerusakan dan sedang meluncur dengan sangat cepat menuju daratan? Apa yang akan Anda lakukan ketika mobil yang Anda tumpangi mengalami kecelakaan yang sangat hebat?

Jawabannya Anda pasti panic, langsung patah semangat dan putus asa. Anda pasti mengusahakan segala cara untuk menghadapi saat-saat kematian Anda. Lalu, ke manakah larinya permasalahan hidup? Tadinya, Anda mengalami berbagai persoalan hidup, mungkin baru saja dipecat dari tempat kerja, mungkin baru saja diputus oleh pacar, mungkin terlilit hutang, atau apapun. Lalu, ketika kita dihadapkan pada saat-saat kematian di depan mata kita, seakan-akan semua persoalan hidup itu menghilang begitu saja.

Daniel 12 : 2 menuliskan “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”

Kemudian dalam Yohanes 6 :40 “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Dari paparan di atas membuktikan bahwa masalah yang sebenarnya dalam hidup ini hanya satu, yaitu bagaimana kita mempersiapkan kedatangan hari kematian kita. Banyak orang yang takut menghadapinya. Banyak orang masih merasa belum siap untuk mempertanggungjawabkan seluruh kehidupannya.

Parahnya lagi, banyak orang yang menjalani hidup seakan-akan tidak akan pernah mati. Hidup mereka di dunia seakan-akan tidak ada ujungnya. Mengerikan sekali!

Filipi 1 : 21 menuliskan “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Perkataan Paulus di atas adalah bukti dari keyakinan Paulus untuk menghadapi hari kematiannya. Ia sudah sangat yakin atas hidup yang telah dijalaninya. Ia sangat siap untuk mempertanggungjawabkan seluruh hidupnya. Kalaupun ia mati pada saat itu juga, ia sudah sangat siap karena jika ia mati, ia akan merasa beruntung karena penderitaannya akan lebih cepat selesai. Kalaupun ia masih hidup, berarti ia harus menjalani hidup untuk kepentingan Kristus.

Mengucap Syukur

Mempersiapkan diri menghadapi kematian mungkin bagi banyak orang dianggap aneh dan merasa bahwa hidupnya di muka bumi ini masih sangat panjang. Seperti yang kita saksikan di dalam kehidupan nyata, setiap saat ada saja kejadian-kejadian yang akhirnya berujung kepada kematian. Untuk menghadapi wawancara masuk kerja ke salah satu perusahaan kita mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, mungkin jauh-jauh hari sebelumnya kita sudah mempersiapkan diri dengan berbagai cara. Sama halnya ketika kita merencanakan perjalanan wisata ke salah satu negara di luar negeri. Pastilah persiapan kita sangat matang sejak jauh-jauh hari.

Dalam Yohanes 11 : 25 dituliskan “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,”

Wahyu 20 :11 – 16 : “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”

Apakah setiap saat Anda mengucap syukur? Atau hanya bersyukur saat memperoleh berkat. Lantas, ketika kesusahan datang kita melupakan keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Kita harus bersyukur untuk setiap kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada kita, termasuk untuk melayani orang lain.

Pemikiran tentang senantiasa menyiapkan diri ini membangkitkan keingintahuan kita, jadi kita harus memeriksa apakah hal ini memang disebut-sebut dalam Alkitab. Saya menemukan bahwa kita memang diminta untuk selalu siap sedia. Hati yang diperuntukkan bagi Allah haruslah siap sedia untuk melayani-Nya (1 Samuel 7 : 3). Kita harus siap sedia untuk melakukan pekerjaan yang mulia (2 Timotius 2 : 21) dan untuk mempertanggungjawabkan kebenaran firman (1 Petrus 3 : 15). Paulus mengingatkan kita bahwa pemberian kita pun memerlukan perencanaan (2 Korintus 9 : 5).

Mempersiapkan diri setiap saat tidak semudah yang kita bayangkan. Butuh pengorbanan dan kerja keras. Sikap mau bersyukur walau dalam kondisi apa pun akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi segala persoalan. Kita harus mempersiapkan mental, rohani dan fisik kita. Ketika Tuhan berkehendak bahwa usia kita hanya sampai 50 tahun, 60 tahun atau mungkin 100 tahun, semua itu adalah atas kehendak Tuhan. Oleh sebab itu bersyukurlah…….AMIN.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s