Kasus Ayah Bunuh Anak di Doloksanggul, Kejari Janji akan Banding

Doloksanggul – Kejaksaan Negeri (Kejari) Doloksanggul berencana mengajukan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarutung yang memutus bebas Mangasa Sibarani alias Mangasauli, terdakwa kasus pembunuhan anak kandungnya sendiri, Aldi Manata Sibarani (10), warga Desa Aek Lung Kecamatan Humbang Hasundutan (Humbahas), Februari 2017 lalu.

Keinginan mengajukan banding ini sebenarnya tidak terungkap dalam persidangan saat putusan bebas. Namun, seusai sidang, kepada wartawan, pihak kejaksaan mengatakan akan mengajukan banding atas putusan bebas tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Doloksanggul Zaidar Rasepta melalui Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Bona Siregar menegaskan bahwa pihaknya bakal melakukan banding untuk mendapatkan keadilan dalam kasus tersebut.

“Kami akan lakukan banding atas putusan PN Tarutung tersebut untuk mendapatkan keadilan dan memperkuat alat bukti yang dimiliki,” ujar Siregar.

Dia mengungkapkan bahwa banyak wartawan yang menghubungi dirinya sekaitan putusan bebas terdakwa kasus pembunuhan anak itu.

“Sudah banyak wartawan yang menanyakan hal ini sama kita. Namun untuk alasan putusan, lebih baik ditanyakan kepada hakim pengadilan saja,” ujarnya.
Menurutnya, dalam agenda sidang putusan, telah terjadi perbedaan pendapat (descending opinion) dari para hakim.

“Soal putusan lebih baik ditanya sama hakim, hanya saja dalam sidang kemarin antara hakim ada beda pendapat (descending opinion), dua dari tiga orang hakim yang mengadili sependapat terdakwa divonis bebas,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Mangasa Sibarani divonis bebas majelis hakim. Terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada siding putusan Rabu (19/7) di PN Tarutung.

Sekedar diketahui, JPU sebelumnya menutut Mangasa 20 tahun penjara, 8 Juni lalu. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sarma Siregar SH MH, tim JPU Bambang SH didampingi Arjansah dalam amar tuntutan mengatakan bahwa terdakwa Mangasa Sibarani telah melakukan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan kematian anaknya sendiri, Aldi Manata Sibarani.

Pihak JPU juga menjerat terdakwa Mangasa Sibarani dengan hukuman pidana penjara 20 tahun dikurangi masa tahanan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan.

Tuntutan tersebut sesuai dengan pasal 80 ayat 4 UU No.35/2014 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. (bl/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s