Rapat Pembahasan Danau Toba, Luhut Desak Perusahaan Pencemar Ditindak

TOBASA – Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menegaskan agar perusahaan-perusahaan yang mencemar Danau Toba segera ditindak sesuai prosedur. Dia meminta para bupati se-Kawasan Danau Toba dapat bekerja sama.

Penegasan ini disampaikan Luhut saat memimpin rapat koordinasi pembahasan perkembangan pengelolaan KSPN Danau Toba di Hotel Inna Parapat, Sabtu (8/7). Rapat koordinasi itu turut dihadiri Plt Sesmenko Maritim Dr Ir Ridwan Djamaluddin Msc, Menteri Pariwisata Arief Yahya, kementerian terkait lainnya yang mewakili serta sejumlah kepala daerah se-Kawasan Danau Toba.

Luhut menjelaskan bahwa pembahasan perkembangan pengelolaan KSPN Danau Toba sudah dua kali dilaksanakan, termasuk dengan World Bank dengan grand project Water Quality Assessment For Lake Toba, dimana studi tentang ini sudah mulai dilaksanakan dan ditargetkan selesai pada September 2017.

“Juga sudah dilaksanakan paparan inception report dan stakeholder consultative meeting pertama di Jakarta dan stakeholder consultative meeting kedua yang dilaksanakan di Balige 14-15 Juni lalu. Rencana akan dilaksanakan consultative meeting ketiga pada 15 Juli,” ujarnya.

Dengan suara lantang, Luhut juga menegaskan, apabila ada perusahaan-perusahaan yang mencemari Danau Toba, segera ditindak dan harus melalui prosedur yang berlaku.

“Saya meminta kepada bupati-bupati yang berada di kawasan Danau Toba agar ikut bekerja sama membangun destinasi wisata Danau Toba agar segera terwujud,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo memaparkan, ada sejumlah akses pendorong destinasi wisata Danau Toba yang sudah maupun yang akan dibangun, baik akses transportasi darat, udara serta sejumlah program lainnya, dimana saat ini sejumlah kementerian tengah mempersiapkan program untuk mewujudkan program pembangunan destinasi Danau Toba.

Selain itu, juga pembangunan yang butuh dukungan pemda terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan program pembangunan Taman Bunga Nusantara di Kabupaten Tapanuli Utara atau Humbang Hasudutan yang membutuhkan dukungan pemerintah setempat serta lahan otorita Sibisa di Kabupaten Toba Samosir yang perlu finalisasi luas lahan agar sesuai dengan Perpres 49/2016 (sekurang-kurangnya 500 ha).

Terkait itu, perlu koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terkait hak pengelolaan (HPL) untuk lahan zona otorita Sibisa, yang merupakan implementasi dari peraturan terkait garis sempadan danau yang diatur dalam Permen No 28/2015 dan Perpres No 81/2014). Dan bila ada investor membangun resort di pinggir Danau Toba, maka perlu kajian komprehensif dan rencana implementasi yang lebih detail.

Sementara, dari Kemen PU/PR adalah program jalan tol Medan-Tebing Tinggi, akses jalan dan gerbang menuju lahan zona otorita, terkait perizinan bangunan dan kegiatan di atas air.

Kemudian, program dukungan Kementerian Perhubungan, yakni menjadikan Bandara Silangit sebagai bandara internasional, pembangunan bandara Sibisa dengan perpanjangan runway menjadi minimal 2.000 x 30 meter, revitalisasi Kereta Api Medan-Siantar untuk penambahan 8 perjalanan per hari, yang membutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp73,4 miliar (peremajaan rel eksisting) dan Rp8 miliar untuk keperintisan operasional Kereta Api PT KAI selama September 2017.

Tampak hadir dalam rapat koordinasi ini Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Simalungun JR Saragih diwakili Amran Sinaga, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Panjaitan, Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli diwakili Kompol J Sitompul.

Turut hadir investor asing dari Tiongkok, Chan Lee, yang rencananya akan membangun sejumlah hotel, rumah sakit dan lainnya, yang akan menunjang perkembangan Otorita Kawasan Danau Toba.

Sementara, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi menyampaikan laporan dan paparan tentang perkembangan kesiapan Tapanuli Utara mendukung destinasi pariwisata Danau Toba, khususnya percepatan Bandara Internasional Silangit.

“Saya berharap perhatian dari pemerintah pusat/kementerian untuk perwujudan destinasi pariwisata Danau Toba dan sektor lainnya, termasuk pemeliharaan jalan negara di Tapanuli Utara,” katanya. (os/arat)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s