Berdasarkan Kasih

Nababan berdoa

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” Roma 12 : 2 – 3

Jangan keliru dalam menerjemahkan kata Kasih Karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Perbuatan-perbuatan yang salah dan tidak dikehendaki oleh Tuhan seperti korupsi, membodohi orang lain untuk keuntungan pribadi bukanlah kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Akan tetapi salah satu bentuk pelanggaran kita yang menganggap bahwa perbuatan tersebut diberkati oleh Tuhan dan seolah-olah kita bernegosiasi dengan Tuhan untuk melakukan hal tersebut.

Arti kasih karunia adalah kebaikan Allah yang tanpa pamrih dengan kata lain, walaupun kita merupakan orang yang berdosa dan layaknya dihukum, namun Allah memandang kita dengan penuh kasih dan mengampuni kita. Kasih karunis juga kuasa Allah yang memberi kemampuan kepada kita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Seperti dituliskan dalam Efesus 2 : 8 – 9 “ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Jangan ada orang yang memegahkan diri, kalimat ini justru sebaliknya di dalam kenyataan. Dimana banyak sekali manusia sekarang yang memegahkan diri hanya karena memiliki harta, memiliki banyak uang dan usahanya sedang berjalan dengan lancar. Manusia lupa diri dan merasa bahwa dirinyalah yang hebat dan atas karena usahanya sendiri segala harta dan kekayaan itu diraih. Manusia telah lupa bahwa penyertaan Tuhan dianggap tidak ada apa-apanya, bahkan ada anak Tuhan yang sudah lupa untuk mengucap syukur dan berdoa.

Kalau kita benar-benar menyadari penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, berarti kita menyadari bahwa segala sesuatu yang kita peroleh adalah karena kemurahan Tuhan. Karena kita telah berdosa terhadap Allah yang tidak terbatas, maka orang yang terbatas (kita) harus membayar dosa-dosa kita untuk waktu yang tidak terbatas, atau Pribadi yang tidak terbatas (Yesus) harus membayar dosa-dosa kita satu kali. Tidak ada pilihan lain. Yesus menyelamatkan kita dengan mati menggantikan kita. Dalam diri Yesus Kristus, Allah mengorbankan diri-Nya sendiri demi untuk kita, membayar hukuman yang tidak terbatas dan kekal yang hanya Dia yang sanggup untuk membayarnya (2 Korintus 5:21; 1 Yohanes 2:2).

Yesus menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung demi untuk menyelamatkan kita dari nasib kita yang kekal, hukuman yang adil untuk dosa-dosa kita. Karena kasih-Nya yang besar untuk kita, Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 15:13), membayar hukuman yang telah kita dapatkan tapi tidak sanggup kita tanggung. Kemudian Yesus dibangkitkan, menunjukkan bahwa kematian-Nya memang sudah cukup untuk membayar hukuman dosa kita (1 Korintus 15).

Yesus menyelamatkan semua yang bersedia menerima karunia keselamatan-Nya. Yesus menyelamatkan semua yang percaya pada pengorbanan-Nya. Sekalipun pengorbanan Yesus cukup untuk membayar dosa dari seluruh umat manusia, Yesus hanya menyelamatkan mereka yang secara pribadi menerima karunia-Nya yang paling berharga (Yohanes 1:12).

Kita semua tahu, bahwa pada awalnya kehidupan manusia dengan Tuhan berjalan secara harmonis, sampai suatu ketika dosa datang dan meretakkan hubungan Allah dengan manusia. Tapi karena kasih karunia Tuhan melalui Yesus Kristus kita beroleh keselamatan. Di dalam Kristus, bukan kita yang mencari Tuhan, tapi melalui kasih karunia, Allah yang mencari kita,

Kita tak pernah sadar, bahwa dalam situasi apa pun Tuhan seringkali datang lebih dahulu daripada usaha-usaha kita agar berkenan kepada Tuhan. Perkenanan Tuhan terjadi karena adanya hubungan antara manusia dan Tuhan. Ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan maka secara otomatis perkenanan itu bekerja dalam hidup kita. Kasih karunia-Nya akan membawa kita dalam perkenanan Tuhan.

Setiap orang memiliki tujuan, dan Tuhan juga mempunyai rencana indah dalam setiap keihidupan kita sejak kita dalam kandungan sampai kelak kita menjadi orangtua, yang dipercayakan Tuhan dalam mendidik anak-anak kita.

Karena kasih karunia-Nya kita diselamatkan. Bahkan bukan hanya beroleh keselamatan, tapi juga diperdamaikan dengan Allah, hidup berkenan kepada Allah, mampu bekerja lebih keras, keluar dari segala keterbatasan dan hidup seturut dengan kehendak-Nya.

Oleh karena kasih setia-Nya kita diberi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri dan evaluasi keberadaan kita selama mengikut Tuhan apakah sudah sesuai dengan harapan. Untuk ukuran seseorang apakah sudah benar-benar menjalankan perintah Tuhan bukan berdasarkan ukuran kita atau ukuran orang-orang tertentu. Akan tetapi Tuhan akan melihat apa yang kita perbuat apakah benar menurut kehendak-Nya atau hanya upaya kita mengelabui orang lain agar kita terlihat rajin beribadah, taat kepada firman dan selalu mengucap syukur.

Seperti kata firman Tuhan diawal renungan ini, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Firman ini dengan tegas mengingatkan kita agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini, menjadi orang-orang yang memikirkan kepentingan diri sendiri dan bahkan sampai mengorbankan orang lain. Hendaklah kita memikirkan segala sesuatu menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita. Masing-masing kita memiliki kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Berbuatlah sesuatu yang terbaik berdasarkan kemampuan dan iman percaya kita, menjadi berkat bagi banyak orang dan selalu mengedepankan prinsip saling mengasihi sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s