Profesi dan Profesionalisme Seorang Guru

Guru adalah sebuah profesi yang sudah lama ada, bahkan sama dengan usia peradabanmanusia. Melalui guru, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkembang selaras dengan perkembangan zaman.

Seorang guru memberikan ilmu pengetahuan kepada orang lain sehingga menjadi tahu mengenai suatu disiplin ilmu.
Pada dasarnya tujuan pendidikan untuk menciptakan individu yang berakhlak mulia,budi pekerti luhur, cerdas, bertanggung jawab, takwa kepada Tuhan, serta memiliki kecakapan atau keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk itu diperlukan guru yang professional, guru yang bertanggungjawab pada profesi yang diembannya.

Di Indonesia memang masih sangat banyak guru yang berada di bawah garis professional. Hal ini disebabkan banyak faktor, diantaranya sistem pendidikan nasional yang terkesan uji coba dan tidak jarang disesuaikan dengan kepentingan politik rezim yang berkuasa, kepentingan pemimpin, perubahan kurikulum, sarana dan prasarana, maupun guru itu sendiri. Sehingga dampaknya mutu pendidikan Indonesia yang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga maupun negara internasional.

Oleh karena itu, dibutuhkan pembenahan, salah satu upaya pembenahan tersebut adalah menciptakan profesionalisme guru.Guru sebagaimana jugadengan profesi lainnya, tidak mungkin dapatmeningkatkan mutu dan martabat profesinyabila guru itu tidak meningkatkan ataumenambah pengetahuan dan keterampilannya,karena ilmu dan pengetahuan yang menunjangprofesi itu selalu berkembang sesuai dengankemajuan zaman.

Guru Sebagai Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ ikrar dan pekerjaan. Pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.

Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

Profesi guru menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Gurudan Dosen harus memiliki prinsip-prinsip profesional seperti tercantum pada pasal 5ayat 1, yaitu: ”Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan atau kejuruan).
Jadi, profesi adalah pekerjaan yang dijalankan oleh seseorang yang menuntut adanya suatu keterampilan atau keahlian tertentu.Guru sudah tentu tidak terlepas dari peran pendidikan, sebab guru merupakan unsur yang mutlak dengan tugas sejatinya yaitu mendidik.

Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan, Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu. Disamping itu, ada kode etik Guru atau dosen yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut.

Profesi menuntut adanya keahlian atau keterampilan tertentu. Profesi guru merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yaitu guru yang menuntut adanya keahlian mendidik. Guru harus bersifat profesional karena profesionalisme mutlak adanya jika ingin menciptakan kinerja yang kompetitif dan bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sedangkan profesional merupakan orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang atau bahkan sebagai ‘pelarian’.

Profesional menitikberatkan pada pelakunya. Ciri-cirinya antara lain:Orang yang tahu akan keahliannya. b) Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu. c) Hidup dari pekerjaan itu. d) Bangga akan pekerjaannya.

Bila jabatan guru sebuah profesi, maka menjadi seorang guru dituntut suatu keahlian tertentu (mengajar, mengelola kelas, merancang pengajaran) dan dari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagi kehidupan selanjutnya.

Orang yang menjalankan profesi guru hendaknya menyadari bahwa ia hidup dari padanya, ia dan keluarganya harus hidup akan tetapi hakikat profesinya menuntut pengabdian yang ikhlas bukan nafkah hidup yang menjadi motivasi utamanya, melainkan kesediaannya untuk mengabdi dan berkarya pada sesama.
Profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur. Seorang guru dalam melaksanakan profesinya dituntut adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi. Hakikat profesi guru sangat luhur yakni pengabdian kemanusiaan.

Profesi guru mempunyai suatu keahlian dan keterampilan seputar pendidikan, bidang ilmu alam, sosial, bahasa maupun olahraga. Saat memberikan pelajaran kepada anak didiknya, guru tersebut haruslah mementingkan kemajuan pendidikan anak didiknya daripada dirinya sendiri karena hal itu merupakan kepentingan masyarakat bahkan menyangkut negara.
Namun hal ini sepertinya masih jauh dalam konteks kekinian di negeri kita. Guru sering menjadi pilihan terakhir saat lowongan pekerjaan lain tidak ada.

Padahal bila kita kaji lebih dalam, hakikat pendidikan merupakan proses bimbingan dan arahan terhadap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik agar menjadi manusia dewasa yang sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan merupakan sarana yang menunjang untuk membina manusia dalam menjalankan kehidupan serta mengarahkan manusia untuk berbuat hal yang positif dan bermanfaat.

Di sisi lain kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas pendidikdalam menjalankan peran dan tugasnya di masyarakat. Oleh karena itu, upaya-upayauntuk terus mengembangkan profesi pendidik (guru) menjadi suatu syarat mutlakbagi kemajuan suatu bangsa, meningkatnya kualitas pendidik akan mendorong padapeningkatan kualitas pendidikan baik proses maupun hasilnya.

Profesionalisme Guru
Menurut ahli, profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan.

Profesionalisme lebih cenderung kepada sifat si pelaku terhadap pekerjaannya. Profesionalisme kerja seseorang akan timbul apabila dia bekerja sesuai aturan dan kaidah-kaidah yang berlaku.
Jadi profesionalisme seseorang dapat dikatakan baik apabila dia bersifat dan bersikap sesuai aturan terhadap profesinya.Profesionalisme dalam pengertian lainnya adalah menunjuk kepada komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaannya.

Profesionalisme keguruan atau kependidikan dapat diperoleh dengan berlatih dan memahami bagaimana menjadi guru yang professional. Maka guru sudah seharusnya mempersiapkan keprofesionalan kerja agar menjadi guru dengan profesional.

Pemahaman akan kinerja yang baik dapat menjadi satu langkah awal dalam mencapai profesionalisme karena dalam bekerja pada profesi tertentu kita harus membulatkan tekatd dan pikiran, jangan tanggung-tanggung.

Dalam konteks pendidikan guru merupakan figure manusia yang menempati posisi dan peranan penting dalam pendidikan. Untuk itu profesionalisme seorang guru menjadi ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina dan mengembangkan peserta didik.

Sudah sewajarnya guru melaksanakan profesinya dengan jiwa dan mental mengutamakan profesionalismenya sebagai tenaga pendidik. Bila kita memilih sebuah profesi maka kita harus menaruh hati dan pikiran kita guna mencapai tujuan yang maksimal. Berupayalah menjadi individu yang memiliki profesionalisme dalam profesi kita.

Memegang profesi guru tentu diperlukan ilmu pengetahuan tertentu dan mampu mengajarkannya kepada orang lain, sehingga guru tidak tergantung kepada usia. Guru dapat berusia lebih muda dari orang yang akan diajari.

Sebagai pendidik professional, guru mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapt menunjukan pada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.

Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Bagaimana guru meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya, dan bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa, teman-temanya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas. (***)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s