Sudah 7 Hari Pencarian Petani Kemenyan Masih ‘Ditelan’ Hutan

Pangaribuan – Sudah 7 hari pencarian Bastian Pakpahan (40) dilakukan. Namun keberadaan petani kemenyan yang hilang di hutan Tagahambing, Desa Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara ini masih misteri.

Pencarian oleh warga satu kampung, aparat pemerintah, TNI dan Polri, bahkan anjing pemburu, sudah dilakukan. Diketahui, Bastian Pakpahan hilang di hutan Taghambing pada Senin (1/5). Bastian berangkat ke hutan sendirian untuk mengambil kemenyan. Setelah malam tidak pulang, istrinya, Sinur br Simbolon mencari-carinya, hingga saat ini pun belum kembali.

Sebagaimana penjelasan istrinya dan beberapa warga desa, warga memang kebanyakan pergi ke hutan untuk mengambil hasil dari kebun kemenyan, karena dominan kemenyan tumbuh di hutan tersebut.

“Kami tidak akan bosan-bosan untuk melakukan pencarian. Beberapa upaya sudah kami lakukan agar bisa ketemu. Menggelar doa bersama satu kampung dan dengan cara-cara lain juga sudah kami lakukan,” ujar warga bermarga Pakpahan dan Silitonga didampingi Kapolsek Pangaribuan AKP DMZ Harahap, Minggu (7/5) di Pangaribuan.

“Setiap hari kami secara ramai-ramai berangkat ke hutan untuk mencari, bahkan anjing pemburu yang sudah biasa kehutan itu, juga kami libatkan untuk bisa membantu kami,” imbuh mereka.

Kapolsek Pangaribuan AKP DMZ Harahap menjelaskan, pihaknya juga ikut melakukan pencarian.
“Apabila dalam beberapa hari ini BP juga tidak ditemukan, kita akan berkomunikasi dengan SAR agar mereka juga turut membantu melakukan pencarian,” jelasnya.

Istri Bastian Pakpahan dan 5 orang anaknya, hingga saat ini masih tetap mengharap korban kembali dalam keadaan sehat.

“Seluruh keluarga yakin bahwa Bastian hilang di hutan, karena sebelum berangkat, suamiku dalam keadaan sehat dan perginya juga dengan baik-baik serta permisi. Bahkan saya yang membuat nasi untuk bekal suami di hutan untuk satu hari,” ungkap istri Bastian Pakpahan, Sinur br Simbolon kepada wartawan.

Setelah banyak warga yang mengetahui BP hilang di hutan, beberapa warga dari desa lain juga turut prihatin dan turut bersama-sama dengan warga setempat mencari ke hutan.

Warga desa pun bersama-sama turut menanggulangi biaya pencarian, berupa makanan, minuman dan keperluan lain untuk melakukan pencarian. (as/ara)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s