Dilahirkan Kembali dari Roh

DAME MA DIHAMU

Diperkirakan setiap tahun terbit sekitar 300.000 buku baru di seluruh dunia. Sungguh suatu jumlah yang luar biasa! Namun, hanya ada satu buku, yaitu Alkitab, yang paling bertahan di antara semua buku itu.

Apa yang dapat kita katakan mengenai daya tarik “buku tua” ini? Jawabannya sangatlah sederhana. Buku ini adalah firman Allah, yang disampaikan dalam bahasa manusia, dan menceritakan tentang Pencipta kita dan kehendak-Nya atas dunia ini. Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan pengertian yang paling tepat mengenai sifat dasar manusia yang membingungkan, serta alasan kita berbuat sesuatu.

Robert Coles, seorang profesor dari Harvard, telah mewawancarai ratusan orang dari berbagai kalangan masyarakat. Ketika ditanya mengenai hal yang telah dipelajari dari penelitiannya tentang sifat dasar manusia, Dr. Coles menunjuk Alkitab yang terletak di atas mejanya dan berkata, “Saya tidak menemukan satu hal pun mengenai penciptaan manusia yang bertentangan dengan yang telah saya pelajari dari para nabi Yahudi dan dari Yesus, serta hidup orang-orang yang dijamah-Nya”.

Berbagai tulisan orang lain dan pengalaman kita sendiri dapat mengajarkan banyak hal kepada kita tentang penyebab dari tingkah laku yang kita perbuat. Dengan ilmu, pengalaman dan jabatan yang kita miliki mungkin kita merasa besar kepala dan begitu tersanjung dan cepat puas. Tetapi sedetik setelah itu berlalu kembali kita hidup dalam kehampaan. Mengapa? Karena kebahagiaan abadi belum menjadi milik kita. Kehormatan, pujian, dan pengetahuan dan pengalaman sifatnya sementara.

Menurut Robert Cole, hanya Injil yang mengatakan bahwa hati kita yang penuh dosalah yang menjadi inti dari persoalan kita, dan bahwa dengan percaya kepada Yesus, hati kita dapat diubahkan dari dalam. Nikodemus adalah salah satu orang yang belum menemukan hidup keabadian tersebut. Oleh karena itulah maka ia pun datang menemui Yesus untuk memperjelas bagaimanakah hidup dalam Kerajaan Allah dan dilahirkan kembali.

Seperti pengalaman Dr Coles di atas juga terjadi dalam hidup seorang cendikiawan Yahudi, bernama, Nikodemus sebagaimana dalam nats ini (Yohannes 3:1-17). Nikodemus adalah seorang rabbi Yahudi, Ahli Taurat, tokoh agama, pejabat di Sanhedrin. Dari sudut status sosial Nikodemus, selain terhormat ia seorang cerdik pandai, rohaniawan Yahudi. Namun, dia belum menemukan hidup yang kekal (Kerajaan sorga).

Secara duniawi Nikodemus adalah orang yang sudah mapan namun di hadapan Allah, justru ia masih miskin rohani, dangkal iman, ia haus akan Kerajaan Allah. Kedatangan-Nya menemui Yesus tidak mendapat penolakan sebab kehadirannya menghadap Yesus karena ia rindu dan haus untuk menemukan hidup dalam Kerajaan Allah. Buktinya, Yesus menjawab Nikodemus, katanya, : “engkau harus dilahirkan kembali”. Jawaban ini tidak disangkalnya namun sulit ia mengerti tentang dilahirkan kembali.

Menurut pemikiran Nikodemus bahwa dilahirkan kembali secara jasmani (kembali ke rahim ibu), tetapi kembali Yesus menegaskan bahwa kelahiran kembali itu menurut roh dan air. Artinya, jika kamu mau masuk ke dalam Kerajaan Allah maka kamu harus terlebih dahulu dibaptis (dibersihkan) dan disucikan.

Hidup oleh Roh adalah perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup setiap orang percaya. Hidup dengan Roh adalah “fall in love with Jesus, and wanna give everything to Him” (memberi hidup dalam kasih dengan Yesus dan menginginkan segala sesuatu kepada-Nya). Ini yang menyebabkan perubahan hidup, perubahan karakter, pertumbuhan spiritual dan hadirnya buah Roh dalam hidup kita. Yesus berkata, Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Kita harus dilahirkan kembali oleh Roh. Itu artinya adalah perubahan menjadi manusia baru. Adanya sebuah kesadaran bahwa kita butuh berubah, mau berubah, dan hidup untuk berubah, seperti apa yang Tuhan inginkan.

Kenapa ini harus dilakukan? Karena Yesus datang untuk menyelamatkan. Tanpa pertobatan, perubahan hidup, pengakuan dosa dan keinginan untuk berbalik dari dosa, kita akan mati binasa. Yesus tidak menginginkan ini terjadi. Dia ingin kita bertobat dan berubah dari kelakuan kita yang jahat dan menjadi pribadi yang lebih baik, agar kita menjadi pribadi yang lebih berbahagia.

Bila selama ini kita masih larut dalam kebiasaan buruk, yaitu : keras kepala, sok pintar, tinggi hati, tidak hormat, egois, malas beribadah, tidak peduli dengan kepentingan orang lain. Maka sebagai orang yang sudah dilahirkan kembali marilah kita memberi diri untuk diperbaharui oleh Roh Kristus untuk melakukan perbuatan baik dan kasih sebagai bukti bahwa kita sudah hidup menurut Roh Kudus. Amin.! (l)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s