Kejayaan Barus Terulang!! Presiden Joko Widodo Resmikan Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara

TAPTENG – Mummi di Mesir dapat diawetkan dengan bahan kapur barus. Ini bukti bahwa kejayaan Barus sudah dimulai sejak abad ke-5 Masehi. Hubungan dagang dengan dunia luar pun sudah terjalin saat itu, temasuk masuknya syiar agama Islam. Dan, kejayaan Barus terulang lagi saat Presiden Jokowi meresmikan titik nol peradaban Islam di Nusantara di kota tua yang dulunya dikenal dengan nama Fansur atau Barosai ini.

Begitu tiba di Kecamatan Barus, Tapteng, Jumat (24/3), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) langsung meninjau lokasi Makam Mahligai di Desa Aek Dakka. Presiden Jokowi yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB di Makam Mahligai ini tampak didampingi Ibu Negara Hj Iriana Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi meresmikan Titik Nol Islam Nusantara di Pantai Pasar Batu Gerigis, Kelurahan Batu Gerigis.

“Saya memdengar bahwa mummi yang ada di Mesir bisa awet karena diawetkan pakai kapur barus. Dan, ratusan tahun yang lalu nenek moyang kita telah berhubungan erat dengan saudagar. Dan, tadi pagi telah mengunjungi Makam Mahligai. Ini menandakan bahwa di sana banyak makam pedagang dari Timur Tengah. Kita tahu semuanya tempat ini pertama kalinya Islam di Nusantara disebarluaskan,” ujar Presiden Jokowi memulai sambutannya menceritakan perjalanannya sebelum melakukan peresmian.

“Di negara kita, dari Sabang sampai Merauke, ada sekitar 714 suku, saya titip pada kita semua, terutama para ulama, bahwa kita harus dapat menjaganya, sebab ini adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada negeri tercinta kita ini,” ujar Presiden Jokowi lagi.
Dia mengatakan, di Sumatera Utara saja, yang sudah dikunjunginya, ada banyak cara saat memberi salam, seperti di Kepulauan Nias mengucapkan “Yahowu”, dan ternyata berbeda dengan di daerah Tapanuli dengan kata “Horas”.

“Dan, jika ke Dairi, lain lagi ucapan salamnya. Ini baru di Provinsi Sumatera Utara yang ternyata juga memiliki banyak budaya. Apalagi Indonesia yang memiliki 34 provinsi dan ratusan daerah tingkat dua, tentunya memiliki budaya yang berbeda juga,” ujarnya.

Dia menekankan, jangan sampai karena perbedaan agama, negara kita ini terpecah, jangan juga karena politik, untuk memilih pemimpin, kita menjadi terpecah.

“Kita banyak agama, banyak suku dan banyak budaya lokal. Semoga itu dapat menjadi barokah bagi bangsa kita,” harapnya.
Dan, dengan diresmikannya Titik Nol Islam Nusantara ini, Ptresiden Jokowi berharap, semoga acara ini mengingatkan kita pada sejarah dan tidak melupakannya.

“Dengan membacakan bismillah, saya resmikan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara,” ujarnya.
Usai peresmian oleh Presiden RI yang ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti, presiden bersama ibu Negara dan rombongan menunaikan ibadah Sholat Jumat di Mesjid Raya Barus.

Sementara, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dalam mengaku sangat mengapresiasi kedatangan Presiden ke Barus.

“Setelah menunggu beberapa lama, baru kali ini Presiden RI dapat berkunjung ke Barus, Sumatera Utara. Selamat datang Bapak Presiden dan Ibu di Barus. Daerah ini masih menyimpan potensi sejarah yang berasal dari dari abad IX, dimana Barus merupalan pemukiman penduduk yang dihuni oleh berbagai etnis. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya benda-benda purbakala,” kata Gubsu.

Sebagai bukti, kata Tengku, adanya Makam Mahligai, Papan Tinggi , dan lainnya, yang menggambarkan asal mula perkembangan agama Islam di Nusantara dan itu berada di daerah ini, dimana ada makam Syekh Mahmud, serta peninggalan sejarah lainnya.
“Tempat ini memang layak menjadi objek wisaya di Sumut. Dan, walau dihuni berbagai etnis dan agama, hingga saat ini tidak ada pertikaian antar agama,” jelas Gubsu.

Turut memberikan sambutan Ketua Dewan Ulama CBMI (Cendekiawan Batak Muslim Indonesia) Syekh Ali Akbar Marbun, tokoh nasional dari Barus Ir Akbar Tanjung, para menteri, Pangdam I Bukit Barisan, Kapoldasu serta undangan lainnya.
Dibangun Dalam Waktu 37 Jam
Tugu Titik Nol Kilometer masuknya Islam di Nusantara di Kelurahan Pasar Batu Gerigis, yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo dibangun dalam waktu 37 jam.

Bangunan yang terdiri dari tiga tiang yang menyangga bola dunia itu dibangun tanggal 22 Maret pukul 15.00 WIB dan selesai pada 24 Maret pukul 04.30 WIB dini hari.

Kepala Desa Sibintang Ahmad Tarihoran, salah seorang kru dalam pengerjaan tugu itu mengatakan, selama pengerjaan, mereka bekerja dengan kompak dan tidak mengalami kendala.

Dan, usai tugu diresmikan, ratusan warga langsung berduyun-duyun berfoto di lokasi yang kini menjadi ikon Kota barus tersebut. (gp/mis/ara)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s