Tipu Rp 60 Juta, Calo PNS di Jambi Dibui 3 Tahun

Derman P Nababan SH MH

Muara Bulian – PNS Dinas Perhubungan Sarolangun yang mengaku Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sorolangun, Ahmad Syarwadi (42), hanya tertunduk lemas di kursi pesakitan PN Muara Bulian, Jambi. Syarwadi dijatuhi hukuman 3 tahun penjara karena ulahnya sebagai calo CPNS.

Kisah pria yang bertempat tinggal di RT 12 RW 01 Kelurahan Aurgading ini bermula dari penawaran CPNS kepada guru honorer di Sorolangun, Darmini, pada 2012. Darmini pun tertarik. Uang pelicin Rp 60 juta disiapkan untuk memuluskan proses administrasi dari tangan Syarwadi.

Singkat cerita, Darmini sepakat dengan suaminya untuk menyerahkan uang tunai dan sisanya ditransfer ke rekening Syarwadi. Layaknya rangkaian multi-level marketing (MLM), Syarwadi meminta Darmini mencari mangsa lainnya.

Tiga bulan berjalan, Syarwadi tidak bisa menuntaskan janjinya. PNS BKD Pemkab Sorolangun itu dilaporkan dan diproses oleh polisi dan berakhir di meja hijau.

“Dijatuhi pidana penjara selama 3 tahun karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap beberapa orang korban, dengan dalih akan dimasukkan CPNS dengan imbalan sejumlah uang,” ujar ketua majelis hakim PN Muara Bulian, Derman P Nababan SH MH, dengan anggota Ultry Meilizayeni SH dan Listyo Arif Budiman SH dalam persidangan di PN Muara Bulian, Senin (6/3/2017).

Dalam pertimbangannya, Syarwadi dinilai telah merusak nama baik PNS BKD Pemkab Sorolangun. Sebab, terdakwa menggunakan embel-embel kepegawaiannya untuk tindak pidana penipuan.

“Seorang aparatur sipil negara seharusnya menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Tapi justru melakukan penipuan terhadap orang lemah, di mana sebagian besar uang yang diserahkan saksi korban kepada terdakwa adalah hasil pinjaman,” papar Derman.

Derman mengatakan tuntutan Kejari Batang Hari Kendar selama 3 tahun penjara sudah tepat. Terlebih perbuatan Syarwadi dapat menciptakan birokrasi korup.

“Sudah sesuai dengan rasa keadilan masyarakat, khususnya bagi korban,” pungkas Derman.

Setelah putusan itu dibacakan, Syarwadi hanya bisa tertunduk lemas di kursi pesakitan dan menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi. Selain mesti menghuni penjara, status PNS Syarwadi di BKD Pemkab Sorolangun dicabut.

Sidang tersebut juga menampilkan putusan dalam layar proyektor. Putusan langsung bisa dikantongi para pihak untuk kepentingan masing-masing.
(edo/asp/RN)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s