Jalan TUHAN dan Peringatan-Nya

Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. – Mazmur 119 : 2 – 3

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

Jangan pernah menganggap diri paling benar dan tak pernah berbuat salah. Jangan pula jadi orang yang merasa paling jujur, berkata benar dan tidak melakukan tindakan yang salah. Kita hanya bisa mengelus dada saat ada oknum yang menyatakan dirinya tidak melakukan korupsi dan tidak bersalah, ternyata dalam hitungan beberapa hari, bulan dan tahun oknum yang tadi merasa bebas dari perilaku korupsi sudah dinyatakan tersangka dan ditahan oleh pihak berwenang.

Mazmur 25 : 10 menuliskan ”Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peri­ngatan-Nya.”

Setiap kali kita hendak melakukan sesuatu, pasti petimbangannya sangat matang. Seperti cerita di dalam film kartun, biasanya kalau tokoh pemeran utama mau berbuat sesuatu yang melanggar hukum, pasti di kiri kanan kepalanya ada dua bayangan. Yang satu bayangan gambaran Tuhan atau malaikat yang mengingatkan tokoh tadi untuk tidak melakukan kesalahan. Se­mentara bayangan satu lagi berasal dari neraka atau iblis yang terus-terusan menggoda tokoh untuk berbuat sesuatu yang salah.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, ketika kita hendak melakukan sesuatu yang salah dan tidak berkenan di mata Tuhan, pastilah jantung kita berdebar sangat kencang. Di kuping kita sebelah kiri akan sangat kuat godaan dari si iblis untuk menjerumuskan kita agar tetap melakukan kesalahan yang sama setiap hari. Sementara di kuping kita sebelah kanan akan ada kuasa Roh Kudus yang setia mengingatkan kita untuk tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama, agar tidak larut dalam kesalahan yang sama.

Perjanjian Baru menuliskan banyak peringatan-peringatan kepada kita untuk bertobat dan berbuat yang terbaik untuk Tuhan. Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3 : 16-17).

Tuhan sangat mengerti penderitaan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini. Yesus meninggalkan kenyamanan dan keamanan di surga, dan memasuki lingkungan keras yang kita tinggali. Yesus merasakan lelah, lapar dan haus, mendapat tuduhan dari orang-orang, dijauhi oleh keluarga dan teman-teman-Nya. Tetapi Yesus mengalami lebih berat dari penderitaan sehari-hari. Yesus, anak Allah dalam bentuk manusia, dengan kerelaan menanggung segala dosa kita dan menebus hukuman mati yang seharusnya menjadi milik kita.

1 Yohanes 3 : 16 menuliskan ” Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menye­rahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

Dia menawarkan kepada kita kehidupan kekal. Kita tidak memiliki ini. Kehidupan kekal adalah pemberian Tuhan yang ditawarkan kepada kita, yang kita dapatkan ketika kita meminta Dia untuk memasuki kehidupan kita. Roma 6 : 23 ” Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

Sebuah cerita tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anak-anaknya tidak mengenal batas. Setiap hari, seorang ibu yang baik pasti akan merawat dan menjaga anak-anaknya. Anak pertama, kedua dan ketiga selalu diingatkan agar tidak sampai terjerumus ke jalan yang salah yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Ibu yang tetap setia dengan Tuhan selalu berdoa dan berdoa untuk anaknya. Suatu ketika, anaknya yang paling kecil tertangkap tangan menggunakan narkoba dan harus menjalani hukuman beberapa tahun. Si ibu tetap setia mendoakan anaknya agar bertobat dan meminta ampun pada Tuhan. Keberadaannya di penjara menjadi peringatan agar si anak tidak mengulangi perbuatan yang sama. Saat si anak keluar dari penjara, si ibu tetap setia membimbing anaknya agar mendekatkan diri pada Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan kita sehari-hari. Tuhan selalu mengingatkan kita dengan lembut, kadang keras dan terkadang sangat keras. Ini semua untuk mengingatkan kita agar mau meng-evaluasi diri dan bertobat.

Amsal 3 : 11 menuliskan ”Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.”

Dalam perjalana hidup kita sehari-hari sesungguhnya sangat banyak peringatan-peringatan yang ditunjukkan Tuhan kepada kita agar kita tidak sampai terjerumus lebih dalam ke perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Aapakah hari ini Anda telah meminta dengan sungguh-sungguh agar Tuhan memasuki hidupmu? Melawat kehidupanmu? Jika sudah, saudara punya banyak hal yang dapat dilihat sekarang. Tuhan berjanji untuk membuat hidupmu yang sekarang menjadi luar biasa melalui pengenalan akan Tuhan. Tidak perduli apa yang terjadi disekitarmu, Tuhan selalu ada untukmu.

Walaupun orang-orang tidak mengikuti jalan Tuhan, Tuhan mampu mengatasi keadaan yang menakutkan dan membuat rencana-Nya terwujud. Jika saudara adalah milik Tuhan, saudara bisa berpegang pada janji yang berkata, ” Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8 : 28).

Banyak perkara yang membuat kita goyah dan terkadang meragukan keberadaan Tuhan, akan tetapi ketika hati kita teguh dan selalu mengingat peringatan-peringatan-Nya maka kita akan semakin kuat dan yakin bahwa Tuhan selalu beserta kita. Amin.

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s