Pemakaman 9 Korban Kecelakaan Maut, Tetap Satu, Walau dalam Agama Berbeda

korbanBaktiraja – Sejumlah kerabat korban yang turut mengantarkan jenazah korban ke pemakaman mengatakan bahwa warga desa benar-benar sangat kehilangan atas peristiwa itu. Tangisan warga desa pun turut menghantarkan kesembilan jenazah ke tempat peristirahatan sementara.
Saat diwawancarai wartawan, warga mengatakan bahwa seluruh jasad korban dimakamkan di liang lahat berbeda, yang terdiri dari masing-masing kepala keluarga. Furida Turnip (30) dan ketiga anaknya, yakni Yesi Banjarnahor (13), Renwenti Banjarnahor (12) dan Pranata Banjarnahor (4), dimakamkan ke dalam satu liang.

Sementara, Lamsir Banjarnahor (32) dan Endang (35), yang merupakan suami istri dan dua anaknya, yakni Fani Banjarnahor (5) dan Joya Banjarnahor (9 bulan), warga Tanjung Morawa Deliserdang, dimakamkan ke dalam satu liang lahat di sebelahnya.
Kemudian, Ardino Banjarnahor (13), yang merupakan adik dari Lamsir Banjarnahor, dimakamkan di liang lahat terpisah.
Mereka melanjutkan, proses pemakaman berlangsung hingga malam hari sekira pukul 21.30 WIB. Meski pihak keluarga mengalami duka yang sangat mendalam, namun ada satu hal yang dapat mereka petik dari kejadian yang terbilang di luar nalar manusia itu, yakni kebersamaan dan kesatuan seluruh pihak keluarga yang melaksanakan acara dalam dua ajaran agama berbeda dalam satu rumah.
“Menurut kami ini sangat luar biasa. Dapat bersatu dua agama dalam satu rumah. Acara seperti itu sangat jarang terjadi di negara kita ini. Bagi kami, ini salah satu faktor yang membuat pihak keluarga menjadi lebih tabah dan sabar menghadapi cobaan ini,” katanya.
Terpisah, Kennedy Banjarnahor mewakili keluarga besar Op Yessy Banjarnahor menyampaikan terimakasih kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi memberikan perhatian dan pertolongan, mulai dari proses evakuasi para korban di lokasi kejadian, hingga ke acara pemakaman.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menolong, mengevakuasi dan menghantar seluruh jasad korban ke rumah duka hingga ke tempat peristirahatan mereka. Baik itu pihak kepolisian Dairi, Rumah Sakit Dairi, Pemerintah Kabupaten Humbahas dan terlebih warga yang ikut mengevakuasi para korban dari lokasi kecelakaan serta seluruh masyarakat luas yang telah ikut mendoakan dan menyampaikan ungkapan berita dukacitanya. Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang di kemudian hari,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalulintas terjadi di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, Dairi. Satu unit mobil Toyota Avanza BK 1568 KM masuk kolam. Akibat kejadian, sebanyak 9 penumpang mobil yang didominasi anak-anak dikabarkan tewas. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.15 WIB pada Senin (2/1).
Awalnya, mobil yang dikemudikan Lamsir Banjarnahor (32) menuju Sidikalang. Saat itu mobil melintas di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di jalan yang menurun, sempit, menikung dan kondisinya agak rusak. Diduga supir kurang berhati-hati saat mengemudi dan menyebabkan mobil masuk beram dan akhirnya terbalik.
Sejurus kemudian, mobil masuk ke kolam yang berada di bahu jalan sebelah kiri. Diperkirakan, kedalaman kolam mencapai 5 meter. Akibat kejadian, pengemudi mobil meninggal dunia bersama delapan penumpang lainnya. (bl/ara)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s