Natal Membawa Damai Sejahtera

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.-Yohanes 14 : 27

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

Memasuki bulan Desember tahun ini, ada banyak peristiwa yang membuat kita miris dan mengelus dada. Kasih dan damai sejahtera sepertinya sudah semakin jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Yang lebih menonjol saat ini adalah saling menjatuhkan, saling menjelekkan, saling sikut dan mau menang sendiri.

Kasus-kasus yang akhirnya harus berhadapan dengan pengadilan massa tidak justru membuat orang-orang yang melakukan aksi kejahatan langsung jera dan bertobat. Sebelum ‘tersandung’ ada banyak pelaku kejahatan masih saja melakukan aksinya. Sekali lagi, kasih dan damai sejahtera sudah semakin jauh dari kehidupan kita.

Seharusnya, kita selaku umat Tuhan dan kepercayaan Tuhan menjunjung tinggi cara hidup yang benar-benar berlandaskan firman Tuhan. Kehidupan kita selaku umat Kristiani yang percaya dengan Yesus Kristus haruslah memancarkan Terang Kristus itu dalam hubungan dengan sesama. Dalam diri Yesus Kristus, Allah memberikan keselamatan kepada semua manusia, tanpa memandang suku, status sosial, dan agama.

Allah menjadi manusia untuk menebusnya dari segala cela dan dosa manusia. Seperti Allah mengasihi semua orang, kita pun dipanggil untuk mengasihi sesa­ma manusia, lebih-lebih sesama yang dipertemukan oleh Allah dengan kita dalam pergaulan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketika kita mengasihi sesama tanpa memandang suku, agama, dan status sosial, maka kita telah berlaku adil. Kita telah menerima kasih dari Allah, dan Allah menghendaki agar kita mampu membawa kasih itu kepada sesama, itulah makna dari terang yang sesungguhnya yang sedang bahkan telah datang ke dalam dunia ini.

Makna Natal yang sesungguhnya yang diperingati setiap bulan Desember adalah menjadi momentum bagi kita untuk benar-benar mewujudkan kasih setia Tuhan kepada sesame ciptaan-Nya tanpa membeda-bedakan. Tak pernah sekalipun kita diajari untuk membenci orang lain dan menjauhinya.

Semasa masih kecil dulu, waktu kita mengikuti sekolah minggu pasti guru sekolah minggu kita mengajari yang sesuai dengan ajaran firman Tuhan. Bukan mengajari yang tidak ada di dalam Alkitab atau membuat cerita yang tidak benar. Firman Tuhan membimbing kita menjadi insan yang bertanggungjawab, berintegritas dan mengasihi sesama manusia seperti yang juga digambarkan dalam dasar negara kita Pancasila.

Dalam menjalani hari-hari yang belakangan ini semakin jahat, kita harus benar-benar menjadikan Kristus sebagai batu penjuru kita. Itu sebabnya, untuk mendapatkan dan memiliki hidup dalam perdamaian dengan semua orang, terutama di saat perayaan Natal tahun ini maka mari membuka hati dan hidup ini bagi Yesus Kristus, terang yang sesungguhnya yang sedang datang ke dunia untuk menerangi dan mencerahkan hidup kita.

Kenyataan yang kita hadapi saat ini memang sangat berat, namun tidak boleh membuat kita kehilangan harapan dan justru menyalahkan Tuhan dalam perja­lanan hidup kita. Itu adalah sikap yang salah dan bukan mencerminkan cara hidup yang diajarkan dalam firman Tuhan.

Saling Mendoakan

Kedatangan Yesus ke dunia ini yang kita peringati sebagai Hari Natal setiap bulan Desember hendaklah itu mendatangkan sukacita besar. Sukacita itu melekat dalam diri setiap orang beriman yang mampu menghayati hakikat dan makna kelahiran Yesus. Ia lahir sebagai manusia, menjadi senasib dengan manusia, dan terbuka menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir di dunia untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yohanes 4:9).

Kasih Allah itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan nyawa untuk menanggung dosa seluruh umat manusia. Kepada Jemaat Efesus, yang dilanda bahaya perpecahan dan sedang berupaya keras untuk memelihara keutuhan jemaat, Paulus menunjukkan bahwa Yesus adalah damai sejahtera yang telah mempersatukan berbagai pihak yang berbeda (Efeses 2:14).

Peran dan hakikat Yesus Kristus sebagai damai sejahtera diwujudkan secara nyata dalam karya penebusan-Nya. Dalam kurban salib-Nya Ia menumpahkan darah bukan hanya untuk sekelompok orang melainkan untuk seluruh umat manusia. Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa Kristus mengasihi semua manusia tanpa membeda-bedakan. Dengan demikian, Ia mempersatukan semua orang di dalam diri-Nya agar mereka dapat hidup bersama dalam damai sejahtera.

Di tengah sukacita Natal ini, kita menyadari bahwa suasana kehidupan kita akhir-akhir ini diwarnai oleh berbagai kekhawatiran dan ketakutan. Kenyataan hidup sosial politik tetap hangat, beban ekonomi terasa semakin berat, sementara bencana alam dan wabah penyakit melanda berbagai wilayah. Di bulan Desember ini ada gempa besar melanda saudara-saudara kita di Pidie Jaya Aceh. Mari sama-sama mendoakan negeri ini agar terhindar dari perpecahan.

Melihat situasi seperti sekarang ini, kebebasan hidup beragama mengalami banyak hambatan dan ada usaha adu domba antarumat beragama. Sementara itu, krisis kepercayaan antara penguasa dan rakyat, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan antara satu kelompok dengan kelompok lain mengancam kehidupan bersama.

Bangsa ini belum sepenuhnya bersatu. Berbagai perbedaan seringkali tidak dipandang sebagai kekayaan tetapi justru sebagai alasan untuk memisahkan diri satu dari yang lain. Akibatnya, perbedaan seringkali berakhir dengan pertentangan dan perpecahan. Kita semua merindukan kehidupan bersama yang penuh damai sejahtera dan damai sejahtera ini hanya dapat terwujud bila seluruh warga bangsa bersatu.

Kiranya Damai Natal tahun ini membawa satu harapan bagi kita, membawa satu kerinduan agar terwujud kebersamaan yang harmonis dan tanpa mem­beda-bedakan. Natal tahun ini juga jadi momentum bagi kita untuk saling mengasihi dan saling menghargai, mudah memaafkan dan mau berkorban untuk kebersamaan. Amin.

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s