Menjelang Natal Tahun Ini, Suatu Hidup yang Penuh Pengharapan

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” – 1 Petrus 1 : 3 – 4.

Apa yang menjadi harapanmu di bulan Desember ini ? Setiap tahun di bulan Desember kita merayakan hari kelahiran Sang Juru Slamat Yesus Kristus. Setiap kali menjelang Natal, ada harapan yang terlintas dibenak setiap kita agar kita juga ikut lahir baru dan menjadikan teladan Yesus Kristus yang rela mati demi dosa saya, dosa Anda dan dosa kita semua.

Sejak kecil, saya mempunyai harapan setiap kali menjelang Natal Tuhan memberkati kami sekeluarga dan menghadirkan damai sejahtera dalam setiap langkah kehidupan keluarga kami. Bagaimana dengan Anda ? Mungkin ada diantara kita yang memiliki harapan agar Tuhan segera datang untuk menghakimi orang-orang yang merasa dirinya paling benar dan berani membuat vonis kepada sesama agar segera dihukum dengan seberat-beratnya.

Ada maling berteriak maling, ada koruptor berseru-seru agar si A atau si B segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal. Padahal, orang yang berteriak lantang tentang koruptor tadi ternyata sudah tertangkap tangan menerima suap dari pengusaha.

Anak Tuhan jangan pernah merasa dirinya paling jujur, paling benar dan paling hebat. Serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Jadikan momentum Natal menjadi titik awal kebangkitan kita ke dalam sebuah fase kehidupan yang lebih baik, lebih taat kepada Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri dalam melakukan banyak hal.

Natal merupakan hari raya yang diperingati setiap tahun. Tidak hanya umat Kristen yang bersiap-siap untuk menyambut hari kelahiran Yesus ini. Pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan temapt-tempat umum lainnya juga berkemas dengan berbagai aksesoris untuk menyam but suasana peringatan Hari Natal.

Kedatangan bulan Desember membawa segala sukacita Natal. Namun, apakah arti Natal yang sebenarnya? Apakah Natal berarti hadiah-hadiah yang tertumpuk di bawah pohon terang, hiasan lampu yang menghiasi bingkai jendela, kartu-kartu Natal yang memenuhi kotak surat, makan malam bersama seluruh anggota keluarga, salju yang bertebaran di halaman rumah, hiasan kaos kaki yang tergantung di ruang tengah, dan ucapan “Selamat Natal” bagi setiap orang yang kita temui di jalan? Apakah ini Natal yang sejati?

Bagi banyak orang, Natal adalah saat yang paling susah dan menyedihkan. Mereka tidak memiliki uang yang lebih untuk membeli hadiah bagi anak-anak, keluarga, dan teman-teman mereka. Banyak orang juga merasa sedih saat Natal tiba, karena mereka memikirkan orang-orang yang mereka kasihi tidak dapat pulang ke rumah untuk berbagai alasan. Sementara itu, bagi sebagian orang yang lain, makan malam yang mewah hanyalah impian semata, bukan kenyataan.

Natal sesungguhnya bisa menjadi saat yang penuh sukacita. Saat yang dipakai Allah untuk menunjukkan kasih-Nya yang agung bagi kita. Natal dapat menjadi saat pemulihan dan pembaruan kekuatan. Natal adalah saat kita merayakan kelahiran bayi Kristus. Allah Bapa mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus, untuk dilahirkan ke dalam dunia. Kelahiran-Nya membawa sukacita yang besar bagi dunia. Para gembala, orang-orang majus, dan malaikat; semuanya berbagi kegembiraan dalam peristiwa yang agung ini.

Mereka semua tahu bahwa Dia bukanlah seorang bayi biasa. Para nabi telah menubuatkan kedatangan-Nya sejak ratusan tahun sebelumnya. Bintang terang berhenti di atas Betlehem untuk menunjukkan jalan kepada mereka yang mencari anak yang istimewa ini.

Menjelang perayaan Natal tahun ini, tak ada salahnya kita berbagi kasih dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kekurangan di sekitar kita. Sebab, dalam kehidupan nyata sangat banyak manusia yang tidak memiliki hati untuk memberi sedikit dari yang dimiliki kepada orang lain. Terkadang kita lupa bahwa apa yang kita peroleh hari ini adalah berkat dari Tuhan. Kita sering merasa bahwa apa yang kita miliki adalah hasil kerja keras kita sendiri tanpa pernah bersyukur bahwa semua itu diperoleh karena campur tangan Tuhan.

Matius 6 : 2 menuliskan “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”

Memberi sedekah dan membantu orang-orang yang kekurangan adalah salah satu makna Natal yang perlu kita alirkan kepada orang-orang di sekitar kita. Kita diberkati untuk memberkati. Kita diberi kelimpahan agar kita bisa berbagi dengan orang-orang yang kekurangan.

Firman Tuhan yang menuliskan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu”. (1 Tesalonika 5 : 18) Firman ini menjadi satu ayat penguat bagi kita dalam merayakan Natal tahun ini. Semoga damai Natal ada dalam kehidupan kita ke depan. Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s