Parmalim Gelar Doa Untuk Indonesia Damai. “Doa Dari Pelosok Desa”

 Tobasa – Dipimpin Ulu Punguan S Simanjuntak, penganut agama Malim (Parmalim) menggelar doa bersama untuk keamanan, kedamaian dan kejayaan Negara dan Bangsa Indonesia pada saat ibadah Marari Sabtu di rumah ibadah Bale Pasogit Partonggoan di Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (19/11).

Sebagai pimpinan ibadah, S Simanjuntak mengatakan, bahwa dalam setiap ibadah Marari Sabtu, doa untuk Negara dan Bangsa serta pemimpin Negara selalu dipanjatkan. Baik ibadah di Bale Pasogit yang merupakan pusat agama Malim di Indonesia, demikian juga di rumah ibadah Parmalim yang disebut Parsaktian yang ada di luar daerah.

“Sebenarnya, acara ini bukan khusus mendoakan Negara ini. Tapi memang setiap hari Sabtu merupakan hari peribadatan Ugamo Malim yang namanya Marari Sabtu. Dalam setiap ibadah itu, kami selalu memohon kepada Debata Mula Jadi Nabolon, sang pencipta, agar Negara kita diberkati, situasinya aman dan damai. Meminta berkat agar pimpinan Negara juga dituntun dan diberikan hati yang suci agar bisa memperbaiki bangsa dan negara ini, apalagi pada saat-saat keadaan Negara genting,” katanya ketika diwawancarai usai memimpin ibadah Marari Sabtu di ruang pertemuan Bale Pasogit.
Diterangkan, pihaknya sangat menyesalkan pergolakan yang pusatnya terjadi di DKI belakangan ini. Untuk itu diharapkan agar seluruh warga Negara Indonesia tetap mempertahankan ikatan persaudaraan dengan kokoh, saling menghargai, menghormati, dan tidak terceraiberai, dan selalu memegang prinsip mempertahankan keutuhan NKRI.

“Harapan kami untuk seluruh saudara-saudara kami, marilah tetap menjaga persaudaraan itu. Jangan mau terceraiberai. Permasalahan yang terjadi di Jakarta, biarlah diselesaiakan secara hukum. Seperti yang saya mohonkan dalam doa tadi, kiranya di hati mereka selalu ditanamkan hati tulus dan iklas. Masalah itu jangan diperuncing atau diperlebar. Namanya kita bersaudara, satu bangsa satu negara,” pinta S Simanjuntak yang saat itu didampingi Raja Mangasi Naipospos dan sejumlah umat parmalim lainnya.

Sebagaimana dipaparkan, penganut agama Malim yang merupakan agama leluhur suku Batak itu saat ini ada sebanyak 1.334 KK dengan jumlah sebanyak 5.555 jiwa sebagaimana data tahun 2015 lalu, tersebar di 20 Provinsi yang ada di Indonesia. Sebahagian ada yang tinggal Cabang wilayah Jakarta, Tanggerang, dan Tiga Raksa.
Seperti diketahui, didepan gedung Dewan Pengurus Pusat perhimpunan Parmalim, Penghayat Kepercayaan terhadap TYME di komplek Bale Pasogit terpajang spanduk yang isinya berjudul “Doa dari pelosok desa”. Isinya “Negara dan pimpinan kami, juga kepada saudara kami yang berbhineka agama, kepercayaan, suku, ras dan antar golongan. Semoga kehidupan di Jakarta yang penuh perbedaan tetap rukun mewarnai muka bumi, maka mari kita saling menghargai didalam Indonesia. Dari kami saudaramu, penganut kepercayaan Parmalim di kampung kecil Kabupaten Toba Samosir”.(ft)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s