Guru, Perbuatan Baik Apa yang Harus Kuperbuat ?

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata : “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” – Matius 19 : 16-17.

Sosok seorang guru harus menjadi panutan dan contoh yang baik bagi murid-murid-Nya. Peran strategis guru dalam membangun karakter manusia di muka bumi ini menjadi hal yang sangat penting. Di dalam Alkitab ada dituliskan tentang sosok guru yang sangat mengayomi dan rela berkorban demi untuk murid-murid-Nya. Guru yang paling setia dan benar dalam memberikan pengajaran tentang banyak hal adalah Yesus Kristus yang datang ke dunia dan melayani umat manusia.

Dalam tugas-Nya sebagai Guru, Yesus menekankan kebersamaan atau persekutuan. Melalui persekutuan itu para murid melihat Yesus sebagai sosok yang penuh dengan pengetahuan, hikmat dan wibawa atau kharisma serta kedalaman spiritual. Sang Guru itu dilihat murid-murid-Nya sanggup menuntun mereka mencapai hidup dan kemuliaan. Karena itulah para murid meng­gantungkan diri kepada Yesus. Mereka rela belajar daripada-Nya. Sebaliknya, Yesus sebagai Sang Guru mereka, menuntut kesetiaan, kerendahan hati, iman dan percaya bahkan ketaatan sampai akhir dalam mengikuti perintah dan keteladanan-Nya.

Dalam kiprahnya menjadi seorang Guru, Yesus menawarkan dasar hidup dan sikap baru. Dia menghadirkan pendekatan baru terhadap hubungan manusia dengan Allah serta dengan sesama-Nya. Dengan berjalan di belakang Yesus, kita akan hidup secara berbeda, dalam arti lebih tulus dan lebih manusiawi. Sebab dalam Yesuslah kita simak kemanusiaan sejati yang tidak hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk Allah dan sesama-Nya.

Dalam Yesus kita bisa melihat model pandangan dan praktek kehidupan. Dengan mengikuti Yesus, kita dapat hidup dengan suatu kehidupan oleh pertolongan Allah guna mampu menolong sesama. Pemikiran inilah yang mendasari gagasannya mengenai strategi bersaksi bagi Yesus melalui gereja di dalam dunia, agar rela menanggung harga dan juga menunaikan tugas kesaksian melalui pendidikan.

Sosok guru dalam diri Yesus harus diteladani oleh guru yang bekerja sehari-hari mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dan pengetahuan. Menjadi guru yang ‘baik’ ditengah-tengah masyarakat tidak mudah, karena guru membutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Oleh karena itu tidak salah gelarnya diberikan kepada guru sama dengan pahlawan yang gugur di medan perang merebut kemerdekaan, yaitu sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Guru itu sesungguhnya bukan pahlawan tanpa tanda jasa, guru itu sesungguhnya memiliki jasa yang sangat besar.

Posisi guru di India sangat tinggi dan sangat dihargai. Hanya di Indonesia, guru dianggap rendah karena memang segala lini kurang menghargai guru. Tokoh-tokoh kita ditengah-tengah masyarakat pun kadang-kadang tidak melihat guru lagi sebagai pahlawan yang bisa membawa negara kita ke sebuah perubahan yang lebih bagus. Guru di negeri ini kurang dihargai keberadaannya.

Kenapa guru dianggap rendah, kenapa guru tidak dianggap lagi sebagai pahlawan yang berjasa dalam membentuk insan berkarakter, bermoral dan bertanggungjawab. Karena guru atau dosen dewasa ini telah memperjualbelikan nilai. Guru bukan lagi mendidik anak menjadi anak yang pintar dan bermoral tapi hanya sekadar menyampaikan isi-isi pikirannya bahkan kadang-kadang tidak perlu. Hanya gelar yang mau dikasih kepada generasi berikutnya.

Penanaman nilai-nilai moral tidak lagi pernah terselip dalam tatap muka di dalam kelas. Guru hanya menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksinya) saja. Karena itulah, guru tidak dihormati lagi untuk memberikan kontribusi yang sangat besar kepada pembangunan bangsa dan negara kita.

Guru yang diharapkan sebagai motor penggerak revolusi mental perlu juga melakukan perubahan dalam perilaku, cara mengajar dan selalu update informasi terbaru agar tidak tertinggal informasi terkini dalam memberikan materi ajar kepada peserta didik. Para guru di sekolah harus belajar teori dan praktek keguruan dari sumber-sumber ilmiah dan rasional. Untuk menjadi sosok guru yang dihormati oleh murid-murid, belajarlah kepada sosok Guru yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus.

Kehidupan dan ajaran Yesus harus menjadi dasar filsafat guru Kristen. Kita perlu belajar dari peristiwa di mana Yesus mengajar seorang wanita di Samaria dan menuntunnya dari kebodohan kepada keputusan menerima Sang Mesias, merupakan perbuatan yang menakjubkan. Pola pendekatan Yesus yang akrab, simpati, dan empati, bersifat mendorong dan menantang hingga mendesak untuk mengambil keputusan atau pilihan yang tepat.

Banyak lagi bagian kitab Injil yang menarik perhatian kalangan terutama yang berkaitan dengan tugas Yesus sebagai Pendidik dan Pengajar. Kehebatan Yesus dalam menghadapi murid-murid-Nya dengan latar belakang yang berbeda. Murid-murid yang Dia latih dan bina, menurut pribadi dan kelompok yang belum berkembang, impulsif, berdosa, kacau pikiran, bodoh, berprasangka dan tidak stabil.

Yesus sebagai pribadi yang mengajar secara terus terang dengan tujuan yang jelas pula. Tujuan Yesus dalam mengajar ialah membentuk cita-cita luhur dalam diri para murid-Nya, membentuk keyakinan yang teguh, memiliki hubungan dengan Allah dan sesamanya. Para murid didorong-Nya agar kreatif menghadapi masalah hidup sehari-hari dan memiliki watak yang bagus dalam menjalankan tugas pelayanan.

Guru, perbuatan baik apa yang harus kuperbuat ? Pertanyaan ini menantang kita untuk menjadi pribadi yang jujur, berintegritas dan memiliki tanggungjawab dalam menjalankan tugas di muka bumi ini. Apa pun profesi kita, peran seorang guru sangat penting dalam membentuk kita menjadi manusia yang tahu mengucap syukur dan menghargai sesama manusia ciptaan-Nya, terlebih mengasihi Tuhan sebagai Sang Pencipta. Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s