Universitas Negeri, Solusi Cepat Menuju Tapanuli Utara Mandiri Sudah di Depan Mata

Oleh : Drs Nikson Nababan
Bupati TaputKabupaten Tapanuli Utara secara geografis terletak di bagian tengah Sumatera Utara, terkenal dengan kesuburan tanah dan keindahan alamnya, memiliki perairan Danau Toba yang berada di Kecamatan Muara seluas 380.031. Kabupaten ini diapit oleh 5 (lima) Kabupaten, yakni sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir, sebelah Timur dengan Kabupaten Labuhan Batu, sebelah Selatan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan dan sebelah Barat dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sejak kepemimpinan saya di Kabupaten Tapanuli Utara 2 tahun 7 bulan yang lalu (tepatnya April 2014), saya komit dengan pembenahan infrastruktur yang tentu saja sangat membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sebagai Kabupaten yang diapit beberapa kabupaten, tentu saya ingin akses ke semua kabupaten harus terbuka. Tetapi sebelumnya, akses antar dusun, desa dan antar kecamatan masih belum terbuka. Ini tugas pertama saya dalam pembenahan infrastruktur. Masih banyak dusun dan desa yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan kendaraan roda dua. Saya turun langsung road show dari dusun ke dusun, dari desa ke desa dan bahkan harus melalui kabupaten lain. Ini PR besar bagi saya, ini tanggung jawab yang harus saya tuntaskan, walau sangat berat.
Sebagai langkah awal pembenahan infrastruktur dan pembukaan jalan interkoneksi, saya memerlukan alat berat yang bisa membuka jalan dengan membelah pegunungan dan melalui lembah yang masih perawan. Saya buat pengadaan 11 alat berat pada tahun anggaran 2015. Alat ini langsung turun ke desa-desa terisolasi dan membuka jalan interkoneksi. Jalan-jalan berlobang yang terbuat dari aspal lapen saya benahi kembali menjadi jalan hormix. (Muara Tolang, Torhonas, Siantar Naipospos, Hutatua sudah terbebas dari keterisolasian)
Prinsip saya, dengan infrastruktur yang mendukung akan berdampak langsung pada percepatan perekonomian sehingga bisa bertumbuh dengan pesat. Hasil pertanian rakyat akan mudah mencapai pasar sehingga biaya produksi pertanian tidak terlalu besar, harga juga bisa terjamin sehingga rakyat tidak merugi.
Langkah selanjutnya yang langsung dirasakan petani adalah kebijakan pupuk bersubsidi bayar pasca panen. Masyarakat langsung merasakan pelayanan ini dengan mendapat pupuk terlebih dahulu tanpa memikirkan pembayaran terlebih dahulu. Pupuk bersubsidi bisa dirasakan langsung oleh petani melalui kelompok tani yang disalurkan secara langsung oleh Perusahaan Daerah Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara.
Saya terus berpikir dan menguras otak untuk melahirkan sebuah kebijakan yang langsung dirasakan petani dan memotivasi petani untuk lebih giat lagi menggarap lahan-lahan tidur yang selama ini hanya dibiarkan. Saya cari akar masalahnya. Mata rantai tengkulak membuat petani putus asa, dimana hasil pertanian mereka sering dihargai sangat rendah. Harga dipasaran sering di bawah harga produksi sehingga membuat petani malas menggarap lahan dan hampir pada titik putus asa dan malas.
Akhirnya, tahap demi tahap kita buat kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat. Semakin terbukanya infrastruktur interkoneksi antar desa dan kecamatan mempermudah petani membawa hasil pertanian ke pasar, pupuk bersubsidi, bantuan bibit pertanian dan bantuan-bantuan lain telah memicu semangat petani di Kabupaten Tapanuli Utara. Tetapi saya tidak berhenti sampai disitu, saya berusaha mencari kebijakan dengan memikirkan bagaimana petani bisa menjual hasil pertaniaanya dengan memotong mata rantai tengkulak. Saya dapat ide “pasar lelang”. Walau dengan tantangan yang berat, dianggap mustahil, tapi saya bertekad ini harus berhasil. Saya bentuk tim pasar pelelangan hasil pertanian dengan komoditi pertama “Cabai merah”. Ternyata mendapat respon luar biasa. Masyarakat petani mendapat harga yang terbaik dengan kinerja tim yang tanpa pamrih, dimana tim langsung survey harga terbaik di luar kota dan menetapkan harga dasar. Petani mulai menggeliat, petani cabai mulai merasakan enaknya bertani. Hingga kini pasar lelang Tapanuli Utara menjadi “idola” bagi petani untuk mendapatkan harga terbaik. Tengkulak tidak berani lagi karena ada Perusda Pertanian yang menghadang mereka untuk menjatuhkan harga.
Saya juga sudah memikirkan kebijakan apa lagi yang akan memacu semangat petani untuk mengembangkan pertaniannya tanpa rasa takut. Tahun depan, saya akan programkan “jaminan harga “ bagi petani apabila harga anjlok. Pemkab Taput akan memberi minimal harga produksi apabila harga anjlok yang mengakibatkan petani merugi besar. Kebijakan demi kebijakan telah kita buat dan saya akan terus berusaha mencari inspirasi apa yang akan saya lakukan untuk mengangkat derajat petani, menciptakan rasa bangga bagi mereka bahwa petani adalah masa depan yang menjanjikan.
Bandara Silangit sebagai pintu gerbang transportasi udara sekaligus sebagai pintu gerbang kawasan pariwisata nasional Danau Toba yang membanggakan bagi Tapanuli Utara. Bandara Silangit memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk berwisata ke Tapanuli Utara dengan maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Susi Air dan Wings Air.
Suksesnya festival Danau Toba tahun 2016 lalu di Kecamatan Muara menjadi acuan bagi kami bahwa Kabupaten Tapanuli Utara layak dikunjungi para wisatawan. Tetapi sebelum menuju kesana, pembenahan demi pembenahan akan kita lakukan, terutama di bidang infrasruktur. Perlahan tapi pasti Kabupaten Tapanuli Utara sudah berbenah, perubahan di sana sini mulai dirasakan. Pertamahan APBD yang signifikan menjadi factor pendukung dalam perubahan ini. Dari kurang lebih 700 milyar APBD Taput mengalami peningkatan yang sangat signifikan menjadi 1,3 trilyun pada tahun 2015. Ini berkat sinergitas banyak pihak dan Taput masih sangat membutuhkan perhatian Pemerintah Pusat dan Propinsi sebelum pada akhirnya dapat mandiri kelak.
Satu hal lagi yang sangat penting yang dapat menunjang pertumbuhan perekonomian dan percepatan pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara adalah berdirinya sebuah universitas negeri. Mengingat letak Kabupaten Tapanuli Utara yang diapit lima kabupaten dan potensi yang luar biasa dan keberadaan Bandara Silangit, Taput mampu menampung mahasiswa dari beberapa Kabupaten/Kota yang akan mampu sebagai Trigger (pemicu) bagi pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Puluhan ribu mahasiswa akan masuk ke Taput yang akan memicu pertumbuhan perdagangan dan jasa secara serentak, seperti halnya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saya yakin, kehadiran sebuah universitas negeri akan memperlengkap kesiapan Kabupaten Tapanuli Utara menuju sebuah kemandirian. Saya mengharapkan campur tangan Pemerintah Pusat untuk mewujudkan ini dan tercapailah cita-cita masyarakat Tapanuli Utara menjadi sebuah Kabupaten yang kuat dan mandiri secara ekonomi.
Berkat upaya yang tiada henti, menempuh segala rintangan dan cemohan dan penolakan karena anggapan itu tidak mungkin, saya tidak menyerah. Harapan besar kini ada di depan mata. Kementerian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengundang secara langsung Bupati Taput untuk menghadiri rapat perihal Penyampaian usulan Pengembangan status Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung menjadi Institut Negeri Tapanuli Tapanuli Raya yang bertempat di Ruang Sidang Utama Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Jakarta pada hari Selasa (15/11) yang akan datang.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang dengan cepat menanggapi usulan saya dan juga kepada semua pihak yang turut membantu dalam perwujudan terobosan ini demi percepatan kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara. (***)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s