Pemkab Humbahas Alokasikan Rp7,3 Miliar Perbaiki RSUD Doloksangggul

rsudDOLOKSANGGUL – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terus berbenah untuk meningkatkan palayanan kesehatan di daerah itu.

Selain membenahi sumber daya manusia (SDM) para tenaga dan pelayanan medis di sana, untuk tahun ini Pemkab secara bertahap terus melakukan perbaikan sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai kecamatan yang tersebar di sana, termasuk pembangunan infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul, yang menelan dana mencapai Rp 7,3 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD TA 2016.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan sedikitnya ada enam (6) item proyek yang sedang berlangsung di rumah sakit Tipe C tersebut, terdiri dari pembangunan ruang rawat inap kelas I dan kelas II, dengan nilai kontrak Rp 4,3 miliar lebih, dikerjakan oleh PT. Razasa Karya.

Selanjutnya, pembangunan ruang rawat inap kelas III dengan nilai kontrak Rp 1,9 miliar lebih, dikerjakan oleh CV. Tunas Jaya.

Berikutnya, pembangunan gapura RSUD dan pos jaga Doloksanggul, dengan nilai kontrak sebesar Rp199 juta lebih, dikerjakan oleh CV.

Kemudian Kairos Bangun Humbang, pembangunan pagar RSUD Doloksanggul dengan nilai kontrak Rp 372 juta lebih, dikerjakan oleh CV. Andre.

Proyek, penataan taman dan penerangan RSUD dengan nilai kontrak sebesar Rp 199 juta lebih yang dikerjakan oleh CV Gresindo Karya Sejahtera, dan proyek, pembangunan paving blok komplek rumah sakit umum dengan nilai kontrak sebesar Rp 199 juta lebih, yang dikerjakan oleh CV. Luhut.

Direktur RSUD Doloksanggul, dr. Sugito Panjaitan yang dihubungi wartawan, membenarkan sejumlah pembangunan yang sedang berlangsung di lokasi instansi yang dipimpinnya itu.

“Semua proyek ini merupakan usulan kita tahun lalu. Kita hanya sebatas mengusulkan. Kalau pelaksana teknisnya itu Dinas Tata Ruang dan Permukiman Humbahas,”katanya.

Lebih lanjut ia jelaskan, khusus untuk pembangunan ruang rawat inap kelas I, II dan III yang didesign bertingkat.

“Natinya akan terdapat sebanyak 88 ruang tempat tidur, yang terdiri dari, ruang rawat I sebanyak 24 tempat tidur, ruang rawat kelas II, 32 tempat tidur dan ruang rawat kelas III sebanyak 32 tempat tidur. Dan kalau kedua bangunan ruang rawat inap ini rampung, jika ditambah dengan ruang rawat inap yang sudah ada sekarang berjumlah 120 tempat tidur. Itu sudah sesuai dengan standart rumah sakit Tipe C,” terang Sugito.

Dia juga mengakui, kalau fasilitas infrastruktur di rumah sakit Doloksanggul itu sudah begitu memadai semenjak dirinya dipercaya menjadi direktur sejak tiga tahun lalu.

“Dari segi fasilitas saat ini sudah memadai termasuk ketersediaan tenaga medis seperti dokter umum dan dokter spesialisnya,”ucapnya.

Namun khusus untuk dokter spesialis kata dia, ada sedikit perobahan dengan peraturan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sesuai dengan Permenkes No. 56 tahun 2015, dijelaskan bahwa rumah sakit Tipe C untuk setiap bagian besar harus 2 dokter spesialis, seperti dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah dan kebidanan.

“Hanya saja, saat ini ada perobahan mengenai pengaturan dokter spesialis sesuai dengan Permenkes Nomor 56 tahun 2015. Rumah sakit tipe C setiap bagian harus 2 dokter spesialis,” ujarnya.

Dia mengharapkan, dengan fasilitas yang sudah ada dan bangunan yang begitu megah, pelayanan kesehatan di daerah itu dapat lebih ditingkatkan. Sehingga masyarakat yang berobat ke RSUD itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Humbang Hasundutan. Tapi kalau dari luar kabupaten juga harus mau datang berobat ke situ.

“Yang pasti, kita akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua DPD FPPI (forum pemberdayaan perempuan Indonesia) Sumatera Utara, Oslin Pasaribu menilai manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul dinilai sangat buruk.

Sejumlah pasien yang sudah mendapat perawatan opname ditemukan tidak mendapatkan observasi. Kebersihan rumah sakit, juga dinilai sangat buruk.

Pada kesempatan itu Oslin ditemani Wakil Bupati Humbahas kepada direktur RSU Doloksanggul dr Sugito Panjaitan secara terang terangan mengungkapkan bahwa manejemen di RSU itu sangat amburadul.

“Bapak jangan tersinggung, kita memberi nilai 2 untuk manajemen RSUD Doloksanggul ini. Sangat buruk menurut pengamatan kami tadi. Kita menemukan sejumlah pasien yang sudah opname tidak mendapatkan observasi. Selain itu, ruangan ICU (intensive care unit) tidak memiliki AC (air conditioner) yang fungsinya untuk meminimalisir perkembangan virus penyakit,” ujar Oslin

Selain manejemen, pihaknya juga mengkritisi pelayanan dan kebersihan RSU tersebut. (bl/NT)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s