Bupati Taput Nikson Nababan Harapkan UNITA Seperti Trisakti

Pemkab Taput dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Kerjasama Peningkatan Qualifikasi PNS
unitaSiborongborong – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) dalam rangka memenuhi Peraturan Pemerintah (Permen) yang mengisyaratkan S-1/Akta IV bagi guru PNS di instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), di Rumah Dinas Bupati, Jalan Letjen Suprapto nomor 1 Tarutung, Senin (7/11).

MoU ditandatangani oleh Bupati Taput Drs Nikson Nababan dan Rektor UNITA Ir Adriani SA Siahaan MP, dan turut ditandatangani Ketua BPH Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, GM Immanuel Panggabean, BBA dan Ketua DPRD Taput Ir Ottoniyer MP Simanjuntak.

LUMBUNG SDM BERKUALITAS
Kerjasama ini sangat penting sebagai wujud untuk menyukseskan visi Taput menjadi lumbung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Hal ini yang menjadi alasan kuat bagaimana para guru ini harus semakin meningkatkan kemampuannya, terang Bupati Nikson.

Adanya regulasi yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) harus minimal sarjana.

Sehingga hampir setengah dari jumlah Kepsek di Taput masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt) karena belum Sarjana S1, ungkap Nikson. “…barangkali kami bisa ngutang dulu,” ujar Nikson lagi kepada GM IImmanuel seraya menyebut tahun 2017 semua guru sudah harus sarjana.

Nikson berharap, agar para mahasiswa/mahasiswi yang dititip di UNITA dilatih dan diajari. “Kalau tidak mampu mengikuti perkuliahan silahkan laporkan kepada kami, kasihan nanti tidak mampu mengikuti persaingan seleksi (Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab),” sambungnya

Nikson yang juga anak mantan Dosen UNITA ini berharap, agar kerjasama itu semakin erat dan UNITA semakin bagus. “Kalau bisa seperti Trisakti yang banyak menghasilkan alumni yang berkiprah di mana-mana. Ke depan saya yakin UNITA ini bisa menyumbang kepada negara dan Tapanuli,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, bupati mengaku bangga di Taput sekarang ada Bandara Silangit, ada UNITA, ada PT SOL di Luat Pahae dengan kapasitas daya 110 MW, sekitar 5,5 MW akan disalurkan ke Taput, jadi sudah cukup untuk membuat 5 pabrik di Taput. “Artinya, kekurangan energi dan ketakutan investor (terhadap kekurangan pasok listrik) tidak ada lagi,” ucap Nikson lega.

Dikatakan, masyarakat harus bangga juga karena ada sekitar 20 MW pembangkit Minihidro di Parmonangan yang akan diresmikan pada Desember ini. “Tentu, satu daerah tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau kekurangan energi, karena yang lebih ditakutkan investor adalah kekurangan energi,” imbuhnya.

SOLUSI TERBAIK
Sementara itu Ketua BPH UNITA GM Immanuel Panggabean BBA menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Bupati Taput dan segenap aparatur pemerintahan daerah sehingga merealisasikan kerjasama ini.

“Sebenarnya, MoU ini sudah berlangsung sejak lama mulai sejak era Bupati Torang Lumbantobing (Toluto). UNITA sudah berdiri sejak tahun 1986 dan sejarah mencatat bahwasanya Pak Alm DR GM Panggabean membangun UNITA adalah atas desakan dan permintaan masyarakat Tapanuli didorong oleh mahalnya untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi di zaman itu karena biaya tinggi untuk berkuliah di Pulau Jawa, bahkan ke Medan sekalipun.

Jadi Pak GM memutuskan, untuk mengeluarkan Tapanuli dari kemiskinan adalah dengan cara membawa pendidikan ke Tapanuli.

Perkembangan zaman dari periode ke periode patut disyukuri selama dua dekade, karena pemerintah pusat sudah semakin maju membangun perekonomian.
Bahkan dengan Otonomi Daerah, pemerintahan daerah dapat lebih leluasa dengan kemandirian pengelolaan anggarannya. Sehingga sekarang masyarakat daerah memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih luas. Tidak lagi miskin dan termarginalkan.

Banyaknya beasiswa dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dapat diakses oleh para calon mahasiswa untuk berkuliah hingga ke berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia bukan lagi hal yang mustahil. Fasilitas ini sudah banyak dinikmati oleh mahasiswa di berbagai pelosok, termasuk di kawasan Tapanuli. Yang dibutuhkan hanya skill/intelektual akademik.

Karena itu, UNITA harus me-reposisi dirinya dari “satu-satunya solusi” pada masa Tapanuli masuk peta kemiskinan dan keterisoliran, menjadi “solusi yang terbaik” pada era keterbukaan dan percepatan pemerataan pembangunan saat ini.

Maka telah dilakukan berbagai pembenahan dimana UNITA sudah memperoleh nilai Akreditasi B untuk 90 persen Program Studi (Prodi). 10 persen lagi sedang tahap proses banding dan re-akreditasi ulang. Ditambah lagi UNITA sedang memroses pembukaan program S2 (pasca sarjana) supaya UNITA mampu untuk menjadi satu penyelenggara perguruan tinggi yang memiliki daya kompetisi tinggi.

UNITA juga sudah mendapatkan kepercayaan dari Kemenristek-dikti untuk menguliahkan mahasiswa peserta Program Bidik Misi yang dibiayai negara.
“Artinya, Kemenristek-dikti pun sudah memberikan kepercayaan kepada kita dan mem-beasiswa-kan putra-putri kita untuk kuliah di UNITA.

Hal itulah salah satu tolok ukur bahwa UNITA bisa melampaui masa transisi dan mereposisi diri sehingga diperhitungkan pemerintah melalui Kemenristek-dikti yang sudah banyak memberikan beasiswa untuk mahasiswa UNITA, baik kepada yang sudah tamat maupun yang sedang masih kuliah, ” tegas GM Immanuel.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, kita berdampingan membangun kecakapan intelektual masyarakat kita. Kiranya ke depan UNITA dan Pemkab Taput sama-sama berpacu dan benar-benar berpacu untuk meningkatkan kemampuan intelektual masyarakat.

Kepada Rektorat dan para Fungsionaris UNITA, kiranya amanah dan kepercayaan yang diterima dari Pemkab dan DPRD Taput hendaknya memberikan semangat kepada kita untuk memacu dan terus memodernisasi diri untuk membangun competetive edge (daya saing) dan terlebih-lebih menjadi contoh yang baik.

GM Immanuel juga mengucapkan terimakasih kepada Kadis Pendidikan Jamel Panjaitan yang juga alumni UNITA yang telah menyiapkan segala sesuatunya sehingga terealisasi acara malam ini.

APRESIASI PEMERINTAHAN JOKOWI
GM Immanuel juga mengemukakan apresiasi terhadap program kerja pemerintahan Jokowi – JK yang terus memajukan kawasan Tapanuli menjadi besar. “Jangan kita jadi tinggal penonton dan jangan jadi orang yang kegagapan. Untuk itu, saya pikir tanggungjawab penyelenggaraan pendidikan UNITA dengan Pemkab Taput sama-sama berat. Kita patut bersyukur kepada pemerintah RI yang telah demikian besar mencurahkan perhatiannya kepada pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba dengan mengucurkan Rp 22 triliun lebih.

Saya memberikan kesaksian, dan tidak peduli mau Parpol apapun asalnya, saya sudah bertekad Pak Presiden Jokowi harus dua periode. Bukan karena parpol tapi karena figur dan program kerjanya. Bayangkan betapa sayangnya beliau tidak dua periode. Semua program yang mengangkat Tapanuli dan Sumut melalui Danau Toba akan sia-sia karena kecenderungannya, kalau ganti presiden, lalu ganti program. Hampir dapat dipastikan, tak ada program pembangunan yang berhasil kalau pimpinannya cuma satu periode. Dan tak akan datang lagi kesempatan luarbiasa seperti sekarang bagi Tapanuli, seru GM Immanuel menutup sambutannya. (E02/f)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s