Tulus Seperti Merpati

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Matius 10 : 16

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

Firman Tuhan yang dituliskan di atas sangat sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita baca lebih teliti, cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati menggambarkan dua hewan ciptaan Tuhan yang bertolak belakang. Ular yang cerdik mengingatkan kita pada Perjanjian Lama dimana Adam dan Hawa terbuai dengan bujuk rayu ular yang sangat cerdik. Sementara merpati sering digambarkan sebagai perwujudan Roh Kudus yang tulus dalam mengangkat kita dari berbagai persoalan hidup kita.

Kalau kita telaah lebih dalam lagi, firman Tuhan yang dituliskan dalam Matius 10 : 16 adalah sebagai gambaran bahwa kita yang diutus Tuhan bagaikan domba yang tidak tahu apa-apa, yang polos dan hanya menurut apa kata tuannya. Kita diutus ke tengah-tengah serigala yang menjadi perwujudan dari keadaan dunia saat ini.

Kita sedang berada di dunia yang juga dihuni banyak serigala yang siap memangsa kita. Dunia yang kita tempati saat ini tak ada bedanya dengan sarang serigala, yang rakus, sombong dan untuk menutupi semua keburukannya banyak serigala yang menggunakan topeng. Topeng kemunafikan dan topeng keangkuhan yang menganggap dirinya paling benar.

Di zaman sekarang, tidak mudah untuk menjadi orang yang jujur dan benar. Karena, kalau kita jujur justru sebaliknya yang kita dapatkan. Kita akan dianggap salah, padahal kita sudah berkata sangat jujur. Memiliki prinsip untuk tetap hidup jujur di tengah situasi dan kumpulan orang-orang yang tidak jujur, secara perlahan akan menyeret orang jujur menjadi tidak jujur dalam kehidupannya.

Memang, pada kenyataannya seseorang dikatakan tetap memegang teguh kejujurannya apabila memiliki iman yang sangat kuat terhadap Tuhan. Bahkan, ditengah situasi dan kondisi bangsa kita seperti sekarang ini, kalau kita jujur kita pasti akan hancur. Tetapi sebagai orang percaya kita dituntut untuk hidup dalam kejujuran. Bagaimana kita bisa menjadi seorang yang jujur? Kita harus hidup dalam ketulusan hati. Alkitab mencatat, “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (Amsal 11:3).

Perintah Tuhan yang mengatakan hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati sebagaimana diamanatkan ketika kita berada dan memberitakan firman Tuhan di dunia ini. Cerdik berarti kita memiliki banyak akal, tahu menempatkan diri dan tidak mudah ditipu. Cerdik juga menjadi gambaran bagaimana kita bisa bertahan dalam menjalani hidup di dunia ini dengan tetap mengedepankan kejujuran dalam hidup.

Jika kita ingin hidup jujur terhadap Tuhan kita juga harus tulus terhadap Dia. Orang yang tulus adalah orang yang mengasihi Tuhan tanpa syarat, yang dalam melakukan segala sesuatu tidak akan menuntut upah. Ini yang menjadi tuntunan dari tulus seperti merpati. Tulus dan tidak ada embel-embel lain yang melatarbelakangi.

Persoalan yang mengemuka belakangan ini adalah, mengapa ada banyak pelayan Tuhan yang berselisih? Karena mereka tidak tulus melayani Tuhan. Orang yang tulus tidak akan mengeluh atau menggerutu dalam mengerjakan tugas pelayanannya. Orang yang tulus biasanya akan berlaku tenang dalam menghadapi sebuah persoalan.

Kata “tulus”menurut etimologi adalah sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas. Kemudian, ketulusan adalah kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran. Ketulusan menciptakan: kerelaan, integritas (mutu, sifat, atau keadaan yangg menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran) , kesucian, kejujuran, kredibilitas (perihal dapat dipercaya).

Undang Roh Kudus

Di dalam Alkitab ada beberapa ayat yang menuliskan tentang ketulusan. Karena Alkitab sangat mementingkan masalah hati setiap orang percaya karena hati adalah motor kehidupan. Kehidupan sesungguhnya dari seseorang dapat dinilai secara objektif dengan melihat hati orang itu dan Tuhan Allah sangat memperhatikan masalah hati, lebih dari yang lain.

Biasanya, dalam prakteknya di lapangan wanita sangat penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah kebutusan karena menggunakan logika hati, bukan logika berpikir yang optimis. Manusia adalah makhluk yang memiliki hati yang dapat mengendalikan akal budi karena diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan Allah. Saat manusia jatuh ke dalam dosa, hati menjadi tidak terkontrol sehingga manusia dapat hidup bersandiwara dalam kepalsuan.

Manusia yang hidup dengan akal budi tanpa hati akan menjadi manusia yang menjalani kehidupan secara liar karena hati yang tidak berfungsi membuat akal budi mengendalikan hati. Manusia yang hanya mengandalkan akal dan pikirannya dalam bertindak tanpa memiliki hati yang penuh dengan ketulusan sama saja dengan manusia yang benar-benar tidak memiliki iman percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati.

Ketulusan hati memberi kesanggupan, seperti tertulis dalam Roma 12 : 9 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” Mulailah untuk berkata jujur dengan sepenuh hati tanpa dibebani perasaan bersalah dan ingin mendapatkan sesuatu dari perkataan kita. Kita harus menjadi orang Kristen yang tidak egois, 1 Korintus 10:33 “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.”

Ketulusan adalah bagian dari sikap hati yang benar, juga cerminan dari kebersihan jiwa dan tingkah laku seseorang. Bagi seseorang yang selalu memelihara kebersihan jiwa dan tingkah laku dalam hidupnya, penyertaan Tuhan bukan hanya bagi dirinya saja, tetapi juga bagi keturunannya.

Apabila dalam kehidupan sehari-hari kita merasa kurang mampu untuk melakukan sesuatu yang terbaik, undanglah Roh Kudus agar hadir didalam hati kita, menyertai kita dan mengubahkan kita menjadi manusia yang memiliki iman percaya kepada Tuhan. Roh Kudus menguduskan hati orang percaya secara terus menerus agar dapat menghasilkan buah-buah Roh seperti yang dikehendaki oleh-Nya. Amin. (Ana)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s