Akhirnya Daerah Terisolir Lobusihim, Dolok Saut Muara Tolang dan Desa Pardomuan Selesai Dikerjakan

z5Simangumban – Daerah terisolir Desa Lobusihim, Dolok Saut Muara Tolang dan Desa Pardomuan, setelah 71 tahun terkungkung dengan keterisoliran dan harus menempuh 12 jam untuk menempuh ibukota Tarutung, kini terbuka sudah. Setelah 4 (empat) bulan alat berat beroperasi di sana membuka jalan hingga membelah gunung, akhirnya Desa Lobusihim, Dolok Saut Muara Tolang hingga Desa Pardomuan terhubung sudah dengan dibukanya jalan seluas 6 hingga 8 meter.

Ibukota Tarutung sudah bisa ditempuh hanya dengan 4 (empat) jam dengan menggunakan roda dua dan roda empat.
Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan dengan rombongan SKPD ingin menyaksikan dan menelusuri langsung setelah jalan dibuka dengan menggunakan kendaraan roda dua. Jalan sudah terbuka lebar, bahkan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Tetapi karena kondisi hujan, jalan masih berlumpur dan sangat licin, jadi hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.
Bupati dan rombongan jatuh bangun untuk tiba di desa-desa tersebut, terjatuh dan harus bangkit lagi untuk meneruskan perjalanan hingga semua Desa bisa ditempuh. Nikson Nababan bisa bernafas lega ketika tiba di tempat dan dapat bertemu dengan masyarakat yang sangat merindukannya.
Bupati dan rombongan berangkat Rabu (26/10) pukul 14.00 wib. Tiba di Kantor Camat Simangumban Pukul 16.00 wib dan langsung bersiap-siap berangkat menuju Desa Lobusihim dengan menggunakan roda dua. “Sungguh terharu rasanya menyaksikan jalan ini sudah terbuka lebar, bisa dilalui kendaraan roda dua dan jarak tempuh yang sangat dekat ke Ibukota Simangumban. Setelah menempuh dengan kendaraan roda dua, saya bisa rasakan apa yang dirasakan masyarakat ketika harus berjalan kaki dan harus melewati Kabupaten Sipirok Tapanuli Selatan untuk bisa tiba di Kota Tarutung. Saya sangat terharu sekaligus lega melihat jalan ini. Tapi tanggung jawab saya belum selesai, secara bertahap akan kita lanjutkan hingga jalan ini mulus. Langkah selanjutnya jalan ini akan kita perkeras dengan batu dan pembukaan jalan ini akan diteruskan hingga Muara Gayo. Masyarakat Simangumban harus bebas dari keterisoliran secara keseluruhan. Mereka harus merasakan bahwa Pemerintah itu ada,” ujar Bupati di sela-sela perjalanannya.
Tiba di Desa Lobusihim pada pukul 17. 30 wib, Bupati Taput dan rombongan disambut masyarakat dengan sangat haru. Dengan meneteskan airmata, tokoh ada menyambut Bupati Nikson Nababan dengan “boras sipir ni tondi” sekaligus menuntun Bupati hingga duduk di tengah-tengah halaman dan duduk bersama dengan masyarakat di atas tikar untuk berdiskusi dan mendengar semua curahan hati masyarakat dilanjutkan dengan makan malam dan diakhiri dengan bernyanyi dan berjoget bersama sebagai ungkapan bahagia. Pukul 22.30 wib, Bupati dan rombongan kembali ke rumah penduduk untuk beristihat bersama dengan masyarakat.
Keesokan harinya, usai menikmati pagi dan sarapan bersama masyarakat, kembali Bupati dan rombongan di berangkatkan dengan haru dan doa melanjutkan perjalanan menuju Desa Pardomuan. Tiba di desa Pardomuan pukup 12.00 wib masyarakat sudah menanti dengan kebahagian tidak tertara dan menyambut Bupati dengan “Boras sipir ni tondi dan suguhan kelapa muda” hasil kebun sendiri dari masyarakat setempat.
Kebersamaan yang luar biasa terjalin disana, masyarakat memeluk dan menggiring Bupati hingga ke tengah-tengah kampung. Di sana tikar telah terbentang dan semua rombongan bersama masyarakat duduk bersama dan bersenda gurau sejenak.
Dilanjutkan dengan diskusi dan menampung keinginan dan asiprasi masyarakat untuk pembangunan selanjutnya. Kebersamaan yang luar biasa dan rombongan dapat merasakan kebahagiaan masyarakat dengan sajian makan siang yang disuguhkan masyarakat dengan penuh kasih sayang. Usai acara dan kebersamaan dengan masyarakat Pardomuan, masyarakat memberangkatkan Bupati dan rombongan sekitar pukup 15.00 wib menuju Desa Dolok Saut dan tiba di lokasi Pukul 16.00 wib. Di Desa Dolok Saut Muara Tolang, Bupati langsung menuju Sampuran untuk melihat langsung potensinya dan bagaimana mengembangkannya.
Selanjutnya Bupati berkumpul dengan masyarakat di Rumah Kepala Desa Dolok Saut berbincang dan berdiskusi dilanjutkan kembali dengan acara bersama seluruh masyarakat Dolok Saut di Halaman SD Negeri Dolok Saut pada pukul 17.00 wib. Sungguh kebersamaan yang luar biasa, penuh haru dan penuh makna. Tidak ada jarak. Bupati dan masyarakat berdiskusi. Masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa menyajikan hiburan di hadapan Bupati dan rombongan sebagai lambang kebahagiaan mereka. Bupati juga memberikan sajian menyanyikan sebuah lagu “Burjuhon Damang” yang di sambut meriah oleh masyarakat. Acara diakhiri dengan bernyanyi dan berjoget bersama dengan masyarakat. “Bahagia rasanya melihat masyarakat bahagia dan merasakan kehadiaran pemerintah. Saya akan berusaha semampu saya untuk membawa mereka pada sebuah kemajuan,” ujar Bupati di akhir acara.
Esok paginya (28/10) pukul 08.30 wib, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Ibukota Simangumban walau di tengah hujan karena masyarakat Simangumban sudah menanti Bupati dan rombongan untuk memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 88 di Simangumban. Selama dua jam perjalanan dari Dolok Saut menuju SMP Negeri 1 Simangumban, Bupati dan rombongan jatuh bangun dan penuh lumpur karena kondisi hujan dan tiba di lokasi Pukul 11.00 wib. Bupati di sambut masyarakat dengan haru dan gembira karena masih menyaksikan Bupati Nikson Nababan penuh lumpur dan luka kecil dengan menggunakan kendaraan roda dua. Bupati siap-siap di ruang Kepala Sekolah, ganti baju dan langsung mengambil tempat sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88.
Upacara berjalan dengan lancar dan hikmad diakhiri dengan sajian hiburan dari paskibra dan dilanjutkan dengan Temu Pendidikan dari Dinas Pendidikan untuk Kecamatan Simangumban. “Sungguh luar biasa perhatian Bapak Bupati untuk masyarakatnya, kebersamaan yang indah dan perhatian luar biasa dan ini patut dipertahankan,” ujar salah seorang guru honor di tengah-tengah acara temu pendidikan.
Usai temu pendidikan, dengan kelelahan yang luar biasa, Bupati Taput Nikson Nababan melanjutkan perjalanan menuju Tarutung. Rasa lelah yang sangat tidak menyurutkan Bupati Nikson untuk bertemu dengan masyarakat yang sedang mengalami bencana dan kesedihan di Desa Pancurnapitu, dimana telah terjadi bencana kebakaran yang menghanguskan 7 (tujuh) unit rumah pada Kamis (27/10). “Saya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, baik di saat suka maupun duka,” ujar Bupati mengakhiri serta memberikan bantuan secara pribadi sebesar Rp 10 juta berhasil mengumpulkan bantuan secara spontan dari SKPD yang hadir hingga terkumpul menjadi Rp 16.650.000 di samping dari bantuan Pemkab Tapanuli Utara.
Selanjutnya Bupati juga tidak peduli dengan rasa lelah dan langsung menuju dapur umum menyaksikan Dinas Sosial menyajikan makan malam bagi korban dan menemani mereka makan malam. Pukul 18.30 wib, Bupati melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Tarutung dan beristirahat di rumah dinas melepas kelelahan dengan membawa harapan Tapanuli Utara akan lebih baik dan akan mencapai sebuah titik kemajuan dan kebahagiaan (Humas)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s