Tragis, Calon Pengantin dari Tarutung Tewas Kecelakaan di Labusel

korbanTARUTUNG – Sungguh mengharukan musibah yang menimpa keluarga almarhun Saudara Hutabarat-Br Lumbantobing warga Dusun Aek Rangat, Kelurahan Partali Toruan, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara ini. Sebab rencana pernikahan putri mereka, Tutur Novita Br Hutabarat (25) harus tamat karena sang calon pengantin itu keburu tewas dalam kecelakaan lalulintas.

Kecelakaan maut itu sendiri antara bus Bintang Utara-bus Medan Jaya di Jalinsum Desa Torgamba, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada Sabtu (15/10) kemarin. Sedangkan rencana pernikahan antara Tutur Novita Br Hutabarat dengan tunangannya Maranci Situmorang tersebut, sudah dijadwalkan dilaksanakan di Kabupaten Samosir pada Sabtu, 22 Oktober 2016 nanti.

Dalam peristiwa itu Tutur Novita Br Hutabarat dan Maranci Situmorang menjadi korban sebagai penumpang bus Bintang Utara. Tutur Novita meninggal di tempat bersama 3 penumpang bus lainnya, yakni Nusiah Boru Sinambela (penumpang Bintang Utara), Rinawati (penumpang Medan Jaya), dan Dini Andriani (penumpang Medan Jaya). Sementara Maranci Situmorang mengalami luka berat dan hingga kini masih dirawat intensif di rumahsakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan dipicu saat bus Bintang Utara yang datang dari arah selatan menuju utara melaju dengan kecepatan tinggi. Usai memotong sebuah mobil pribadi di depannya, bus kemudian langsung menghantam sisi kanan bus Medan Jaya yang sarat penumpang dan datang dari arah berlawanan.

“Saat itu, Tutur Novita dan Maranci duduk persis di belakang supir,” kata Br Hutabarat, seorang warga sekampung almarhum.

# Isak Tangis Pecah di Rumah Duka

Sementara itu pantauan suasana di rumah duka di Dusun Aek Rangat, Kelurahan Partali Toruan, Tarutung, Tapanuli Utara, dibanjiri deraian airmata. Ratusan warga dan kerabat silih berganti berdatangan untuk memberikan ungkapan duka yang mendalam kepada Br Lumbantobing ibunda almarhum Tutur Novita Br Hutabarat.
Di rumah kecil berdinding papan bercat biru langit berukuran sekitar 10 x 4 meter itu mayat Tutur Novita disemayamkan. Tepatnya di ruang tamu seluas sekitar 2 x 2 meter. Isak tangis keluarga terus terdengar. Menurut warga pelayat, sejak mendengar berita duka itu, ibunda Tutur Novita tidak henti-hentinyamangandungi (menangis,red).

“Hanya akulah bernasib seperti ini, boru yang akan kunikahkan meninggal dunia,” ratap Br Lumbantobing.

“Undangan dan “tanda tuhor ni boru” sudah aku bagikan, rencananya mulai minggu kemarin aku berjalan kembali mengundang semua tetangga, satu per satu rumah aku jalani untuk mengundang agar mereka ikut ke pesta kita di Samosir. Tapi seperti inilah jadinya. Sinamot (uang mahar) sudah kuterima, bagaimana nasib ibumu ini putriku,” jeritnya lagi.

Isak tangis semakin pecah takkala peti jenazah dikeluarkan dari rumah duka dan hendak dibawa untuk dimakamkan, adik-adik Tutur Novita beserta ibunya itu kian menangis histeris. Hampir seluruh pelayat yang dating pun berurai airmata.

“Sangat sedih sekali, padahal bulan Juni 2016 kemarin abangnya Tutur ini, Hendra Hutabarat baru juga meninggal dunia,” ucap seorang ibu pelayat.

“Kasihan dan sungguh malang nasib ibu Boru Tobing ini, biarpun dia ibu tiri, tapi dia sangat menyanyangi Tutur Novita ini seperti seorang ibu kandungnya,” ungkapnya lagi.

Almarhum Tutur Novita Br Hutabarat sendiri lahir pada 22 November 1990. Jasadnya dimakamkan di pemakaman keluarga yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orangtuanya. (ST)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s