Wilayah Taput Dilanda Kekeringan

Tarutung – Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara dilanda kekeringan akibat tidak turun hujan selama kurang lebih tujuh bulan. Seluruh ladang persawahan penduduk mengering karena kekurangan air.

Bahkan tanaman petani, seperti cabai merah, tomat, tembakau, dan tanaman palawija lainnya mengalami kekeringan, sehingga ada yang terserang virus perusak tananan. Padahal sebelumnya tumbuh dengan baik, menjadi mati karena kekurangan air.

Untuk kebutuhan air berish sehari-hari sebagian penduduk di kecamatan, khususnya warga Desa Aek Nauli Sipahutar, Pangaribuan dan Garoga, juga sudah mengering karena sumur tempat pengambilan air bersih dari tanah untuk kebutuhan sehari-hari tidak lagi mengeluarkan air. Akibatnya, untuk memenuhi keperluan air bersih dan menyuci, warga terpaksa mengambil air dari sungai di Sipahutar, Pangaribuan dan memakai kendaraan.

”Tak tahu gimana lagi ini, sumur di rumah sudah kering, padahal kemarin sudah kita perdalam tetapi tetap saja airnya sedikit, tak cukup untuk nyuci piring dan baju. Debit air sungai juga sudah berkurang,” ujar Pahotton Silitonga warga Sipahutar.

Pahotton menjelaskan, akibat musim kemarau yang berkepanjangan tersebut tanaman cabainya menjadi rusak dan mati. Padahal itu harapan keluarganya untuk bulan 12 ini dan untuk tahun baru yang akan datang. “Hasil tananan cabai ini kita harapkan, tapi ini menjadi sia-sia, bahkan modal kita sudah banyak masuk mulai dari pengolahan, pembibitan, penanaman hingga membeli pupuk dan pestisida,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan P Sormin. Ia mengatakan, jika musim kering ini masih berlangsung hingga bulan Oktober ini warga Pangaribuan dikhwatirkan akan semakin menderita, karena lahan pertanian mereka tidak lagi bisa menghasilkan, karena sumber air untuk kebutuhan pertanian dan juga kebutuhan air sehari-hari tidak lagi mencukupi. “Kita sekali dua hari mengambil air dari sungai dengan menggunakan jerigen untuk menyiram tananan sayur mayur dan cabai. Kita berharap musim kemarau ini jangan terlalu berkepanjangan,” ujar Sormin.

Lebih lanjut dia menambahkan, jika musim kering ini masih berlangsung hingga bulan Oktober, warga kita bisa dipastikan akan menderita besar karena tidak bisa lagi menanam padi, akibat tidak adanya sumber air untuk lahan persawahan dan untuk keperluan tanaman warga lainnya. Padahal, seluruh penduduk disini 100 persen mata pencahariannya berasal dari bertani,” keluhnya. (tul)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s