Petinju Asal Taput Raih Perunggu PON XIX di Jawa Barat

sarohaTarutung – Salah satu petinju asal Taput, Saroha Tua Lumbantobing yang ikut bertanding di PON XIX di Jawa Barat mewakili Sumut, meraih medali perunggu. Dimana pada pertandingan I, Saroha Tua berhadapan dengan petinju Ralin Lumoly asal Maluku dan dimenangkan Saroha Tua Lumbantobing.

Kemudian, pertandingan II Saroha Tua berhadapan dengan petinju Asty Ekasaputra asal Kalimantan Timur yang juga dimenangkan Saroha Tua. Kemudian, pada pertandingan III yang berhadapan dengan petinju GS Panser Patinawa asal Jawa Barat selaku tuan rumah, Saroha Tua kalah angka dan akhirnya memperoleh medali perunggu.

Hal itu disampaikan pelatih Tinju Saroha Tua Lumbantobing, Sopar Lumbantobing. Menurutnya, jadwal kegiatan PON XIX 2016 di Jawa Barat terdiri dari Cabang Tinju tanggal 18-27 September di GOR Pelabuhan Batu, Sukabumi, Jawa Barat. Kelas yang diikuti atlet tinju Sumut putra, yakni kelas 46, 52, 56, 60, 64, 91 kg dan putri kelas 46, 51, 54, 57, 64 kg. Saroha Tua, petinju Sumut asal Taput masuk kategori kelas 64 kg dan juga diikuti 10 peserta dari berbagai propinsi.

Sopar menambahkan, pada saat kejuaraan PON XIX, ada tindakan kecurangan atau disebut juga termasuk ternodai. “Kami berharap pada PON berikutnya, juga pra games atau kejuaraan wakil presiden akan jangan terulang lagi kecurangan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua harian Pertina Taput sekaligus pelatih tinju David Siahaan mengungkapkan, kejuaaran PON XIX dengan sendirinnya akan diseleksi dalam kejuaraan wapres dan diharapkan Saroha bisa bertanding di kejuaraan wapres tersebut. “Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat, khususnya Pemkab Taput untuk memberikan perhatiannya. Itu semua berkat dan dukungan masyarakat,” ujar David. David menjelaskan, Pertina Taput akan mempersiapkan seleksi tim Sea Games Indonesia dan akan segera menyikapi persiapan agar lulus seleksi pra Sea Games.

“Sebelum kita di panggilan TC dari Propinsi Sumut, Pertina Taput harus mempersiapkan program latihan,” sebutnya.

David berharap Pemkab Taput melalui Dinas Pemuda Olahraga Taput, KONI dapat menyikapi masalah ini agar persiapan atlet petinju dan pelatih dapat semaksimal mungkin dalam melaksanakan program latihan ini. Karena banyak persoalan dan kendala yang terjadi dalam persiapan dalam melaksanakan pra PON pada September 2015 lalu di Batam, sampai persiapan PON di Medan.“Pemerintah Sumut dan Taput harus bangga memiliki petinju yang handal dan bisa meraih medali perunggu sebagai hadiah hari jadi Taput ke 71,” tegas David. (tul)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s