Penerimaan CPNS Segera Dibuka

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur memastikan segera mengumumkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam waktu dekat. Penerimaan CPNS ini ditujukan untuk pelamar jalur umum.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pengumumannya. Kalau sudah matang, pasti saya umumkan,” tegas Asman saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/10).

Ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai waktu pengumuman dan kuota penerimaan CPNS jalur pelamar umum yang dibuka, Asman masih merahasiakannya dengan alasan pemerintah sedang menghitung kebutuhannya.

“Pokoknya jangan minggu ini, nanti tunggu proses selesai. Karena sekarang saya lagi menghitung kebutuhan CPNS, yang pensiun, jadi belum diputuskan. Tunggu saja, kalau saya ngomong malah jadi janji, yang penting nanti data saja,” terangnya.

Terkait belum diumumkannya penerimaan CPNS, Asman sekaligus mengingatkan jika kabar seluruh penerimaan rekrutmen jalur umum yang beredar saat ini adalah tidak benar.“Itu hoax, tidak benar, saya sudah bantah. Yang tetap buka penerimaan itu untuk tenaga di bidang pendidikan, seperti guru, kesehatan,” pungkasnya.

Gaji Tak Naik Demi Uang Pensiun
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku pembayaran gaji pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) sebesar Rp 100 triliun setiap tahun cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebab itu untuk mengendalikan belanja, salah satunya dengan meniadakan kenaikan gaji pokok aparatur negara, seperti di tahun ini dan tahun depan.

“Kalau sudah sebesar itu (Rp 100 triliun) ya segitu. Pensiun kan terpaksa harus dibayar,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/10).

Menurutnya, besaran gaji pokok untuk pensiunan PNS yang dibayarkan pemerintah sekitar 70 persen-80 persen dari gaji pokok PNS aktif. Negara baru lepas dari kewajiban membayar uang pensiunan apabila PNS tersebut sudah meninggal dunia.

“Hak si PNS hilang, jadi berkurang sedikit lah (beban) walaupun masih ada istri/suami dan anaknya yang menerima,” terang Askolani. Salah satu cara pengendalian belanja dari tingginya pembayaran uang pensiunan PNS, kata Askolani, dengan tidak menaikkan gaji PNS.

“Kita berusaha menahan lajunya supaya tidak naik cepat lewat kebijakan penggajian tidak harus selalu menaikkan gaji pokok,” papar dia. Ini termasuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) guna menjaga kesinambungan belanja negara. “Dampaknya besar menjaga belanja, jangan nambah beban unfunded,” ujar Askolani.

Gaji pokok tersebut, dia mengakui, sangat membantu kesejahteraan para purna PNS. “Gaji pokok yang selalu diberikan itu sangat membantu lho. Karena kalau flat saja tanpa variasi kebijakan, uang pensiun makin lama makin besar,” pungkas Askolani. (int)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s