Perumpamaan tentang Pohon Ara

Nababan Berdoa
Nababan Berdoa

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” –Matius 24 : 34 – 36

TUHAN Yesus ketika melayani dibumi ini banyak memberikan pengajaran lewat beberapa perumpamaan. Salah satu dari perumpamaan itu adalah perumpamaan tentang pohon ara. Perumpamaan tentang pohon ara ada di Injil Matius, Markus dan Lukas. Kita perlu mengetahui fungsi dan manfaat dari pohon ara sehingga Tuhan Yesus menjadikannya sebuah objek perumpamaan.

Pohon ara dengan daun-daunnya yang hijau besar akan memberikan tempat berteduh yang luas selama musim panas. Tidak seperti pohon-pohon lain misalnya, pohon zaitun, cedar, dan palem, daun pohon ara akan gugur daunnya pada waktu mendekati musim dingin. Sementara jenis pohon lain yang berganti daun, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan di awal musim semi.

Misalnya, pada waktu pohon almond sudah mulai berbunga, pohon ara masih bertahan dengan cabang-cabang yang tanpa daun sampai di awal musim panas. Kemudian getah tumbuh-tumbuhan itu mulai mengalir, kuncup-kuncup semakin besar dan dalam beberapa hari muncul daun-daun muda. Alam memberitakan bahwa bahaya dari embun beku malam yang mematikan telah berlalu dan musim panas telah tiba.

Mungkin Yesus mengajarkan perumpamaan tentang pohon ara yang bersemi pada minggu pertama bulan April, tepat pada saat pohon itu mulai menampakkan tanda kehidupan untuk pertama kalinya. “Apabila ranting-rantingnya melembut, dan daun-daunnya mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat.” Pernyataan ini dapat dimengerti oleh pendengar-Nya.

Apakah hari ini kita benar-benar mengerti dan pernah membaca tentang perumpamaan Yesus terkait pohon ara ini? Orang datang berulang kali kepada Yesus menanyakan sebuah tanda, tetapi Yesus biasanya tidak memberikan tanda. Pada suatu waktu Dia memberitahu orang-orang Farisi bahwa tidak ada tanda yang diberikan kecuali tanda nabi Yunus (Matius 12:39). Pada kesempatan yang lain, Dia memarahi mereka karena bisa membedakan rupa langit tetapi tidak dapat membaca tanda-tanda zaman (Matius 16: 2, 3). Apakah murid-murid-Nya tahu bagaimana membaca tanda-tanda pohon ara yang sedang bersemi? “Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat.”

Maksud dari ilustrasi ini cukup jelas: ketika pohon mulai menampakkan daun yang muda, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Lukas menambahkan kata-kata, “pohon apa saja”. Dia membuat generalisasi dengan menulis, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja, apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.”

Lukas memberikan tekanan lebih sedikit pada pohon ara dan memberikan tekanan lebih banyak pada orang-orang yang melihat pohon itu : mereka dapat melihat bukti itu sendiri. Pohon ara ini menceritakan tentang Israel, bahkan semua anak-anak atau turunan Abraham dari Ishak dan dari Ismail. Sebab Ismail juga diberkati Tuhan seperti yang dimintakan Abraham Kejadian 17:18-20.

Yesus memakai kebenaran ini langsung kepada orang-orang sezaman-Nya. Dia memberitahu murid-murid-Nya “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi” (Markus 13:30). Dia menggunakan ungkapan “semuanya ini,” sekali lagi. Seharusnya murid-murid akan mampu mengetahui bilamana penajisan dan kehancuran Bait Allah akan tiba, sama halnya dengan kemampuan mereka untuk menentukan bila musim panas akan tiba, yaitu melalui melihat pohon ara.

Tetapi teks ini mengatakan, “Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu sebelum semuanya itu terjadi.” Semuanya ini diprediksikan di dalam percakapan tentang akhir zaman jauh sesudah zaman Yesus. Ungkapan ini menunjukkan bahwa jangka waktunya tidak dibatasi sampai satu masa kehidupan, dan seharusnya tidak diartikan secara harfiah. Kata ‘angkatan terakhir’ menunjuk kepada orang yang bertahan dan tetap setia sampai pada akhirnya.

Karena itu, orang-orang yang termasuk di dalamnya adalah murid-murid yang mendengar perkataan yang keluar dari bibir Yesus sendiri, orang-orang yang menyaksikan kejatuhan Yerusalem, dan orang-orang percaya sepanjang abad yang dengan tabah menunggu penggenapan nubuat tentang akhir zaman.

Gambaran tentang pohon ara yang bertunas biasanya dihubungkan dengan masa turunnya berkat (Yoel 2:22) dan hampir tidak pernah dihubungkan dengan masa penghancuran dan malapetaka. Perumpamaan semacam ini seharusnya tidak dilihat terutama dalam hubungannya dengan malapetaka yang diramalkan di dalam percakapan ini.

Tetapi penekanannya adalah penebusan yang terbukti pada waktu datangnya Kerajaan Allah. Meskipun Matius dan Markus mengatakan malapetaka seperti kelaparan dan gempa bumi “adalah permulaan penderitaan” (Matius 24:8; Markus 13:8), tetapi Lukas menghilangkan kalimat ini. Dia menghadirkan perkataan Yesus dalam suatu kerangka pengharapan yang penuh sukacita.

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Lukas 21:28 ). Lukas menggunakan bahasa yang hampir identik dengan aplikasi dari perumpamaan tentang pohon ara yang bertunas: “Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat” (Lukas 21:31).

Tentu saja, istilah “penebusan” dan “Kerajaan Allah” di dalam konteks ini mempunyai referensi pada perwujudan keselamatan di masa yang akan datang. Istilah-istilah ini menunjuk pada kedatangan Kerajaan Allah yang terakhir di mana umat Allah akan dilepaskan dari penderitaan. Kemudian “makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakaan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (Roma 8:21).

Perumpamaan ini berakhir dengan perkataan, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Yang sudah berlalu menjadi bagian dari masa lalu dan tidak penting lagi untuk masa sekarang. Arti perumpamaan ini adalah bahwa perkataan Yesus tidak akan kehilangan pengaruhnya ketika suatu nubuat khusus telah digenapi tepat pada waktunya. Perkataan Yesus tetap berlaku hari ini sama seperti pada waktu diucapkan pertama kali.

Apakah pesan dari perumpamaan ini? Tidak ada angkatan yang bebas dari malapetaka sampai pada hari kedatangan Kristus kembali ketika Kerajaan Allah datang dengan segala kepenuhannya. Tetapi orang Kristen tidak boleh cemas dan berkecil hati. Seharusnya dia meneliti tanda-tanda zaman dengan sangat teliti, sama seperti melihat pohon ara yang bertunas, dan mengetahui bahwa kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya mengantarkan ke zaman yang baru.

Karena itu, perumpamaan ini mendorong orang-orang percaya untuk tetap waspada. Kesengsaraan yang dia alami jangan sampai mengurangi kesabarannya dan meruntuhkan kepercayaannya. Malahan, mereka harus meneguhkan pengharapannya akan hari terakhir yang sudah dekat, yang penuh kemuliaan, di mana kesengsaraan merupakan pertanda.

Dan meskipun orang-orang percaya sepanjang zaman telah menderita kesusahan dan telah menanggulangi kemalangan, orang-orang Kristen saat ini, lebih dari yang pernah terjadi sebelumnya, dikuatkan oleh perkataan Paulus, “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang” (Roma 13:11, 12).

Firman Tuhan yang menyajikan banyak perumpamaan adalah salah satu upaya agar kita lebih mudah mengerti pesan yang disampaikan. Melihat hari-hari belakangan ini yang semakin ‘jahat’ kita harus tetap waspada menantikan kedatangan Tuhan. Kita harus siaga dan tetap setia dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s