Ephorus Buka Sinode Godang HKBP ke 63

2aSIPOHOLON – Puji Tuhan hari pertama Sidang Sinode Godang ke-63 ini berjalan dengan baik dari registrasi hingga orientasi dari malam, Senin (12/9). Jumlah kehadiran peserta setelah data dikonfirmasi Sekretaris Umum Panitia Pdt Nekson M Simanjuntak MTh ada 93 persen yakni 1494 dari 1591. Menurut keterangan Pendeta Nekson Simanjuntak, mereka yang belum hadir karena ada yang sakit dan ada yang masih dalam perjalanan.

Senin malam (12/9) dalam orientasi ada beberapa pertanyaan yang muncul, sebagai berikut: Pertama, adanya penjemputan peserta SG dari bandara yang mengatasnamakan panitia menghantar ke hotel tertentu. Respons panitia akan hal ini dikatakan, tidak ada panitia memfasilitasi penjemputan peserta dari bandara. “Itu bukan panitia dari Kantor Pusat. Pemondokan peserta dibagi dalam pemondokan milik HKBP. Itu di luar pengetahuan panitia” tegas Pdt Mori AP Sihombing (KETUM PANITIA/Sekretaris Jenderal HKBP).

Kedua, adanya usulan salah satu peserta SG ikut dimasukkan dalam daftar yang memenuhi syarat jadi pimpinan. Panitia menjawab, dasar panitia menyusun daftar pendeta sebagaimana dalam Dok 10/SG-63/IX/2016 (nama-nama yang memenuhi syarat jadi Ephorus dan Pimpinan) adalah Aturan dan Peraturan hlm.92 yang memenuhi syarat adalah tidak lebih dari 61 tahun pada waktu pemilihan SG (14 September 2016), sementara yang bersangkutan lahir pada 7 September.

Ketiga, pertanyaan tentang pemilihan Praeses berbasis IT. Panitia menjawab, panitia telah mengevaluasi selama ini tiga kali hasil pemilihan praeses berakhir pada waktu Subuh bahkan hingga pukul 6.00 padahal hari itu juga akan dilantik, serta masih banyak lagi permasalahan di dalamnya. Sementara dengan menggunakan sistem IT yang ditawarkan panitia lebih akurat. Efisiensi waktu tiga jam (apabila manual, lebih dari 18 jam) menghemat waktu 12-15 jam. Tim IT terjamin integritasnya dari IT Universitas HKBP Nommensen dan telah mendapatkan persetujuan di Rapat Praeses dan Rapat Majelis Pekerja Sinode Godang.

Telah berlangsung Ibadah Pembukaan tadi pagi, Selasa (13/9), yang dilayani oleh Pdt Nelly Hutahaean MSi sebagai liturgis dan Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba MA dan doa syafaat Pdt Sondang Simanjuntak STh MPd. Prosesi dimulai dari ruang Menzah Sekolah Tinggi Guru Huria dengan diiringi marching band SD Latihan HKBP, tiga pelayan pembawa simbol HKBP: Salib, Alkitab, dan Lilin. Ibadah pembukaan ini juga turut dilayani oleh Koor Pengurus Perempuan Distrik XXI Banten, Koor Seksi Ama HKBP Taman Mini, Koor Tema Sinode Godang yang dipandu oleh Seksi Ama HKBP Taman Mini, Koor Gabungan STGH dan Sekolah Tinggi Bibelvrouw. Hasil persembahan ibadah pembukaan akan dipersembahkan kepada para korban erupsi Gunung Sinabung. Dalam ibadah juga dibacakan sinodestan yang telah meninggal dunia dengan dibacakan oleh Kepala Biro Personalia Pdt Parinsan Simanungkalit STh.

Ompui Ephorus Pdt Willem TP Simarmata MA pimpin langsung Hening Cipta. Sinode Godang HKBP ke-63 in dibuka resmi oleh Ompui Ephorus Pdt Willem TP Simarmata MA di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Ketua Umum Panitia Pdt Mori AP Sihombing memberikan laporan menyebutkan SG kali ini bersejarah. Selain karena SG ini diselenggarakan untuk periodisasi kepemimpinan tingkat pusat dan distrik, juga memiliki nilai historis pada bangunan Auditorium yang sudah dibangun 30 tahun yang lalu. Dengan jumlah peserta SG yang pada tahun ini sudah mencapai 1591 orang maka Auditorium yang pada saat ini tempat SG tidak lagi memadai sehingga diperbesar dari sisi kanan dan kirinya dengan tambahan luas 500m2, terangnya.

Lebih lanjut lagi Pendeta Mori Sihombing menerangkan jalur transportasi udara menuju Seminarium HKBP di Sipoholon semakin mudah sebab pada awal 2016 sudah dibuka akses penerbangan baru dengan rute Jakarta-Silangit dan sebaliknya dua kali dalam sehari. Dalam hal ini, Ketum Panitia mengajak sinodestan memberikan applause kepada pemerintah.

Mewakili jemaat HKBP, Effendi Simbolon, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan HKBP 2012-2016 yang telah memimpin dan melayani HKBP dengan sepenuh hati. “Kami datang atas nama ruas, perjalanan HKBP hari demi hari semakin membaik. Jadi semakin memberikan arti bagi khususnya kami, ruas, yang ada di seluruh dunia. Alani mandok mauliate ma hami tu hamu, Pimpinan HKBP dohot Praeses dohot sude pandita ressort, pangula ni huria,” ujarnya.

Ia sangat berharap bahwa Sinode ini juga berakhir nanti penuh dengan kedamaian. Di samping itu, ia dengan tegas menekankan, HKBP bukanlah organisasi partai politik sehingga jalannya sidang Sinode Godang seharusnya berjalan dengan damai.

Mewakili undangan, Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian berharap agar seluruh proses Sinode Godang yang akan berlangsung seminggu ini bisa tenang dan menghasilkan sesuatu yang baik untuk HKBP dan untuk bangsa secara umum. Juga menginginkan tidak adanya pengkotak-kotakan antarpelayan. “Semoga Sinode Godang ini berjalan dengan baik, sukses dan boleh memilih pimpinan HKBP yang memang benar-benar dipilih Tuhan. Harus memang dia yang terpilih karena memang Tuhan memilihnya sebagai Ephorus,” tandasnya.

Mewakili pimpinan gereja-gereja, Ephorus GKPA Pdt Togar Simatupang menyebutkan harapan besar gereja-gereja tetangga di sekitaran peta pelayanan HKBP untuk SG ini berjalan dengan sukses penuh penyertaan Tuhan. Begitu besar pengaruh SG HKBP ini dampaknya ke gereja-gereja lainnya. “Kami rindu supaya Sinode Godang ini, mulai dari penyampaian Jujur Taon ni Ompui Ephorus, kemudian laporan Sekjen dan Kepala Departemen bisa berjalan dalam damai sejahtera. Kami juga berharap supaya di Sinode Godang ini diambil keputusan yang memang mengacu kepada apa yang diharapkan gereja HKBP menjadi berkat bagi dunia,” tuturnya.

Secara pola pikir juga, Pdt Togar Simatupang menyebutkan sinodestan sudah selayaknya berpikir global sebab HKBP sudah mendunia. Dengan mengambil tema SG sebenarnya HKBP mau memaksimalkan komponen terkecil dari HKBP yaitu Rumah Tangga Keluarga, untuk berprestasi menjadi berkat bagi dunia. Kini tantangannya ialah bagaimana seluruh anggota keluarga HKBP memaksimalkan berkat bagi dunia, tambahnya.

Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan dalam kata sambutannya menjelaskan sinergitas hubungan HKBP dengan pemerintahan. Melalui ini, ia berharap agar pimpinan HKBP yang akan datang pun dapat meningkatkan jalinan kerja sama yang baik, yang selama ini telah dijalin. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan periode 2012-2016 yang dapat bersahabat dan menjadi panutan warga jemaat dan masyarakat umumnya.

Arahan dan bimbingan pastoral Ompui Ephorus menekankan beberapa hal, pertama, melalui tema “Berpautlah selalu kepada Tuhan Allah” ini ada makna seluruh jemaat HKBP dipanggil untuk memiliki hidup yang senantiasa terpaut, terhubung dengan Tuhan. Kita harus mengakui Dialah sumber kehidupan dan menyesuaikan diri dengan-Nya, bukan sebaliknya. Baginya, ini merupakan kesadaran penting dalam pengambilan keputusan ke depan. “Dalam kerangka inilah kita harus menghindari, menjaga, jangan sampai ada kekuatan yang mencengkeram gereja itu sendiri,” tuturnya yang disambut tepuk tangan riuh sinodestan.

Ia berdoa, supaya setiap keputusan yang kita ambil dalam sinode ini apakah sidang terbuka dan tertutup kelompok atau pleno, tetap berpaut kepada Dia sumber kebenaran itu. “Inilah yang terjadi sebetulnya ketika Rasul Paulus bersidang dalam pengambilan keputusan (Kis.15: 28). Sebab adalah keputusan Roh Kudus,” terangnya. Ada paradigma yang harus diutamakan, menurutnya, yaitu gereja tidak dikuduskan oleh siapa pun selain Tuhan itu sendiri. Melalui ini juga, meresap ke dalam pikiran, perasaan kita, kata-kata kita, cara berpikir kita, dan rencana kita untuk taat kepada Tuhan. Dan dengan cara kita itu kita tentukan pilihan kita dalam ketaatan kepada Tuhan.

Ompui menjelaskan juga di dalam Sidang Sinode Godang ini memang bukan hanya memilih pimpinan. Masih menetapkan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan, ada laporan pelayanan pimpinan HKBP dengan bentuk Barita Jujur Taon Ephorus, laporan pelayanan Sekjen dan ketiga Kadep, juga praeses. Selama empat tahun berturut-turut pelayanan HKBP membuat fokus kepada pembangunan sumber daya manusia, warga jemaat dan pelayan. Dan itu yang kita lakukan, 2013 tahun Anak-anak Sekolah Minggu, 2014 tahun remaja pemuda, 2015 dengan tahun ibu / perempuan, dengan tugu yang monumental ada di Medan yaitu Asrama Putri dan tahun ini adalah tahun keluarga.

Ephorus juga menuturkan agar setiap pelayan gereja HKBP tetap menjaga dan menjalankan dokumen gereja demi menjadi gereja yang benar, kudus, melayankan firman, sakramen dan juga memberitakan Injil. Hal ini mengacu pada ketegasan gereja memberlakukan peraturan jemaat agar menjaga jemaat tetap hidup dalam kehendak Tuhan.

Pendeta Willem TP Simarmata dalam arahannya ini menerangkan model pemilihan pimpinan HKBP bukan berdasar pada asas Demokrasi, melainkan Kristokrasi (berpusat kepada Kristus). “Di sini bukan suara terbanyak, tetapi kehendak Kristuslah yang menjadi norma dan memang kita dipandu. Untuk itu, oleh karenanya biarlah Sinode Godang ini mendengarkan suara hari nurani sebaga anggota tubuh Kristus agar kita dipakai oleh Tuhan memilih pimpinan yang sesuai dengan kehendak Tuhan,” jelasnya.

Sebagai pimpinan tertinggi HKBP, Ompui Ephorus juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada saudara-saudari umat Muslim yang merayakannya. Ia mengucapkan terima kasih kepada jemaat-jemaat HKBP yang mau menyumbangkan hewan kurban Kambing dan Sapi untuk merayakan Idul Adha. “Kita dipanggil membangun dialog dan hubungan dengan penganut agama lain secara pribadi ataupun kelembagaan. Ini juga semangat persaudaraan kita sebagai sebangsa dan setanah air. HKBP dipanggil untuk mempererat persaudaraan, menghargai perbedaan dan merajut kerukunan kita,” terangnya.

Dengan menggarisbawahi korupsi, Ompui Ephorus menyerukan perlawanan dan menghindari korupsi. “Kalau ibu bapak mengingatnya khotbah awal tahun 1 Januari yang disampaikan oleh Ephorus selalu mencantumkan ini karena korupsi memelaratakan masyarakat, karena korupsi itu ketamakan mengambil yang bukan miliknya dan ini semua akan membuat masyarakat kita akan makin sengsara,” tuturnya.

Lebih lanjut lagi, Ephorus Simarmata menyerukan perlawanan terhadap kekerasan dan pemaksaan dengan jalan damai. “Marilah melawan itu dengan damai seperti orang-orang bijak yang selalu berkata tidak ada damai tanpa dialog,” ucapnya.

Menyinggung tentang lingkungan, Pendeta Willem Simarmata mengajak aktif jemaat-jemaat dalam pelestarian alam. Alam kini menjadi tema sentral oleh gereja-gereja di seluruh dunia, tegasnya. “Mengawali ibadah kita, tetapi ini juga ajakan kepada gereja kita supaya dilanjutkan menanam pohon demi menjaga lingkungan hidup sesuai amanat Tuhan dengan merawat bumi,” tambahnya. Dengan ini juga, ia menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada pemerintahan atas perhatian penuhnya kepada Danau Toba dan sebagai jemaat serta masyarakat, ia mengajak untuk menjaga kebersihan di sekitaran Danau Toba.

HKBP juga memelopori gerakan oikumene di tingkat lokal, regional dan global. Sejak awal berdirinya gerakan oikumene HKBP ikut di dalamnya. Tahun 1948 Dewan Gereja-gereja se Dunia, pimpinan HKBP sudah hadir di situ untuk ikut memberi fondasi yang kokoh, belum lagi gerakan dan badan oikumen yang lain bahkan kita menjadi inisiator, penggagas dan kini ikut berperan untuk menunjukkan bahwa HKBP juga bisa leading / memimpin badan-badan oikumene di dunia ini.

Ia menekankan juga tugas sinodestan adalah menjaga agar suasana damai dan hormat-menghormati dengan ciri kedewasaan dari HKBP. “Hendaknya kita tidak digiring oleh sebuah kepentingan kepada sebuah keputusan. Tapi marilah mendahulukan kepentingan Tuhan,” harapnya.

Menutup arahan dan bimbingannya, Ephorus juga mengajak warga jemaat agar selalu dapat menahan diri dengan respons yang baik. Mungkin dengan ucapan selamat, dengan kata-kata yang memberkati daripada kata-kata yang mungkin mencaci maki, merendahkan orang lain, ujarnya. “Kita butuh damai, kita butuh kerukunan, kita butuh persaudaraan. Marilah melangkah bersama kepada periode yang akan datang,” tutupnya.

Ephorus dan pimpinan HKBP lainnya memberikan ulos kepada para tamu undangan sebagai tanda kasih. Ada penyerahan sertifikat aset tanah gereja kepada HKBP oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional. Sertifikat hak milik nomor 1005 Desa Pohontonga, Kecamatan Siborongborong terdaftar atas nama HKBP Kantor Pusat Pearaja-Tarutung secara simbolis diberikan kepada Ompui Ephorus Pdt Willem TP Simarmata. Mereka pada acara ini membawa 321 sertifikat.

Usai acara, dilakukan penetapan majelis persidangan yang terdiri dari ketua: Pdt Luhut Hutajulu DMin, Pdt Elieser Ost Siregar, St Drs EB Simbolon PhD, St SL Siahaan MM dan St Dr Serirama Butarbutar MSi. Panitia Pemilihan, yakni ketua Pdt Anggiat Hutauruk dan Panitia Tona SG Ketua Pdt Dr Victor Tinambunan. Ompui Ephorus secara simbolis menyerahkan palu sidang kepada Ketua Majelis Persidangan untuk memimpin jalannya sidang-sidang di SG.

Sidang Sinode Godang HKBP ke-63 dilaksanakan pada 12-18 September 2016 bertempat di Kompleks Seminarium Sipoholon. Sidang SG ini berjalan di dalam terang tema : Marsihohot ma hamu tongtong mangoloi Jahowa (Berpautlah Selalu Kepada Tuhan Alah) – Yosua 23: 8. Dengan Sub tema HKBP bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi berkat bagi dunia melalui tugas dan panggilan Koinonia, Marturia, dan Diakonia. Kepanitiaan Sidang SG ini diketuai oleh Pdt Mori AP Sihombing MTh dan Sekretaris Umum Pdt Nekson M Simanjuntak MTh. Peserta Sidang SG berjumlah 1591 orang.

Turut hadir Ompungboru HL Br Purba, Ny Pdt MAP Sihombing/Br Sinambela, Ny Pdt WP Tampubolon/Br Pangaribuan, Ny Pdt MP Sinaga/Br Lumbangaol, Ny Pdt BDF Sidabutar/Br Pardede, para pimpinan HKBP pada periode-periode sebelumnya, Jhonny Ginting yang mewakili Menkopolhukam yakni Deputi Hukum, Kementarian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional diwakilkan Dirjen Penataan Ruang Bapak Dr Ir Budi Situmorang MURP, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom MTh, anggota DPR RI Effendy Simbolon, Dr Nurdin Tampubolon (Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, anggota DPR RI, Trimedya Panjaitan (anggota DPR RI, Ketua Yayasan Kesehatan HKBP), Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan ibu, Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus MM, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE, Walikota Sibolga, Pejabat Bupati Tapteng, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan ibu, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Taput Drs Nikson Nababan, Ketua DPRD Taput Ir Ottoniyer Simanjuntak, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata, Wakil Bupati Samosir. (Biro Informasi HKBP)

Satu pemikiran pada “Ephorus Buka Sinode Godang HKBP ke 63

  1. Ping-balik: Ephorus Buka Sinode Godang HKBP ke 63 — Suara Borsak Mangatasi Nababan – MACAM KENAL

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s