Bersyukurlah, Selagi Masih Bernafas

Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan !

Haleluya! – Mazmur 150 : 6

Puji Tuhan, hari ini kita masih bisa menikmati matahari pagi, melihat keluarga dan bersama-sama dengan mereka sarapan pagi atau berjalan sama ke rumah Tuhan. Mengucap syukur dengan kebaikan Tuhan dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita.

Selagi Tuhan memberikan kita nafas kehidupan, berarti Tuhan masih berkenan kepada kita dan memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan segala sesuatu di muka bumi ini sesuai dengan perintah-Nya.

Firman Tuhan dalam Mazmur 37 : 3 – 5 menuliskan “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,¦nbsp; dan bergembiralah karena Tuhan ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.¦nbsp; Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”

Belajar dari kehidupan Ayub yang ada dalam Perjanjian Lama mengingatkan kita betapa pentingnya mengucap syukur dan berserah kepada Tuhan.

“Apakah engkau memperhatikan hambaku, Ayub, bahwa tidak ada seorang pun yang seperti dia di bumi, seorang pria yang tidak bercela dan lurus hati, takut akan Allah dan berpaling dari yang jahat?”—AYUB 1:8.

Tak perlu berkecil hati kalau dalam kehidupan sehari-hari ada saja orang yang mengecilkan kita dan menganggap keberadaan kita tak berguna. Mungkin di kantor tempat kita bekerja ada saja orang yang iri dan merasa tidak senang dengan kinerja kita yang sudah maksimal. Padahal kita sudah menunjukkan kemampuan kita dengan sepenuh hati.

Mungkin, penderitaan yang kita alami tidak separah penderitaan yang di alami Ayub, dari pengalaman yang kita alami sehari-hari ada banyak dari antara kita yang penderitaannya mungkin lebih berat dari penderitaan kita. Banyak yang menghadapi penganiayaan atau problem keluarga. Kesulitan ekonomi atau kesehatan yang buruk bisa sangat meresahkan. Ada yang telah berkorban nyawa demi iman mereka. Tentu saja, kita tidak boleh berasumsi bahwa setanlah yang menyebabkan setiap musibah yang kita derita.

Sebenarnya, beberapa problem bahkan bisa diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri atau kondisi fisik bawaan. Dan, kita semua terkena dampak yang menyengsarakan akibat usia tua dan bencana alam. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa pada masa sekarang, Yehuwa tidak secara mukjizat melindungi hamba-hamba-Nya dari semua penderitaan itu.

Meski tidak menderita sampai separah Ayub, kebanyakan orang Kristen dewasa ini ditimpa berbagai macam kesengsaraan. Banyak yang menghadapi penganiayaan atau problem keluarga. Kesulitan ekonomi atau kesehatan yang buruk bisa sangat meresahkan. Ada yang telah berkorban nyawa demi iman mereka. Tentu saja, kita tidak boleh berasumsi bahwa iblislah yang menyebabkan setiap musibah yang kita derita.

Sebenarnya, beberapa problem bahkan bisa diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri atau kondisi fisik bawaan. Dan, kita semua terkena dampak yang menyengsarakan akibat usia tua dan bencana alam. Di Sumatera Utara ada saudara kita yang sampai hari ini masih menderita akibat erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung usai. Sebagian dari mereka masih tinggal di pengungsian dan sebagian lagi memilih bertahan.

Apa pun bentuk penderitaan yang kita hadapi, kuncinya adalah tetap bersyukur dan berserah kepada Tuhan. Jangan karena ingin mendapatkan uang banyak kita korupsi atau menipu banyak orang. Jangan karena ingin menduduki satu jabatan penting, kita menggadaikan agama kita dan beralih kepercayaan.

Ada yang dengan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan agar dilepaskan dari penderitaan yang sangat berat, akan tetapi setelah lepas dari penderitaan itu, ia jadi lupa kepada Tuhan dan melupakan keberadaan Tuhan dalam hidupnya. Orang yang berkecukupan dan dianggap kaya oleh dunia akan merasa sombong dan lupa diri bahwa semua yang ia peroleh bersumber dari Tuhan.

Apabila hari ini kita berbeban berat dan merasa sangat perlu pertolongan Tuhan, berdoalah dengan sungguh-sungguh dan yakinkan diri bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar buat semua penderitaan dan persoalan yang kita hadapi.

Yakobus 5 : 15 – 16 menuliskan “Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Firman Tuhan ini kiranya menguatkan dan mengingatkan kita agar tetap bersyukur dan berserah kepada Tuhan. Selagi masih bernafas, Tuhan menginginkan kita agar mengerti arti kata mengucap syukur. Bersyukur senantiasa atas apa yang kita miliki adalah cara paling tepat untuk menghindarkan kita dari rasa stress dan merasa hidup seperti tak bermakna. Bersyukurlah kepada Tuhan atas apa yang kita alami sepanjang hidup ini. Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s