Pertamina Alihkan Premium ke Pertalite

1dTarutung – Berbagai elemen masyarakat, para anggota DPRD Taput, maupun pemilik kendaraan mengeluhkan sikap pemerintah yang mengalihkan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium ke pertalite yang dipastikan dapat menambah beban hidup masyarakat sehari-hari.

Begitu pun BBM jenis pertalite yang sudah berjalan lima hari di daerah Taput, sejak Rabu sore (31/8) hingga Kamis (1/9), justru pertalite kosong di sejumlah SPBU di Taput.

“Sejak kemarin sore, pertalite sudah kosong. Tidak ada lagi dikirim. Katanya habis stok di Pertamina. Sekarang yang ada kami terima adalah premium. Beginilah pemerintah kita ini. Kita tidak tahu apakah pertalite itu hanya uji coba atau tidak. Dari tadi pagi sudah banyak yang komplain para pengendara. Kami hanyalah menjual BBM yang dipasok dari Pertamina,” ujar Siregar dan Sianipar, petugas SPBU Tarutung dan SPBU Sipoholon, SPBU Siborongborong kepada wartawan, Kamis (1/9) secara terpisah.

Para petugas SPBU ini mengaku tidak mengetahui sampai kapan lagi menjual premium ke masyarakat. Apa yang datang, itu saja yang mereka jual.

Sementara para supir angkot di Tarutung dan Sipoholon yang mengaku bermarga Simanjuntak, Lumbantobing, Pardede, Panjaitan, Sihombing, Simanungkalit mengatakan, peralihan BBM jenis premium ke pertalite sangat merugikan karena ongkos masih tetap. “Pemerintah ini tampaknya belum menelisik bagaimana kehidupan masyarakat pedesaan. Sudah jelas harga pertalite lebih mahal dari premium. Dengan pasokan pertalite yang ada terpaksa kami beli. Namun ongkos masih tetap. Jika kami naikkan ongkos, itu tidak mungkin sebab bukan wewenang kami. Saya sebagai supir sudah cukup lama. Namun jika begini kondisinya tidak mungkin lagi dapat menghidupi keluarga. Saya akan beralih ke perkajaan lain saja,” ujar Pardede.

Sejumlah pedagang di pekan Tarutung yang dihubungi wartawan, Kamis (1/9) menyebutkan, bagi mereka tidak masalah premium diganti ke pertalite.

“Bagi kami hanyalah masalah ongkos. Jika ongkos angkutan dinaikkan,, maka harga bahan-bahan pokok yang kami jual di pasar tradisional otomatis naik. Jadi kami sebagai pedagang melihat situasinya,” ujar boru Parapat dan boru Sihombing, pedagang ikan dan sayur mayur di Pekan Tarutung.

Sementara itu, anggota DPRD Taput Mauliate Sitompul dan Renold Tampubolon mengatakan, beralihnya premium ke pertalite akan dapat memberatkan rakyat jelata sebab tidak ada lagi subsidi. Suatu saat bisa saja ongkos angkutan dinaikkan masing-masing pemilik kendaraan ataupun angkot.

“ Subsidi BBM masih dibutuhkan untuk membantu masyarakat miskin. Pemerintah hendaknya jangan hanya melihat kehidupan masyarakat menengah keatas. Begitupun, dalam dua hari ini pertalite kosong di sejumlah SPBU di Taput. Kita sebagai pemilik kenderaan juga heran. Tiba-tiba pertalite kosong. Premium muncul lagi. Dalam waktu dekat Komisi A DPRD Taput akan panggil Pertamina Cabang Sibolga dan Pemkab Taput untuk dengar pendapat masalah BBM tersebut,” ujar Renold Tapubolon.

Sedangkan, asisten II Pemkab Taput Drs Parsaoran Hutagalung didampingi Kabag Perekonomian Fajar Gultom SE, Kamis (1/9) kepada wartawan mengatakan, beralihnya premium ke pertalite merupakan program dari Pertamina.

“Yang mengeluh sudah pasti ada. Tetapi bagaimanalah kita buat. Lama kelamaan berbagai elemen masyarakat akan menerimanya. Untuk uji coba ini barangkali banyak yang keberatan karena pertalite sudah lebih mahal dari premium. Itu sudah jelas. BBM pertalite sudah jelas lebih baik sebab pertalite merupakan campuran pertamax dan premium,” ujar Fajar Gultom.

Fajar mengakui, sejak Rabu (31/8), pertalite kosong di Taput. “Kami sudah cek ke Pertamina bahwa pertalite kosong karena stok habis. Pertamax langka dari pusat sehingga tidak ada campuran premium. Dalam beberapa hari ini mungkin akan kembali dulu ke premium. Kita tunggulah pasokan dari pusat. Itu saja masalah sehingga pertalite kosong dan kembali untuk sementara ke premium. Itu hasil konfirmasi kami ke Pertamina,” katanya.

Yang jelas, masalah peralihan BBM premium ke pertalite akan tetap dipantau sejauhmana reaksi masyarakat. Yang keberatan dan merasa dirugikan sudah pasti banyak maka akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Taput,(as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s