Petani di Taput Tersenyum, Harga Cabai Merah Mulai ‘Pedas’

1bTARUTUNG – Para petani cabai di Tarutung tersenyum. Sebab, harga cabai merah mahal dan hasil komoditas pertanian itu langsung dijemput oleh toke ke area pertanian.

Dari awal Juli, harga cabai merah ditolak di pokok minimal seharga Rp20 ribu per kg. Kondisi terakhir, Selasa (30/8), toke menghargai cabai merah dipokok Rp38 ribu per kg.

Petani cabai merah Robert F H Siregar (40), ditemui di area pertanamannya di Desa SiRaja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita menyebutkan, selain harga yang membuat petani bisa tersenyum, juga tidak luput dari dukungan alam/cuaca. Di Taput khususnya di Kecamatan Siatas Barita dan Tarutung, kasat mata terlihat pertumbuhan tanaman cabai di tahun ini, cukup baik.

Siregar mengatakan, faktor cuaca tahun ini sangat mendukung pertanaman cabai merah di daerah itu. Cuaca yang baik itu harus disyukuri oleh petani. Masalah harga adalah relatif, sebab biaya produksi juga relatif. Utamanya, tanaman cabai bertumbuh seperti yang diharap yakni pertumbuhan yang normal.

Tanaman cabai merahnya, jelas Siregar, ditanaman akhir April lalu dan mulai panen perdana pada pertengahan Juli. Ongkos produksi, yaitu mulai pembuatan bedengan tanaman, pembelian mulsa untuk menutup bedengan, bibit, pemupukan dan penyemprotan pestisida untuk tanaman sebanyak kurang-lebih 1.000 batang, hanya membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta-an.

“Jadi, kalau dihitung untuk 1.000 batang tanaman cabai merah, tentunya, dengan pertumbuhan yang normal, bisa dipanen dua kali dalam seminggu atau sebanyak 140 kilogram. Dan masa panen cabai merah, setidaknya bisa dalam waktu tiga bulan. Hitungan sederhananya, harga cabai merah diharga Rp20 ribu per kg, petani sudah memperoleh hasil Rp2,8 juta setiap minggunya,” terang Siregarsembari mengakui harga cabai merahnya dihargai toke Rp38 ribu per kg.

Menurut Siregar, sejahtera-tidaknya masyarakat di Taput, hanya masalah kemauan saja. Lahan masyarakat masih tersedia luas. Yang menjadi pertanyaan, apakah masyarakat pemilik lahan tidur masih bersabar hanya jadi penonton bagi masyarakat lainnya yang memiliki niat dan berhasil memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan hidup.”Masyarakat Taput harus menyadari peluang baik, mengingat daerah lain semisal tanah Karo dilanda musibah gunung Sinabung hingga aktivitas sektor pertanian di daerah itu sangat terganggu,” katanya.(int)

Satu pemikiran pada “Petani di Taput Tersenyum, Harga Cabai Merah Mulai ‘Pedas’

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s