Panggung Terapung di Acara Karnaval Kemerdekaan Jadi yang Perdana di Indonesia

Jokowi: Pariwisata & Perikanan Paling Berpotensi di Nias
z3Parapat – Panggung terapung di acara karnaval kemerdekaan yang dipusatkan di pantai bebas Parapat, Simalungun akan mendapat catatan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Panggung ini adalah panggung apung pertama di Indonesia.

Hal ini itu disampaikan Leri Hidayat alias Erik, Kepala Teknisi Pembangunan Panggung Apung itu saat diwawancarai wartawan di sela-sela pembangunan panggung di kawasan Pantai bebas, Jumat (19/8). “Ini merupakan panggung apung pertama di Indonesia. Kalau keramba apung sudah banyak. Tapi kalau panggung apung, baru kali ini. Jadi, MURI akan datang,” ujarnya.

Erik menjelaskan, pihaknya telah bekerja maksimal dalam pembangunan panggung itu. Tingkat keberhasilan sudah mencapai 80 persen dan dipastikan akan rampung pada Jumat (19/8) malam. Adapun bahan-bahan atau peralatan panggung apung itu diimpor dari negara Taiwan, dibawa melalui jalur laut ke Pelabuhan Tanjung Periuk dan kemudian dibawa menggunakan truk melalui jalur darat.

“Bahan dasarnya adalah gabus apung. Bahan ini tidak ada di Indonesia. Jadi, harus diimpor dari Taiwan,” jelasnya. Adapun luas panggung apung, lanjut Erik, adalah seluas 273 meter dengan daya tahan beban seberat 9,9 ton.

Panggung apung ini akan digunakan dalam acara karnaval kemerdekaan yang direncanakan akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Acara itu nantinya akan dimeriahkan artis-artis papan atas seperti Slank, Nidji, Judika, artis-artis batak dan artis lainnya.

“Kalau ini sukses, akan diabadikan di MURI. Untuk itu kita akan bekerja keras,” jelas Erik, lantas menunjuk ke arah bangunan panggung yang didesain mampu menahan beban hingga seberat 7,8 ton tersebut.

Sesuai informasi, panggung apung itu adalah bagian dari rencana perhelatan panggung hiburan rakyat yang diselenggarakan pemerintah, dalam rangka memeringati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 dan sekaligus untuk mempromosikan wisata Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Direncanakan, karnaval kemerdekaan ini dibuka pada hari Sabtu (19/8) malam.
Jokowi: Pariwisata & Perikanan Paling Berpotensi di Nias
KEDATANGAN Presiden Republik Indonesia Jokowi bersama Ibu Negara Hj Iriana beserta rombongan disambut antusias masyarakat Kepulauan Nias, Jumat (19/8). Rombongan presiden tiba di Bandara Binaka Gunungsitoli menggunakan pesawat TNI AU sekitar pukul 11.00 WIB disambut kepala daerah se-Kepulauan Nias, anggota DPR RI asal Nias Marinus Gea, tokoh nasional asal Nias Firman Jaya Daeli dan Menkumham Yasonna H Laoly.

Di Bandara Binaka, Presiden Jokowi melakukan dialog singkat dengan para bupati/walikota terkait permasalahan yang ada di Kepulauan Nias. Selesai dialog, presiden bersama rombongan berangkat menuju masjid di Kampung Baru Kota Gunungsitoli untuk menunaikan Salat Jumat.

Rombongan presiden kemudian bergerak menuju Pendopo Kabupaten Nias di Lapangan Merdeka. Di sini, presiden disambut dengan prosesi adat masyarakat Kepulauan Nias. Kepada Jokowi dan Ibu Negara, disematkan pakaian adat Nias.
Ketua Forum Kepala Daerah (Forkada) se-Kepulauan Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM mewakili kepala daerah se-Kepulauan Nias menyampaikan bahwa kedatangan Presiden Jokowi merupakan kunjungan kepala negara yang kedua kalinya setelah sebelumnya Presiden Soekarno juga pernah berkunjung ke lokasi ini.

Di hadapan Presiden Jokowi, Bupati Nias ini memaparkan bahwa wilayah Kepulauan Nias yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini awalnya terdiri dari satu kabupaten. Namun pada tahun 2003, dimekarkan menjadi dua kabupaten dan pada tahun 2008 dimekarkan lagi dua kabupaten dan satu kota. Kini, Kepulauan Nias terdiri dari Kabupaten Nias (induk), Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunungsitoli, dengan jumlah penduduk sekitar 800.000 jiwa.
Sokhiatulo juga menyampaikan berbagai harapan dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias, seperti perpanjangan landasan Bandara Binaka agar pesawat yang lebih besar bisa mendarat, penambahan sumber daya energi listrik, pembangunan jalan lingkar Kepulauan Nias antara Nias Utara dan Nias Barat yang belum terbangun sepanjang 45 km, pembangunan universitas negeri di Kepulauan Nias, penetapan Kepulauan Nias menjadi kawasan strategis pariwisata nasional dan kawasan ekonomi khusus. Dan terakhir, Bupati Nias menyampaikan harapan masyarakat Nias tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dan berharap moratorium pembentukan daerah baru bisa ditinjau lagi.

Menanggapi harapan ini, Presiden Jokowi mengatakan, terkait kebutuhan energi listrik di Kepulauan Nias, akan ditambah sebesar 50 MW. Presiden berjanji, pembangunan 25 MW akan selesai Oktober 2016 dan 25 MW lagi pada akhir tahun 2017.

Begitu juga terkait penambahan landasan pacu Bandara Binaka, Presiden Jokowi mengatakan pada tahun 2016 akan diperpanjang menjadi 2.200 meter dan tahun 2017 akan diperpanjang lagi menjadi 2.800 meter, sehingga pesawat Boeing nantinya bisa mendarat di Bandara Binaka.

Tentang pembangunan jalan lingkar, presiden mengatakan akan membicarakan dengan kementerian terkait, namun dia berjanji pada tahun 2017 akan dimulai pengerjaannya.

Terkait pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Presiden Jokowi belum bisa memberikan harapan dalam waktu dekat, karena moratorium belum dibuka. Jokowi mengatakan, untuk pembentukan daerah otonom baru, perlu dilakukan seleksi ketat dan kalkulasi yang tepat. Apakah betul-betul bisa meningkatkan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, presiden menekankan bahwa ada dua potensi menjanjikan yang bisa dikembangkan di Kepulauan Nias, yaitu sektor pariwisata dan sektor perikanan.

“Namun saya ingatkan kepada masyarakat Nias, untuk terbuka menerima investor, ramah tamah menyambut wisatawan dan faktor keamanan sangat penting,” ujar Jokowi.

Dikatakan, dengan direalisasikannya pembangunan perpanjangan landasan pacu Bandara Binaka dan penambahan energi listrik, Jokowi berharap kepada kelima kepala daerah di Kepulauan Nias segera mengembangkan sektor pariwisata agar pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias bisa terangkat.Usai acara di Pendopo Bupati Nias, Jokowi bersama rombongan menuju lokasi dibangunnya PLTG di Kecamatan Idanoi. (jos/al/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s