4 Rumah Terbakar, 3 Janda Kehilangan Tempat Tinggal

kebakaranHUMBAHAS – Empat unit rumah semi permanen di Gaman Toruan, Desa Sihotang Hasugian Toruan, Kecamatan Tarabintang, terbakar, Kamis (11/8). Dan, tiga dari empat pemilik rumah adalah janda yang hidupnya serba kekurangan.

Tiga orang janda pemilik rumah tersebut adalah Remsi Hasugian, Nursitta Tinambunan (Oppung Dermi) dan Mayerni Hasugian (Mak Baya). Ketiga janda ini telah berusia senja dan pekerjaan mereka adalah petani.

Sementara, satu rumah lagi adalah milik Julius Tarihoran (45). Kondisi fisik Julius juga tak sempurna. Dia menderita (maaf) cacat pada tangannya sehingga tak bisa beraktivitas normal. Dan, saat kebakaran terjadi, dia pun hanya bertiga dengan cucunya yang bersuai 4 tahun dan bere-nya (keponakan).
kepada New Tapanuli, Julius Tarihoran mengatakan bahwa api awalnya muncul dari rumah Nursitta Tinambunan. Saat itu Julius beserta cucunya dan bere-nya Mahir Marbun, sedang tidur. Tiba-tiba julius mencium bau daging terbakar. Sontak ia terbangun dan keluar rumah mencari sumber bau hangus.

Saat keluar, dia melihat rumah Nursitta Tinambunan sudah hampir habis terbakar. Kemudian Julius membangunkan cucu dan bere-nya dan mereka berusaha menyelamatkan barang seadanya karena tidak mungkin memadamkan api yang sudah begitu besar. Merasa tak mampu memadamkan api yang berkobar, mereka pun hanya pasrah menunggu giliran rumahnya dilalap sijago merah.
“Tidak mungkin dipadamkan. Tidak ada orang tinggal di kampung ini. Hanya kami bertiga. Semua sedang ke pesta pernikahan di Gaman. Barang yang bisa saya selamatkan pun hanya ini,” ujarnya sambil menangis dan menunjukkan beberapa tumpukan kain dan peralatan dapur yang sempat diselamatkan.
Dia mengaku sangat menyesalkan tidak adanya bantuan saat itu. Padahal, diterangkannya, antara rumahnya dan rumah Nursitta Tinambunan, terpisah oleh gang yang lebarnya sekitar 3 meter. Selanjutnya, rumahnya dan dua rumah lainnya, dindingnya berdempetan.

Namun, saat api yang membakar rumah Nursitta berkobar begitu besar, dia tak mampu berbuat apa-apa. Saking besarnya api, akhirnya melewati gang pemisah rumah mereka dan mengenai bagian rumahnya. Dengan cepat api membakar rumah Julius daan dua rumah lainnya yang berdempetan dengan rumahnya.

“Sendainya ada pemadam, mungkin rumah saya dan 2 rumah lagi masih bisa selamat,” ujar Julius, masih berurai air mata.
sementara, Remsi Hasugian mengaku tidak tahu rumahnya terbakar karena dia sedang berada di pesta pernikahan marga Malau di Gaman, yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi kejadian. Remsi ditemani putrinya, Siskaria Sihombing, hanya bisa pasrah dan menangis melihat rumah mereka rata dengan tanah. Mereka sangat nengharapkan uluran tangan dermawan dan bantuan pemerintah. “Tidak ada harta benda yang tersisa, hanya pakaian yang nenempel di badan ini,” ucap Remsi.
Tampak personel kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah api mulai padam. Kanit Intel Polsek Parlilitan Aiptu Hendra Sembiring dan Kanit Serse Aiptu Marojahan Simanjuntak serta personel lainnya tampak berjalan di tengah puing-puing kebakaran. Saat dikonfirmasi, polisi mengatakan bahwa belum diketahui penyebab kebakaran. “Masih dalam lidik,” ujar Kanit Intel singkat.

Kepala Desa Sihotang Hasugian Toruan Esmar Nahampun yang dikonfirmasi mengatakan, untuk sementara para korban akan tinggal di kantor desa yang berada tepat di depan lokasi kejadian. Dikatakan, kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (sht/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s