Ditertibkan, Galian C Beroperasi Lagi

galianTarutung – Penambangan galian C ilegal di Tapanuli Utara (Taput), khususnya di Lumbanratus dan Pancurnapitu, kembali beroperasi. Padahal, sebelumnya Pemkab Taput melalui Satpol PP dan Polres Taput sudah melakukan penertiban.

Aktivitas penambangan pasir ilegal tersebut, terutama di sekitar bantaran Sungai Batang Toru, Dusun Lumban Ratus, Desa Pansurnapitu, Kecamatan Siatas Barita, sudah beroperasi selama sebulan terakhir.

Amatan wartawan, terdapat 10 titik penambangan pasir yang menggunakan mesin penyedot yang diduga tak memiliki izin. Di sekitar lokasi penambangan juga terdapat sebuah jembatan rangka baja yang menghubungkan Dusun Lumban Ratus menuju Desa Hutapea. Para penambang terlihat jelas menggunakan mesin penyedot untuk mengambil pasir dari sungai.

Di lokasi juga terlihat ratusan meter kubik pasir yang ditumpuk di pinggir sungai. Sementara sejumlah pekerja terlihat memuat pasir ke atas truk.

Penambangan itupun menuai protes dari warga setempat. “Bila penambangan pasir tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan mengakibatkan jembatan ambruk, karena lokasi penambangan pasir hanya berjarak puluhan meter dari jembatan tersebut yang terletak di Lumbanratus,” ujar Op Daud Panggabean, Minggu (7/8).

Dia mengatakan, seharusnya Pemkab Taput menindak tegas penambang pasir tersebut karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Selain itu, mereka juga diduga tidak memiliki izin. “Dampak galian C ilegal itu jelas merugikan lingkungan sekitar. Dinding sungai menjadi terkikis, pondasi jembatan telah turun dan terancam ambruk,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, penambangan pasir itu baru dilakukan sekitar sebulan lalu setelah pemerintah telah melakukan razia. “Kami meminta Pemkab Taput dan kepolisian menertibkan penambangan liar tersebut. Padahal, di sekitar lokasi sudah ada plang larangan penambangan pasir dari Satpol PP Taput, tapi larangan itu tidak dihiraukan,” ujar Op Daud.

Hal yang sama disampaikan G Panggabean. Dia mengatakan, plang imbauan dilarang melakukan penambangan pasir tersebut sama sekali tidak digubris oknum pengusaha tambang. Malah aktivitas galian C ilegal semakin merajalela dan sudah ada 10 titik penambangan di lokasi terseut yang keseluruhannya menggunakan mesin penyedot.“Ini tidak bisa dibiarkan. Ini harus secepatnya ditertibkan. Harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

terpisah, Kepala Kantor Badan Perizinan Alkari Purba melalui Kabid Perizinan Nikson Manullang mengakui seluruh penambangan pasir yang ada di Lumbanratus dan Pancurnapitu belum memiliki izin atau rekomendasi. “Sampai saat ini, sepengetahuan kita, penambangan pasir tersebut tidak memiliki izin. Saat ini kita sedang melakukan koordinasi dengan satpol PP untuk melakukan kembali penertiban di seluruh lokasi penambangan pasir tersebut,” ungkap Manullang. (tul/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s