Terkait Kantor Pusat HKBP Dibobol Maling, Polisi masih Periksa 5 Orang

Tarutung – Untuk mengungkap pelaku pembobolan Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada Senin (1/8) kemarin, penyidik Polres Tapanuli Utara (Taput) sudah memeriksa atau mengambil keterangan dari 5 orang. Polisi juga akan mengambil keterangan dari masing-masing pemilik ruangan dan para pekerja bangunan yang sedang bekerja dekat dengan kantor itu.

“Sudah ada 5 orang yang diambil keterangan, selanjutnya akan diambil keterangan dari masing-masing pemilik ruangan dan staf yang bekerja di ruangan tersebut, serta pekerja bangunan yang mengerjakan Gedung Sopo Raja Pontas,” jelas Kapolres Taput AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing kepada awak media, Selasa (2/8).

Diuraikan Baringbing kelima orang yang diambil keterangannya yakni 2 orang security dengan identitas Tobok Simatupang dan Agung Sihombing. Lalu 1 orang petugas pertamanan Tumpal Silaban, 1 orang petugas kebersihan Rinto Simanjuntak, dan pelapor kejadian yakni Pdt Freddi Tinambunan yang juga staf kantor pusat yang bekerja sebagai koordinator keamanan dan aset kantor pusat.

Lebih lanjut diterangkannya, pemilik ruangan dan staf yang akan diambil keterangan yakni ruangan yang dibongkar maling, diantaranya ruang kerja Ephorus, ruang kerja Kepala Biro Personalia, ruang kerja Kepala Biro Pensiunan, ruang kerja Kepala Departemen Diakonia, ruang kerja Bendahara dan ruang resepsionis.

“Mereka belum diambil keterangannya karena sedang tidak berada di Tarutung atau sedang di luar kota,” sambung Baringbing.

Dipaparkan Baringbing, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim identifikasi dan satreskrim, seluruh uang yang disikat maling berada di laci meja, bukan dalam lemari khusus seperti brankas. Uniknya pelaku tidak membongkar seluruh laci yang ada di setiap ruangan.

“Hanya satu laci, dan ketepatan laci yang dibongkar itu memang berisi uang, sedangkan laci lain tidak ada uang yang tersimpan,” ungkap Baringbing sembari mempertegas bahwa jumlah seluruh uang yang disikat maling saat itu sebesar Rp434 juta, dimana yang terbanyak dari ruang bendahara, dan terkecil dari ruang resepsionis.

Sementara itu hingga Selasa (2/8), belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen kantor pusat salah satu gereja terbesar di Asia itu terkait peristiwa pencurian tersebut. Namun pantauan aktifitas di kawasan perkantoran yang terletak di Jalan Putri Lopian, Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara itu berjalan normal.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s