Wapres Resmikan Musyawarah Masyarakat Adat Batak

2Parapat – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meresmikan Musyawarah Masyarakat Adat Batak dan Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Pantai Bebas Parapat, Danau Toba, Sabtu (30/7). Dalam peresmian itu, JK mengatakan, banyak hal yang yang harus dibenahi dari Danau Toba.

“Banyak hal yang harus diubah dari Danau Toba agar dapat menarik lebih banyak lagi jumlah wisatawan,” ucapnya saat berdialog dengan masyarakat adat di sana.

Dialog dipimpin Ketua Umum, Panguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), Effendi MS Simbolon. Hadir sebagai pemateri, Gubsu, T Erry Nuradi dan JK. Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya serta Menteri Kominfo ikut mendampingi.

Kata JK, hal yang harus dibenahi yakni kwalitas air di Danau Toba. Masyarakat di sekitar maupun hotel diminta tidak membuang kotoran di danau. Bukan hanya itu pelayanan masyarakat sekitar juga perlu diperbaiki. “Kalau bisa adat juga bisa merubah pola pikir masyarakatnya. Mulai dari perwakilan masyarakat disini,” kata JK.

Kuliner di Danau Toba diminta menyesuaikan lidah wisatawan yang berkunjung. Bukit di Danau Toba juga harus dihijaukan kembali. Ikan di danaunya juga harus terawat. “Untuk itu semua perlu adanya kerjasama kita. Pemerintah sudah membentuk badan otorita untuk itu,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi musyawarah adat Batak tersebut.

Menurutnya, yang membuat bangsa Indonesia kuat yakni perbedaannya. Bhineka Tunggal Ika menyatukan semua perbedaan adat, etnis dan budaya di Indonesia.

Gubsu T Erry Nuradi mengatakan, musyawarah tersebut mempererat persaudaran etnis. Selama ini perbedaan etnis di Sumut juga berjalan harmonis. “Musyawarah ini membuat Sumut ke depannya lebih paten,” katanya.

Interaksi

Ketua Umum PSBI, mengatakan, musyawarah adat Batak tersebut digagas karena pihaknya ingin ada interaksi (dialog) langsung dengan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden maupun Wakil Presiden dengan masyarakat Batak.

“Saya terharu hari ini. Ini sudah lama kami impikan berdialog soal kehidupan masyarakat Batak. Apalagi hari ini ada perwakilan puak-puak Batak. Ada perwakilan 260 marga yang hadir,” ujarnya.

Selain itu Effendi juga menjelaskan menggelar acara ini karena ingin pemerintah melindungi hukum adat. Sebab sampai sekarang masih banyak masalah yang berkaitan dengan adat diselesaikan di tingkat Mahkamah Agung (MA). Hal itu jelas saja membuat posisi tawar masyarakat adat menjadi lemah. “Akibatnya segala masalah harus diselesaikan berdasarkan alas hukum negara padahal jauh sebelum itu, aturan dari hukum adat jauh lebih tinggi,” katanya.

Pada pertemuan ini kami ingin ada pandangan-pandangan dari pemerintah pusat dimana dalam hal ini dihadiri wapres supaya semua pihak tahu seperti apa hal-hal menyangkut sendi kehidupan masyarakat batak jika dipandang dari sisi hukum yang berlaku di Indonesia. “Jika ternyata bertentangan tentu harus dilihat dimana masalahnya untuk mencari solusi konstruktif dan bagaimana apabila aturan masyarakat adat sesuai dengan ketentuan, bagaimana im­plementasinya supaya sejalan dengan aturan berlaku,” ucapnya.

Selain meresmikan musyawarah adat Batak, Rakernas PSBI, berdialog dan memberikan 1 juta domain UMKM go online. JK juga menebar benih ikan di pinggiran Danau Toba. Ada 20 ribu benih ikan tawes, 5 ribu ikan pora-pora dan 20 ribu benih ikan Batak.

“Ini serangkaian kegiatan kita. Nanti ada juga dialog dengan menteri dan dialog dengan Panglima TNI. Esoknya, Minggu (31/7) ada juga aksi 70 penerjun,” kata Effendi. (ns)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s