Buntut Isu Begu Ganjang, Dua Warga Ditahan

BeguSIBOLGA – Pengrusakan rumah milik Tonny Marbun dalam kasus isu begu ganjang (santet) yang ditangani Polres Sibolga, Jumat (15/7) siang telah menahan 2 orang tersangka. Namun, penahanan itu menimbulkan tanda tanya bagi warga Panomboman.

Akibat penahanan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam pengerusakan rumah tersebut justru memicu warga Panomboman mendatangi Mapolres Sibolga untuk mempertanyakan penahanan tersebut.

Jumat malam sekira pukul 22.00 WIB warga yang diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan orang dengan menaiki kendaraan truck colt diesel dan sepedamotor tiba di depan Polres Sibolga, dan kehadiran mereka tentunya menimbulkan tanda tanya besar bagi petugas kepolisian yang langsung berjaga di pintu masuk.

Setelah berdialog beberapa menit antara petugas kepolisian dengan warga, akhirnya perwakilan massa disetujui berdialog dengan petugas kepolisian yang langsung diterima oleh Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus S, Waka Polres, Kasat Reskrim AKP Sutrisno, KBO reskrim Iptu Benamuli Sembiring serta Kasubag Humas. Sementara perwakilan massa sebanyak 6 orang yang turut didampingi Lurah Sibolga Ilir dan Babinsa.

Kasat reskrim AKP Sutrisno dalam pertemuan tersebut menerangkan bahwa benar telah menangkap 2 orang pelaku pada Jumat siang sesuai dengan prosedur hukum.

“Untuk itu, jika ada yang ingin mempertanyakannya dipersilahkan,” katanya.

Perwakilan warga, Henri Sinaga menceritakan memang benar pertemuan telah dilaksanakan yang dimediasi oleh aparat kelurahan dan pada pertemuan tersebut pelapor mengajukan 4 tuntututan, namun hasil pertemuan itu pihak aparat pemerintah menyerahkan terlebih dahulu pada rembuk warga sebelum dimediasi pertemuan selanjutnya.

“Tuntutan mereka untuk membangun rumahnya, membersihkan nama baiknya, jelas diajukan oleh orang yang diduga tidak tinggal di Panomboman, namun setelah itu dilaksanakan lagi pertemuan antar warga yang menyepakati untuk membangun rumah milik Tonny Marbun menyepakati untuk meminta maaf pada yang bersangkutan dan tidak ada poin yang mencemarkan nama baik mereka, dan itu disampaikan pada pihak pemerintah,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari kesepakatan itu juga disepakati jalur perdamaian serta mempertanyakan warga Panomboman yang telah ditahan petugas.

Warga lainnya Ruslan mengatakan bahwa kehadiran warga untuk mempertanyakan penangkapan terhadap rekan mereka yang sebenarnya bukan pelaku utama seperti yang dilaporkan pelapor.

“Kalau memang hanya diminta keterangan kenapa justru harus ditahan,” katanya.

Perwakilan warga lainnya Firman, menambahkan sesuai kesepakatan sudah menyetujui untuk pengajuan perdamaian tersebut dan itu sudah disampaikan kepada perwakilan pelapor Togu Marbun, namun pihak mereka justru terus mengulur waktu untuk perdamaian.

“Kami mengakui memang telah terjadi perusakan secara hukum, namun kenapa justru diulur perdamaiannya, dan kenapa justru ada penangkapan? Padahal kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai.
Mewakili warga, Sinaga, juga mengatakan kalau prosedur penangkapan seharusnya memang ada, jangan dicampur mistik dengan bukti.

Mendengar perkataan tersebut, Kapolres Sibolga langsung menanggapi bahwa sejak kejadian, pihak Polres Sibolga sudah melakukan dengar pendapat dan yang dibahas adalah versi hukum, dan bukan mistik.

“Prosedur penangkapan dilakukan setelah melalui prosedur di mana yang bersangkutan ditangkap dan diberikan bukti, kalau memang niatnya mau bertanya seharusnya jangan dibawa masyarakat yang justru dapat menimbulkan masalah lain, jadi yang tegas kita memang tetap menegakkan hukum,” tegas Kapolres .

KBO Reskrim Polres Sibolga Iptu Benamuli Sembiring membenarkan hari ini Jumat telah menahan dua tersangka karena memang ada bukti, ada dua, pertama alat bukti dan keterangan saksi, Dan setelah diinterogasi memang diakui, bahkan opungnyanya aja ada di sini.

“Kalau memang ada perdamaian silahkan tapi tugas kami adalah menyidik secara hukum, silahkan, memang perdamaian mempengaruhi penyidikan bahkan mungkin meringankan dan penyidikan akan tetap jalan, bahkan mungkin tersangka akan bertambah,” jelasnya.
Wakapolres Sibolga juga menambahkan, proses penegakan hukum akan tetap jalan, dan tidak akan berat sebelah, penegakan hukum ya penegakan hukum dan itu akan tetap jalan, sesuai hukum. ”Hingga pukul 23.20 WIB warga masih tetap bertahan di depan Mapolres Sibolga. (mis)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s