Elimar Bahagia Sihombing Mengaku Susah Tidur Usai Bunuh Abangnya

SusahTAPTENG – Elimar Bahagia Sihombing alias Ucok (28), pelaku pembacokan terhadap almarhum Erwin Santo Pietro Sihombing yang tidak lain adalah abang kandungnya menjalani sidang di PN Sibolga, Senin (27/7). Dia mengaku, setelah melakukan pembunuhan, dia sudah tidur dan banyak fikiran. Pembunuhan itu terjadi pada 13 Maret 2016 lalu.

Sebelum sidang digelar, terdakwa Ucok mengatakan bahwa dalam menjalani persidangan tersebut, ia ingin maju sendiri tanpa didampingi pengacara setelah Ketua Majelis Hakim Martua Sagala SH yang didampingi Hakim Anggota Arief Wibowo SH dan Tetty Siskha AH mengajukan pilihan kepada terdakwa Ucok untuk didampingi pengacara atau tidak.“Maju sendiri, Yang Mulia,” ujar Ucok singkat kepada hakim.

Ditanya kembali oleh hakim apakah terdakwa sehat dan siap untuk menjalani proses persidangan, terdakwa Ucok mengaku sehat dan siap menjalani sidang, sembari mengaku bahwa ia hanya kurang tidur akibat banyak fikiran setelah peristiwa penikaman yang dilakukannya kepada abang kandungnya itu.“Siap, Pak Hakim Yang Mulia. Ini cuma kurang tidur saja, banyak fikiran,” kata terdakwa Ucok sembari mengusap-usap wajahnya.Menanggapi pernyataan terdakwa Ucok, Hakim Martua Sagala kemudian menyarankan agar terdakwa tetap menjaga kesehatannya.

“Semua sudah terjadi, tapi kau harus tetap jaga kesehatanmu, ya. Soal bersalah atau tidak nanti, itu semua ada prosesnya,” ucap hakim kepada terdakwa sembari mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Yanti Panggabean SH membacakan dakwaan terhadap Ucok.

Setelah JPU membacakan dakwaannya terhadap Ucok, yang menyatakan bahwa terdakwa Ucok melakukan kekerasan fisik hingga mengakibatkan korban Erwin Santo Pietro Sihombing meninggal dunia, terdakwa Ucok pun usai mendengarnya tidak menampik dakwaan itu. “Benar, Pak Hakim yang Mulia,” kata terdakwa Ucok membenarkan apa yang telah didakwakan kepada dirinya.

Setelah terdakwa membenarkan perbuatannya itu, Hakim Martua Sagala kemudian menutup sidang untuk dilanjutkan kembali pada Senin (11/7) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Diberitakan sebelumnya, Ewin Sihombing (32), terkapar bersimbah darah di teras rumah peninggalan orangtuanya. Pria yang baru menikah satu minggu lalu, menghembuskan nafas terakhir setelah sebilah samurai menghujam perutnya. Ironisnya, pelaku penikaman adalah adik kandungnya, Elimar Sihombing. Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Padangsidimpuan Lingkungan III, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng.

Salah seorang warga yang ditemui di rumah duka menceritakan kronologis kejadian. Katanya, malam sebelum kejadian, korban dan istrinya Kristina Siahaan menginap di rumah mertuanya di daerah Pinangsori.

Pasangan ini baru saja menikah, seminggu lalu. Selama ini, korban yang bekerja sebagai guru di salah satu SMPN 1 di daerah Lumut tersebut tinggal serumah bersama pelaku di rumah peninggalan orangtua mereka di Hutabalang (lokasi kejadian).

“Baru seminggu yang lalu ini menikah. Kerjanya guru di SMP N 1 di Lumut. Tadi malam memang mereka gak tinggal di rumah ini, menginap di rumah mertuanya (korban),” kata pria yang tak ingin namanya disebutkan di rumah duka.

Karena telah menikah, korban pun ingin pindah dari rumah tersebut untuk membangun bahtera rumah tangga dengan wanita yang dikasihinya. Paginya, Minggu (13/3) sekira pukul 7.30 WIB, korban dan istrinya datang dengan sebuah mobil pick up untuk mengangkut semua barang-barangnya dari rumah peninggalan orangtuanya tersebut.

“Korban dan istrinya datang kira-kira pukul 07.30 WIB, masih pagi kali. Sekitar 10 menit kemudian, datanglah pick up mengangkati barang-barangnya dari rumah itu,” terangnya.

Kejadian naas terjadi saat korban masuk kamarnya dan melihat pintu lemari pakaiannya terbuka. Sementara, istrinya sedang beres-beres di dapur. Saat itu korban melihat ada emasnya yang hilang dari dalam lemari. Merasa tak senang dengan kehilangan itu, korban mencoba menanyakannya kepada pelaku yang saat itu masih tertidur pulas di kamarnya, letaknya bersebelahan dengan kamar korban.“Dilihatnya lemarinya terbuka dan ada emas yang hilang dari dalam lemari. Waktu itu adiknya ini (pelaku) sedang tidur di kamarnya. Dibangunkannya untuk menanyakan soal kehilangan itu,” bebernya.

Mungkin karena pelaku tak senang dengan sikap abangnya tersebut yang seolah menuduhnya sebagai pencuri, lantas beranjak dari tempat tidurnya dan langsung melayangkan pukulan kepada korban. Melihat kondisi mulai mengancam, korban lantas menyuruh istrinya untuk segera menyelamatkan diri, pergi dari rumah itu. Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba saja, pelaku menghujamkan pisau menyerupai samurai yang diduga diambil dari dalam kamarnya ke perut korban sebelah kiri. (dh/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s